Hurt

Hurt
B Chapt 62


__ADS_3

Hiro bangun kesiangan karena semalaman tidak bisa tidur memikirkan istrinya . Di saat sudah tahu keberadaannya bahkan tinggal di satu atap tapi dia tetap saja tidak bisa melihat atau menyentuhnya .


" Sial ... "


Hiro bergegas membersihkan dirinya , padahal semalam ia berencana agar bisa mencuri kesempatan berbicara dengan istrinya saat sarapan . Tapi nyatanya ia malah bangun kesiangan .


Saat keluar dia melihat gadis nakalnya sedang duduk di taman halaman samping dengan sebuah laptop di depannya . Mungkin Mayleen sedang mengerjakan tugas kuliahnya .


Senyumnya mengembang ketika tak di lihatnya sang ibu di sekitar wanita yang ia cintai tersebut .


" Sayang .... " sapa Hiro dengan duduk di samping istrinya , seperti biasa satu tangannya merengkuh pinggang ramping gadis itu .


" Lagi ada tugas ... jangan gangguin dulu " jawab Mayleen tanpa berusaha melepas tangan yang mulai mengelus lembut punggungnya .


" Boleh aku bicara ?? "


" Hemmm ... tak ada larangan bicara di istana ini , lagipula kau pemiliknya !! "


" Aku minta maaf "


" Aku sudah memaafkanmu tapi kau belum bisa mengembalikan hatiku yang sudah patah menjadi seperti semula . Seumur hidup aku akan terus mengingat hal ini , tentang penghinaanmu padaku . Kau sudah sarapan !? Kau tak berangkat ke kantor ?? "

__ADS_1


Hiro menggelengkan kepalanya pelan , sepertinya kesalahannya kali ini akan selalu menjadi sebuah tamparan untuknya agar bisa lebih menghargai istrinya .


" Hari ini aku dirumah , aku ingin bicara denganmu "


Hiro melihat Mayleen menutup laptopnya , gadis itu tiba tiba berdiri hingga tangan Hiro terlepas dari pinggang ramping itu .


" Aku temani sarapan dulu setelah itu kau bisa bicara panjang lebar padaku . Kau akan butuh banyak energi untuk membujukku "


Hiro tergelak mendengarnya , dia kemudian mengikuti langkah istrinya menuju dapur .


" Kau ingin makan apa ?? "


" Memakanmu .... "


" Aku serius sayang , aku sangat merindukan dirimu "


Mayleen mengambil dua lembar roti yang masing masing di oles dengan selai coklat dan strawberry . Sarapan termudah yang bisa ia buat tanpa mengambil resiko mengacaukan dapur ibu mertuanya kembali .


Setelah selesai dengan selainya Mayleen meletakkan kue buatannya di depan suaminya .


" Terimakasih sayang ... ini akan menjadi sarapan terindah di hidupku . Ngomong ngomong ibu mana ? Dari tadi aku tak melihatnya ? Biasanya jam segini dia akan memotong tanaman bonsainya " tanya Hiro sambil melahap roti didepannya .

__ADS_1


" lbu sedang menghadiri pameran ikan di pusat kota , tadi ibu bilang ikan incarannya ada di sana ! Ibu sempat mengajakku tadi tapi hari ini tugas kuliahku sedang banyak sekali . Enak ?! " tanya Mayleen yang melihat dalam waktu sekejap sang suami sudah menghabiskan dua lembar roti buatannya .


" Sangat enak , terimakasih ! Waktu itu kenapa harus bohong padaku ?! Kau bilang Paman dan Deniel akan mengurus perpisahan kita . KU bahkan memintaku untuk tidak menemuimu lagi ... rasanya sakit sekali ketika mengingatnya sayang "


Hiro meraih tubuh istrinya yang sedang berdiri di sampingnya untuk menuangkan susu di gelas suaminya . Pria itu merengkuh erat tubuh sang istri yang sudah duduk di atas pangkuannya .


" Sayaanngg .... kangen " lirih Hiro menggigit lembut pundak istrinya .


Mayleen menatap sang suami , di belainya lembut wajah yang juga sangat ia rindukan itu . Dengan perlahan di usapnya ujung bibir sang suami dengan menggunakan ibu jarinya hingga pria itu memejamkan matanya .


" Kau ingat Boo ?? Aku pernah menandai bibir ini agar selalu menyebut namaku ... hanya namaku ! Tapi bibir ini malah menyakitiku dengan sangat dalam , bukan cinta yang keluar dari bibir ini ... tapi kebencian . Cinta seperti apa yang ingin kau punya untukku ??! Apakah cintamu padaku membuatmu begitu tersiksa ? "


" Sayang ... "


Hiro menggeram pelan ketika wanita di atasnya mulai membelai rahang kokohnya . Wajah cantik itu hanya berjarak beberapa centi saja darinya .


" Aku milikmu ... kau pemilik hidupku ... apa hal itu begitu sulit kau mengerti ?! Aku tahu cemburumu dan kegilaanmu adalah wujud cintamu . Aku tahu rasa rindumu pasti sangat menyiksamu ... tapi kenapa kau tak bisa mengerti !!? Jika aku juga merindukanmu ... jika aku juga merasa cemburu ketika melihatmu bersama relasi relasi wanitamu ... jika aku juga tergila gila pada suamiku "


Hiro langsung meraup bibir istrinya , ia tak bisa lagi menahan rasa rindunya yang sudah berada pada puncaknya .


" Aku mencintaimu sayang ... Maafkan aku , sungguh aku tak pernah bermaksud menyakitimu "

__ADS_1


" Aku tahu ... aku juga mencintaimu "


__ADS_2