
" Sudah kau selesaikan tugasmu ?! " tanya seseorang pada pria muda yang saat ini sedang tiduran di atas ranjang hotelnya .
" Aku hanya mengeksekusi karena para senior tidak mau lagi mengotori tangan mereka dengan darah . Cihh .. alasan yang menyebalkan !! Aku jauh jauh kesini hanya di manfaatkan oleh mereka saja " jawab Oliver masih dengan memejamkan matanya .
" Kau pernah bilang ingin berhenti dari pekerjaan ini , kau serius !? "
" Aku ingin mempunyai keluarga sendiri dan aku tidak mau mereka ada dalam bahaya hanya karena pekerjaanku . Tapi akan butuh proses panjang untuk melepaskan pekerjaan yang dulu aku anggap keren ini !! "
Wanita cantik berambut pirang itu hanya tertawa , dia adalah salah satu teman Oliver di negara kangguru ini . Mereka pernah bekerja untuk menyelesaikan satu kasus yang sama .
" Kau yakin tidak membutuhkan aku untuk menghangatkan ranjangmu ?!! "
" Ckk pergilah !! Sebentar lagi aku ada acara , bos ingin aku mengawasi bandar yang nanti sore akan bertransaksi di gedung A "
Wanita berambut pirang itu hanya menghela nafas panjang , sudah berkali kali ia mencoba untuk menawarkan dirinya tapi pria itu tidak pernah mau menyentuhnya . Oliver benar benar membuatnya tergila gila .
" Kenapa kau tidak pernah mau menyentuhku ?? Aku cantik dan badanku lumayan bagus aku rasa .... "
" Kau cantik sekali tapi aku tidak akan menyentuh wanita jika tanpa cinta . Kau sahabatku dan aku tidak akan merusakmu "
" Apa kau masih perjaka ?? "
" Pertanyaan yang tidak perlu kujawab !!! "
" lm serious ... "
Bukannya menjawab Oliver malah bangkit dan berjalan menuju ke kamar mandi .
__ADS_1
" Aku mau mandi dan aku harap ketika selesai kau sudah keluar dari kamar ini . Kau membuatku pusing hari ini ... "
Wanita itu hanya tersenyum , walau ia sering membuat pria itu kesal tapi Oliver akan selalu bersikap lembut padanya . Dan itu yang membuatnya jatuh cinta pria tampan berkulit eksotis itu .
" Ya sudah aku pergi , tapi kau bisa menelponku kapan saja jika kau berubah pikiran !! " teriaknya pada pria yang sudah mengunci dirinya di kamar mandi .
Wanita pirang itu akhirnya keluar dari kamar hotel Oliver tapi karena terburu buru ia lupa untuk menutup rapat pintu kamar itu .
Setelah beberapa saat Oliver selesai mandi , dengan hanya berbalut handuk sebatas pinggang ia berjalan menuju lemari kecil tempat ia menyimpan baju bajunya .
Tapi matanya mengernyit ketika melihat seorang wanita berbaring di atas ranjangnya . Dia bisa mendengar isakan tertahan dari wanita itu dan sepertinya Oliver tidak asing dengan postur wanita itu .
" Jangan tinggalkan aku ... " lirih wanita itu .
Belum sempat memakai bajunya Oliver di buat penasaran dengan wanita berambut panjang yang tergeletak di ranjangnya . Benar , itu adalah wanita yang sama yang ia temui di dalam pesawat . Yang akhir akhir ini sering melintas di dalam pikirannya .
" Hei ... bangun ! Kau salah kamar Nyonya "
Oliver melihat kartu pembuka pintu dengan nomor 909 yang masih ada di tangan wanita itu , dia tahu kamar itu ada di lantai teratas hotel yang pastinya hanya bisa di sewa oleh orang orang tertentu berkantong tebal . Sedang kamarnya bernomor 606 , kamar hotel yang dia sewa selama tugasnya belum selesai di negara ini .
" Aku mencintaimu ... sangat mencintaimu "
" Ehhhh ... kau !! Jangan memancingku Nyonya "
Oliver terkejut ketika wanita itu merengkuh lehernya hingga dia terjatuh tepat di atas wanita itu . Entah kenapa hatinya berdesir hebat , detak jantungnya bertalu ketika merasakan aroma bunga yang menguar dari tubuh wanita di bawahnya .
Mungkin karena sedikit lengah wanita itu kemudian dengan mudah merubah posisinya menjadi di atasnya . Pandangan mata sayu itu membuat hatinya tersentuh , Oliver tahu wanita itu sedang sangat terluka .
__ADS_1
" Aku mencintaimu Rey ... jangan tinggalkan aku "
" Aku bukan .... Arrgghhh !! " Oliver tak bisa mengontrol suaranya ketika dia merasakan benda basah dan kenyal mulai menyusuri tengkuk dan lehernya .
Setiap sentuhan kecil wanita itu benar benar menerbangkan akal sehatnya , apalagi saat bibir mereka bertaut . Bibir manis itu membuatnya sedikit kewalahan dan tanpa terasa sesuatu sudah berdiri tegak di bawah sana .
" Oh God ... cukup Nyonya " desis Oliver yang melihat Astika menurunkan gaunnya dan sekaligus melepas dua penutup terakhirnya .
Walau bibirnya mengatakan agar Astika berhenti tapi tangannya tak sanggup untuk tidak menyentuh tubuh wanita yang sudah sepenuhnya polos itu . Semua yang ada di depannya membuatnya gila !!
Oliver tersenyum ketika wanita di bawahnya menggelinjang hebat ketika dua jarinya bermain cepat di bawah sana . Di gigitnya lembut pucuk bukit yang sudah terlihat sedikit berkeringat hingga wanita di bawahnya tak berhenti mengeluarkan suara suara indahnya .
" Kau yang memintanya , jangan salahkan aku karena kau sudah membuatku gila !! "
Oliver melebarkan kedua kaki wanita di bawahnya dan di bawanya dua kaki itu ke atas pundaknya . Perlahan tapi pasti ia mulai memasuki liang yang ada di lembah berumput halus yang dari awal sudah membuatnya hilang akal .
" Euuughhh ... faster pleaseee " desis Astika merasakan gerakan yang membuatnya terbang ke langit ke tujuh .
" As you wish honey .... "
Benar saja , Oliver mulai menggila dengan mempercepat gerakannya . Dia tak peduli jika setelahnya akan ada masalah besar antara dia dan wanita yang berada di bawahnya . Yang dia tahu saat ini dia harus bisa membawa mereka di puncak ******* surga dunia .
Suara d*sahan dan jeritan menghiasi kamar itu , beradunya dua kulit membuat mereka berdua berkeringat . Hingga akhirnya mereka menjerit bersama dengan tubuh Oliver yang jatuh diatas tubuh polos Astika .
Oliver mencium kening wanita dalam rengkuhannya cukup lama , sepertinya Astika sudah terlelap karena kelelahan . Walau semua ini terjadi di luar kendalinya tapi Oliver akan tetap mempertanggung jawabkan semua yang sudah dia lakukan .
" Jangan salahkan aku jika setelah ini seumur hidup aku akan terus mengganggumu "
__ADS_1