Hurt

Hurt
83


__ADS_3

" Sudah kau selesaikan tugasmu ?! " tanya seseorang pada pria muda yang saat ini sedang tiduran di atas ranjang hotelnya .


" Aku hanya mengeksekusi karena para senior tidak mau lagi mengotori tangan mereka dengan darah . Cihh .. alasan yang menyebalkan !! Aku jauh jauh kesini hanya di manfaatkan oleh mereka saja " jawab Oliver masih dengan memejamkan matanya .


" Kau pernah bilang ingin berhenti dari pekerjaan ini , kau serius !? "


" Aku ingin mempunyai keluarga sendiri dan aku tidak mau mereka ada dalam bahaya hanya karena pekerjaanku . Tapi akan butuh proses panjang untuk melepaskan pekerjaan yang dulu aku anggap keren ini !! "


Wanita cantik berambut pirang itu hanya tertawa , dia adalah salah satu teman Oliver di negara kangguru ini . Mereka pernah bekerja untuk menyelesaikan satu kasus yang sama .


" Kau yakin tidak membutuhkan aku untuk menghangatkan ranjangmu ?!! "


" Ckk pergilah !! Sebentar lagi aku ada acara , bos ingin aku mengawasi bandar yang nanti sore akan bertransaksi di gedung A "


Wanita berambut pirang itu hanya menghela nafas panjang , sudah berkali kali ia mencoba untuk menawarkan dirinya tapi pria itu tidak pernah mau menyentuhnya . Oliver benar benar membuatnya tergila gila .


" Kenapa kau tidak pernah mau menyentuhku ?? Aku cantik dan badanku lumayan bagus aku rasa .... "


" Kau cantik sekali tapi aku tidak akan menyentuh wanita jika tanpa cinta . Kau sahabatku dan aku tidak akan merusakmu "


" Apa kau masih perjaka ?? "


" Pertanyaan yang tidak perlu kujawab !!! "


" lm serious ... "


Bukannya menjawab Oliver malah bangkit dan berjalan menuju ke kamar mandi .

__ADS_1


" Aku mau mandi dan aku harap ketika selesai kau sudah keluar dari kamar ini . Kau membuatku pusing hari ini ... "


Wanita itu hanya tersenyum , walau ia sering membuat pria itu kesal tapi Oliver akan selalu bersikap lembut padanya . Dan itu yang membuatnya jatuh cinta pria tampan berkulit eksotis itu .


" Ya sudah aku pergi , tapi kau bisa menelponku kapan saja jika kau berubah pikiran !! " teriaknya pada pria yang sudah mengunci dirinya di kamar mandi .


Wanita pirang itu akhirnya keluar dari kamar hotel Oliver tapi karena terburu buru ia lupa untuk menutup rapat pintu kamar itu .


Setelah beberapa saat Oliver selesai mandi , dengan hanya berbalut handuk sebatas pinggang ia berjalan menuju lemari kecil tempat ia menyimpan baju bajunya .


Tapi matanya mengernyit ketika melihat seorang wanita berbaring di atas ranjangnya . Dia bisa mendengar isakan tertahan dari wanita itu dan sepertinya Oliver tidak asing dengan postur wanita itu .


" Jangan tinggalkan aku ... " lirih wanita itu .


Belum sempat memakai bajunya Oliver di buat penasaran dengan wanita berambut panjang yang tergeletak di ranjangnya . Benar , itu adalah wanita yang sama yang ia temui di dalam pesawat . Yang akhir akhir ini sering melintas di dalam pikirannya .


" Hei ... bangun ! Kau salah kamar Nyonya "


Oliver melihat kartu pembuka pintu dengan nomor 909 yang masih ada di tangan wanita itu , dia tahu kamar itu ada di lantai teratas hotel yang pastinya hanya bisa di sewa oleh orang orang tertentu berkantong tebal . Sedang kamarnya bernomor 606 , kamar hotel yang dia sewa selama tugasnya belum selesai di negara ini .


" Aku mencintaimu ... sangat mencintaimu "


" Ehhhh ... kau !! Jangan memancingku Nyonya "


Oliver terkejut ketika wanita itu merengkuh lehernya hingga dia terjatuh tepat di atas wanita itu . Entah kenapa hatinya berdesir hebat , detak jantungnya bertalu ketika merasakan aroma bunga yang menguar dari tubuh wanita di bawahnya .


Mungkin karena sedikit lengah wanita itu kemudian dengan mudah merubah posisinya menjadi di atasnya . Pandangan mata sayu itu membuat hatinya tersentuh , Oliver tahu wanita itu sedang sangat terluka .

__ADS_1


" Aku mencintaimu Rey ... jangan tinggalkan aku "


" Aku bukan .... Arrgghhh !! " Oliver tak bisa mengontrol suaranya ketika dia merasakan benda basah dan kenyal mulai menyusuri tengkuk dan lehernya .


Setiap sentuhan kecil wanita itu benar benar menerbangkan akal sehatnya , apalagi saat bibir mereka bertaut . Bibir manis itu membuatnya sedikit kewalahan dan tanpa terasa sesuatu sudah berdiri tegak di bawah sana .


" Oh God ... cukup Nyonya " desis Oliver yang melihat Astika menurunkan gaunnya dan sekaligus melepas dua penutup terakhirnya .


Walau bibirnya mengatakan agar Astika berhenti tapi tangannya tak sanggup untuk tidak menyentuh tubuh wanita yang sudah sepenuhnya polos itu . Semua yang ada di depannya membuatnya gila !!


Oliver tersenyum ketika wanita di bawahnya menggelinjang hebat ketika dua jarinya bermain cepat di bawah sana . Di gigitnya lembut pucuk bukit yang sudah terlihat sedikit berkeringat hingga wanita di bawahnya tak berhenti mengeluarkan suara suara indahnya .


" Kau yang memintanya , jangan salahkan aku karena kau sudah membuatku gila !! "


Oliver melebarkan kedua kaki wanita di bawahnya dan di bawanya dua kaki itu ke atas pundaknya . Perlahan tapi pasti ia mulai memasuki liang yang ada di lembah berumput halus yang dari awal sudah membuatnya hilang akal .


" Euuughhh ... faster pleaseee " desis Astika merasakan gerakan yang membuatnya terbang ke langit ke tujuh .


" As you wish honey .... "


Benar saja , Oliver mulai menggila dengan mempercepat gerakannya . Dia tak peduli jika setelahnya akan ada masalah besar antara dia dan wanita yang berada di bawahnya . Yang dia tahu saat ini dia harus bisa membawa mereka di puncak ******* surga dunia .


Suara d*sahan dan jeritan menghiasi kamar itu , beradunya dua kulit membuat mereka berdua berkeringat . Hingga akhirnya mereka menjerit bersama dengan tubuh Oliver yang jatuh diatas tubuh polos Astika .


Oliver mencium kening wanita dalam rengkuhannya cukup lama , sepertinya Astika sudah terlelap karena kelelahan . Walau semua ini terjadi di luar kendalinya tapi Oliver akan tetap mempertanggung jawabkan semua yang sudah dia lakukan .


" Jangan salahkan aku jika setelah ini seumur hidup aku akan terus mengganggumu "

__ADS_1


__ADS_2