Hurt

Hurt
85


__ADS_3

Sudah satu hari setelah kepindahannya di rumah sakit tempat Zahid di rawat gadisnya tidak juga terlihat . Abbio khawatir jika Anna tidak tahu dengan kabar kepindahannya . Dan gadis itu pasti menduga bahwa ia kembali meninggalkannya .


" Dad , apa Anna tahu jika aku sudah dipindah di rumah sakit ini ?! "


" Hemmm ... "


" Dad please ... " ucap Abbio yang melihat sang Daddy sibuk dengan laptop yang biasa ia gunakan untuk mengecek pekerjaannya di Dubay .


" Jangan berisik , kau bukan anak kecil lagi yang harus selalu di tunggui kan !?? Daddy sedang melihat laporan yang Bryan berikan . Beberapa hasil meeting dengan rekanan kita dan laporan keuangan perusahaan . Kau dan Zahid sudah dua hari ini membuat Bryan kalang kabut "


Abbio terdiam karena apa yang diucapkan Daddynya memang nyata . Beberapa hari ini dia dan adiknya terlalu sibuk mengejar gadis mereka hingga sedikit lalai dengan tanggung jawabnya .


" Maaf Dad ... "


Setelah selesai memeriksa laporannya Gaffar tampak bangkit , dia terlihat sedikit kesal karena sang istri betah berada di kamar sebelah , kamar tempat Zahid di rawat .


" Daddy susul ibumu sebentar , awas saja jika bocah itu membuat repot istri Daddy "


Abbio hanya menatap sang Daddy malas , pria itu bahkan lebih mengkhawatirkan keadaan istrinya daripada dia dan Zahid yang terbaring di ranjang pasien .


TOKKK ..... TOKKKK


Abbio sengaja tidak menoleh karena ia menganggap sang Daddy yang kembali masuk ke kamar .


" Hai .... "

__ADS_1


Suara lembut seorang wanita membuatnya sedikit tersentak , di ujung pintu ia melihat seorang wanita cantik sedang tersenyum padanya . Sepertinya baru sekali ini ia melihatnya .


Tapi Abbio langsung beranjak dari ranjang pasien ketika melihat siapa yang ada di belakang wanita cantik itu . Seseorang yang membuat ia dan adiknya harus terkapar di rumah sakit .


" Kau ... b*ngsat !!!! Untuk apa kau kesini hahhh !!?? "


Diva menarik lengan sang suami yang sudah ingin merangsek maju menghampiri Abbio di ranjang pasiennya . Divavtshunbensr apa yang akan di lakukan oleh belahan jiwanya itu .


" Berani berteriak sekali lagi di depannya maka aku pastikan kau ada di alam kuburmu !!! " geram Adam yang tidak pernah suka jika ada seseorang yang berkata kasar atau berteriak di depan istri dan anak anaknya .


" Mas ... tidak apa apa . Wajar jika dia marah , kau yang sudah membuatnya menjadi seperti itu " kata Diva mencoba memenangkan suaminya .


" Maaf Nyonya ... aku tidak bermaksud membentakmu "


" Aku tahu , bagaimana dengan keadaanmu apa sudah lebih baik !? " tanya Diva sambil melangkah ke stsh saudara tiri suaminya itu .


Diva tertawa kecil melihat permusuhan antara suaminya dan saudara tirinya yang menurutnya sangat lucu . Diva tahu ada maksud tertentu kenapa sang suami melakukan semua ini , dan pasti adalah hal yang baik .


Adam adalah sniper handal jadi dia hanya akan menembak bagian bagian vital musuhnya , dan bahu bukankah bagian yang bisa mematikan Abbio .


" Tadi kami mampir sebentar ke resort karena baby Ava ingin bertemu aunty aunty nya . Tapi sepertinya dua gadis itu sudah pindah dari sana . Pemilik resort mengatakan jika kemarin malam mereka pindah dari sana "


" APPAAAA ..... "


*

__ADS_1


Astika lega ketika sudah berhasil pindah dari hotel tempatnya semula menginap . Dia benar benar tidak ingin bertemu dengan pria muda yang sudah kembali mengingatkannya pada kesalahan kesalahannya .


Walau tidak di sengaja tapi dia sudah menghangatkan ranjang pria muda itu . Beberapa jam lagi dia harus menghadiri pernikahan Reyhan , mantan suaminya itu menikahi gadis muda putri dari pemilik perusahaan di mana pria itu bekerja .


Ada sedikit terselip rasa sakit ketika tahu bisa secepat itu sang mantan bisa move on darinya . Padahal dia tahu seberapa besar cinta Reyhan padanya . Pria itu bahkan masih sudi bertahan di sampingnya walau tahu dia bukanlah wanita baik .


" Sayang , sudah jangan selalu mrmikirkan Reyhan ! Jika dia sudah menemukan jalan kebahagiaannya maka Daddy harap kau juga bisa sepertinya "


" Ehhh ... Dad !! Aku tidak sedang melamun "


" Dua puluh tujuh tahun aku menjadi Daddymu sayang , aku mengenalmu lebih dari siapapun "


Ya , dia pindah ke hotel tempat Daddynya menginap . Baru beberapa jam yang lalu pemilik Nusa Corp itu datang ke Australia bermaksud ingin menghadiri pernikahan mantan menantunya .


" Jangan bahas itu lagi Dad , ini Astika bawa sarapan karena aku yakin Daddy tidak makan apa apa ketika ada di pesawat "


" Disini ada dua kamar sayang , kenapa kau harus menyewa kamar lain ??! Apa kau sedang dekat dengan seseorang di tempat ini ? Kau malu jika Daddy mengetahuinya !? "


Astika hanya terdiam , ia pura pura sibuk menyiapkan sarapan di meja . Walau bagaimanapun ia tahu Daddynya masih ketat menjaganya . Dulu setelah mendapat talak ia pernah menenggelamkan dirinya di pantai .


Sebenarnya waktu itu dia hanya bermaksud melepas semua beban di hatinya dengan menyelam di laut , tapi Daddynya mengira bahwa ia ingin menghilangkan nyawanya sendiri . Sejak saat itu John Effendy sangat ketat menjaganya .


Setelah selesai sarapan dan membereskan semua Astika pamit kembali ke kamar untuk bersiap siap untuk datang ke pernikahan Reyhan . Dia dan Daddynya akan datang bersama kesana .


Tapi dia di kejutkan dengan kehadiran seorang pria yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya . Pria itu menatap tajam dirinya seolah olah dia adalah buronan yang lari dari selnya .

__ADS_1


Pria itu datang padanya dengan dua tangan yang sudah merengkuh pinggangnya .


" Berniat lari dariku honey ??!! "


__ADS_2