Hurt

Hurt
5


__ADS_3

tak terasa satu semester mereka jalani, banyak rumor yang beredar tentang identitas jeno dan kania.


ada rumor yang mengatakan kania dan jeno adalah anak orang miskin yang di angkat oleh konglomerat dan akhirnya bersekolah di sekolah elite yang sekarang mereka tempati sekarang.


ada pula rumor bahwa kemungkinan mereka adalah lemilik sekolah, tapi siapa yang percaya? bahkan mereka berkata tak mungkin karena mereka selalu pulang dan pergi dengan berjalan kaki.


selama satu semester ini, kania dan jeno selalu menolak ajakan mark dan jessica untuk pulang bersama.


"kania!" panggil mark saat bel pulang sekolah sudah berbunyi.


"ya kak?"


"ayo pulang bareng"


"maaf kak, aku gak bisa. lagi ada urusan"


"ayo aku temani, aku akan mengantar mu pulang"


"tapi kak...."


"jeno sedang latihan basket, kamu akan menunggu hingga malam?"


"ehmmm,, ya aku akan menunggu jeno saja kak"


"begitu ya" kata mark dengan senyum terpaksa.


"baiklah, aku pulang duluan" pamit mark.


'selamat deh'


'aku harus bagaimana? aku sudah menolak selama ini'


kania mengeluh dalam hati, akhirnya ia memutuskan untuk menunggu jeno di tepi lapangan basket.


"jeno pacar mu" tunjuk salah satu temannya.


"siapa? dimana?" tanya jeno

__ADS_1


"tuh disana, yang lagi duduk manis"


"maksud kalian si kania?"


"iyalah, siapa lagi? cewek paling cantik angkatan kita"


"andai aja aku pacarnya" kata yang lain.


"aku bukan pacarnya!" kata jeno cuek


"lalu?"


"kamu main- main sama dia aja ya?"


"kalau cuma main-main kenalin sama akj aja" sambar teman nya yang lain.


"kalian gila ya?" kata jeno melihat temannya satu persatu.


"lah marah"


"mana mungkin dia suka kalian?" kata jeno menatap mereka dengan tatapan iba yang dibuat-buat.


kania terus menunggu sambil menatap lapangan dengan tatapan malas.


"seandainya kak mark juga disana, pasti dia akan bersinar" gumamnya


"siapa yang kau bilang bersinar?" tiba-tiba jeno sudah berada di depannya.


"bukan kamu tentunya, main gak becus. jelek pula, bau keringat asem banget, kalau kak mark pasti makin berkeringat makin tampan" kata kania sambil membayangkan mark.


"sudah gila ya?" tanya jeno kesal.


"pulang sendiri" kata jeno lagi


"heh!! kenyataan bahwa kamu jelek kenapa kamu malah mengelak?"


"kamu pikir mark itu tampan?"

__ADS_1


"tentu saja, dia bahkan pria sejati"


"otakmu geser ya? dasar upil kuda ini" kata jeno kesal


jeno berjalan cepat, meninggalkan kania.


"jenoarth!!! kamu gila ya? kamu meninggalkan ku.. astaga iler kuda satu ini.." kania mengejar jeno.


"punya dua kaki, tapi jalan nya lama banget" ejek jeno


"wahhh gak bersyukur udah aku tungguin" kata kania kesal.


"aku kan tidak menyuruhmu menunggu"


"dasar laki-laki ini, andai saja membunuh bukan dosa besar. aku sudah membunuhmu dari tadi" kata kania makin kesal.


"aahhh yaa,, acu takutt" kata jeno dengan suara menjijikan ditelinga kania


mereka tak pernah diam selama dalam perjalanan pulang, bahkan sesekali jeno terlihat menjitak kepala kania tanpa ampun.


"akhirnya sampai" kata kania memegang pagar rumahnya yang menjukang sangat tinggi.


"cepat masuk ini sudah jam 8 malam bodoh"


"kamu saja masuk duluan" kata kania tak acuh.


"mau ku telepon ayahmu?" kata jeno sambil mengeluarkan ponselnya


"aku akan masuk" kata kania kesal.


tiba-tiba ada seseorang memanggilnya, kania yang akan masuk ke dalam pekarangan rumahnya berhenti saat namanya di panggil.


"kania!!!"


"kak mark?" kania dan jeno sangat terkejut.


"sedang apa kalian disini?" tanya mark. kania yang gugup tak bisa menjawab dan melirik pada jeno.

__ADS_1


"ehmmm kami sedang jalan-jalan kak... heheh" kata jeno mencari alasan.


"kania, jeno!! dari mana saja kalian baru pulang?" sebuah suara baritone pejuh wibawa terdengar dari balik gerbang. sosok kekar itu keluar dan membuat mark yang bingung malah makin bingung saat melihat siapa yang muncul.


__ADS_2