Hurt

Hurt
B Chapt 9


__ADS_3

Setelah kurang lebih delapan jam terbang akhirnya pasangan yang baru menikah itu sampai juga ke negeri Sakura . Tiba di bandara ada seseorang yang menjemput mereka dan mengantarkan ke hotel yang sudah di reservasi khusus untuk mereka .


" Kau lelah Lieve ?? "


" Punggungku pegal sekali , tapi ini sungguh menyenangkan !! Baru kali ini aku naik pesawat ... "


Bryan terkekeh mendengar ocehan istrinya yang terasa sangat menggemaskan di telinganya . Rose selalu apa adanya , tak pernah berpura pura menjadi orang lain .


" Schat ... kenapa di perjalanan tadi aku tidak melihat bunga sakura berwarna merah muda seperti yang kulihat di ponselku ?? "


" lni baru bulan Februari sayang , bunga sakura biasanya mekar pada akhir bulan Maret ! Jika sempat aku akan mengajakmu kesini lagi saat musim semi tiba "


" Janji Schat ??! "


" Janji .... "


Seperti seorang anak kecil mereka saling menautkan jari kelingking mereka dan tertawa bersama .


" Apa setelah ini kita akan jalan jalan ?! "


" Kita akan keluar mencari makan malam , kita akan ke Asakusa Market . Disana kau boleh pilih street food sesukamu "


" Ya sudah kita ke sana sekarang !! "


Bryan mencubit sayang pipi istrinya , jika saja mereka tidak sedang kelelahan mungkin saja ia ingin memadu kasih dengan wanita menggemaskan di depannya .

__ADS_1


" lni masih sore , kita istirahat dulu sebentar ! Jika kau ingin makan kau bisa telpon layanan kamar untuk memesan makanan "


Mungkin karena memang sudah terlalu lelah akhirnya mereka terlelap dengan saling berpelukan . Bryan terbangun ketika ponselnya terdengar berdering , pria itu berjalan menjauhi agar tidak mengganggu istirahat istrinya .


" Ya Za !? Ada apa kau menelponku ? Jangan bilang kau hanya ingin bertanya apa aku sudah bercinta untuk pertama kalinya disini , jangan harap aku menjawabnya !! " gerutu Bryan yang sudah sering mendapat pertanyaan konyol dari sahabatnya itu .


" Ckk kau pikir aku kurang kerjaan !? Tadi aku baru saja dapat kabar , pagi tadi ada perang antar gangster di daerah Fukuoka . Memang tidak begitu dekat dengan hotel tempat kalian menginap tapi tadi Kak Abbio berpesan agar kalian lebih berhati hati "


" Kita tidak pernah bermasalah dengan para gangster itu , dulu tuan besar juga menjalin hubungan baik dengan para mafia disini . Selama kita tidak mengganggu mereka maka mereka juga tidak akan mengganggu kita "


" Ya sudah jika begitu , tapi yang penting kalian tetap harus berhati hati . Kadang mereka melakukan tindakan yang tak terduga !! "


Setelah menutup telponnya Bryan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya .


" Kenapa tidak membangunkan aku Schat !? " tanya Rose yang melihat sang suami keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk sebatas pinggang .


Bryan hanya geleng geleng kepala melihat begitu bersemangatnya sang istri yang langsung berlari kecil menuju kamar mandi . Hotel yang dia tinggali bukanlah bangunan bertingkat , tapi bangunan khas rumah jepang pada umumnya yang di sebut Minka .


Mungkin para nyonya muda Al Shamma sengaja mencari suasana yang sangat kental dengan budaya Jepang agar mereka benar benar bisa merasakan kebudayaan di negeri itu .


Dahi Bryan mengernyit ketika samar ia dengar keramaian di luar sana , tapi hanya berlangsung sebentar saja . Di buangnya pikiran buruk tentang apa yang tadi dia bicarakan dengan Zahid .


Kawasan yang mereka tinggali adalah desa wisata , mungkin ada acara kebudayaan yang sedang melintas sehingga menjadikan suasana sempat ramai tadi . Bryan tidak tega jika harus membatalkan rencana jalan jalan mereka kali ini .


" Ayo Schat ... "

__ADS_1


Suasana terlihat sangat sepi ketika mereka keluar dari kamar mereka . Seorang pria tua penjaga hotel mendekati mereka .


" Apa kalian ingin keluar ? "


" Istriku ingin mencari makanan di pasar Asakusa yang tidak jauh dari sini "


" Jika bisa malam ini tinggal di kamar dulu seperti penghuni lainnya . Tadi ada sedikit keributan di luar , takutnya itu tawuran antar geng yang bisa membahagiakan nyawa kalian . Menurut yang aku dengar sedang ada perang besar perebutan kekuasaan pimpinan gangster terbesar di kota ini . Polisi memang selalu berpatroli tapi untuk berjaga jaga sebaiknya kalian jangan keluar dulu "


" Tapi kami di sini hanya selama tiga hari kek " sahut Rose sedikit kecewa .


" Besok pagi kalian pindah dari hotel ini dan carilah kota yang aman "


" Menurutlah Lieve ... kita tidak tahu situasinya , benar kata kakek jika sebaiknya kita menghindar saja "


" Ya sudah .... "


Akhirnya mereka berdua kembali masuk ke dalam kamar .


" Kau bisa bermain game dengan laptopku agar kau tidak bosan di kamar . Aku ke kamar mandi sebentar , sepertinya perutku tidak cocok dengan makanan laut pedas yang tadi sore kita pesan "


Setelah berkata seperti itu Bryan langsung masuk ke kamar mandi . Sedangkan Rose sedang terpaku , dia merasa bersalah karena sore tadi dialah yang memesan makanan untuk suaminya . Ketika membongkar kopernya ia tak menemukan obat sakit perut di kotak obat yang ia bawa .


" Aku harus beli obat untuk sakit perutnya ... "


Beberapa saat kemudian Bryan keluar dari kamar mandi . Tapi dia terkejut melihat laptop yang masih menyala tapi ia tak menemukan istrinya di sana .

__ADS_1


" Lieve ... ??! "


__ADS_2