Hurt

Hurt
71


__ADS_3

Abbio segera melangkah mendekat pada gadisnya yang sedang berdiri mematung tak jauh darinya .


" Sayang aku minta maaf .. aku tahu aku salah . Aku hanya menuruti emosiku ! ljinkan aku ingin bicara ... empat mata " kata Abbio sambil melirik Hiro seakan meminta pria itu segera pergi dari tempat itu .


Hiro yang tahu dengan situasi itu segera beranjak dan menghampiri Anna yang masih berdiri di belakangnya .


" Apa tidak apa apa jika aku tinggalkan kalian untuk berbicara ?! "


Anna menggelengkan kepalanya pelan , terlihat gadis itu menghembuskan nafasnya beberapa kali .


" Aku rasa tidak ada yang perlu kami bicarakan lagi . Dulu aku pernah mengatakan padanya untuk tidak mencariku lagi karena aku sudah memaafkannya bahkan sebelum ia memintaku untuk itu . Tidak ada masalah yang harus kami bahas lagi ... Antar aku pulang sekarang . Aku sudah lelah "


Abbio tertunduk mendengar kata kata dari gadisnya , dia juga masih ingat jika Anna pernah mengatakan hal itu padanya . Jika kebenaran telah terungkap gadis itu meminta agar dirinya tidak lagi mencarinya karena sebuah maaf sudah di berikan padanya .


" Sayang aku mohon ... sekali ini saja !! "


" Maaf tuan Abbio , tapi ini sudah terlalu malam untuk bicara . Mungkin besok kalian punya waktu yang lebih banyak untuk membahas semua masalah kalian . Besok pikiran kalian juga sudah tenang . Apa aku benar Ann ?? "


Anna sama sekali tidak menjawab , gadis itu melangkahkan kakinya ke arah mobil milik Hiro yang terparkir di area pinggir pantai . Hiro menarik bahu Abbio ketika pria itu ingin memaksa berlari menyusul Anna .


" Jangan paksa dia untuk bicara sekarang Tuan Abbio . Beri dia waktu untuk menata hatinya , kau pikir mudah melihatmu lagi setelah penghinaan yang sudah kau lakukan padanya ??! Aku memang menyukainya tapi aku mau kita bersaing dengan sehat . Bukankah pria terhormat selalu melakukan itu ?? "

__ADS_1


Abbio terpaku di tempatnya , Hiro benar ... mungkin Anna masih terkejut dengan kehadirannya yang tiba tiba . Dia hanya bisa melihat gadis itu perlahan menjauh darinya . Ternyata sesakit ini ketika melihat orang yang kita cintai tidak mau melihat ke arahnya sekalipun .


Sekarang ia sadar betapa sakitnya hati Anna ketika ia beri penghinaan sebesar itu . Dan gadis itu bahkan sudah memaafkannya sesaat sesudah ia menghinanya habis habisan .


Sementara di dalam mobil Hiro hanya bisa menarik nafasnya dalam dalam ketika melihat gadis disampingnya menahan isakannya . Dia tahu Anna tidak mau menangis di depannya .


" Akan menjadi sakit jika kau terus menahannya ... menangislah Ann !! Tenang saja itu tidak akan menggangguku , kurasa suaramu cukup bagus "


Anna mencubit lengan Hiro hingga pria itu meringis kesakitan , pria itu selalu saja bisa merusak momen sedihnya ketika ia mengingat semua perlakuan Abbio padanya .


Pria itu selalu bisa membuatnya tersenyum dengan kata kata konyolnya . Hiro sepertinya tidak pernah membiarkan ia berlarut larut terpuruk karena perlakuan putra sulung Al Shamma itu .


" Apa itu sebuah pertanyaan ?? "


" Bukan , hanya sebuah pernyataan bahwa ternyata kau masih sangat mencintainya walau kau sudah berusaha keras untuk melupakannya " kata Hiro yang saat ini sudah menghentikan mobilnya karena mereka sudah sampai di depan resort di mana Anna tinggal .


" Cintaku belum sedalam itu ... "


" Mungkin dulu cintamu belum sedalam itu padanya , tapi setelah kejadian itu tidak sedetikpun dalam nafasmu tidak menyebut namanya ! Tanpa sadar pria itu sudah menguasai hati dan pikiranmu "


" Aku membencinya ... aku sangat membencinya !! "

__ADS_1


" Kebencianmu tidak lebih besar dari rasa cintamu padanya ... "


Akhirnya pecah juga tangis gadis itu , ia luapkan semua rasa yang sedari tadi ia tahan . Dia tak mampu membenci pria yang sudah menyakitinya begitu dalam . Pria yang selalu bersikap keras padanya , tak pernah bermulut manis tapi entah kenapa itu semua membuatnya nyaman .


*


Sementara saat ini Safa sedang tersenyum lebar karena melihat Oliver benar benar membelikannya satu kue tart besar hingga ada dua pegawai toko kue yang membantu untuk membawanya . Terlihat juga seorang pegawai toko membawa sebuah meja , mungkin Oliver yang memintanya untuk meletakkan kue yang ia beli .


" Kau gila !!! Kau benar benar membawa kue raksasa .... " ujar Safa sambil terbahak .


" Tadi kau yang memintanya , malam ini kita akan lembur untuk menghabiskannya hingga tak bersisa "


" lde bagus ... "


" Tak akan kubiarkan dia makan kue kampungan itu .... "


" Sepertinya kita kedatangan tamu .. " kata Oliver menatap malas pria yang baru saja datang di tengah tengah mereka .


" Kau .... "


" Kau pikir aku akan melepasmu dengan mudah setelah malam itu !!!? Kau milikku !! "

__ADS_1


__ADS_2