
Anna tersipu malu ketika menyadari saat membuka matanya ia sudah ada di dalam rengkuhan sang suami , jantungnya berdetak kencang ketika tangannya melingkar pada perut liat Abbio yang kebetulan tidak mengenakan atasan .
" Hei sayang ... kau sudah bangun ? "
" Maaf aku ketiduran tadi , apa aku sudah terlalu lama tidur ? "
" Kita melewatkan makan malamnya , tapi tidak apa apa aku sudah menjelaskan pada mereka jika kau sedang tidur . Apa sekarang kau lapar ?? " tanya Abbio dengan satu tangan menarik lembut pinggang sang istri agar lebih merapat ke dada bidangnya .
" He em ... "
" Tadi aku sempat ke dapur untuk mengambil roti dan susu , sengaja aku siapkan karena aku tahu kau pasti akan terbangun tengah malam karena perutmu lapar . Sekarang bangun dan makanlah .... "
Abbio hanya tersenyum melihat istrinya menghabiskan dua iris roti dan satu kotak susu coklat yang tadi ia bawa dari dapur . Sepertinya Anna memang sedang benar benar lapar .
" Mau aku ambilkan lagi sayang ?? "
" Udah ... terimakasih "
" Ya sudah sekarang giliranku untuk makan " ujar Abbio dengan senyum penuh artinya .
Sepertinya sang istri belum menyadari bahwa sekarang ia hanya mengenakan dua penutup ditubuhnya . Tadi mungkin saking ngantuknya tanpa sadar ia tidur dengan mengenakan bathrobenya saja , dan saat ia tidur tali bathrobenya tak sengaja terlepas .
" Aku ambil makanan dulu di bawah ya , roti dan susunya habis ... "
Tapi tangan kekar itu malah menariknya kembali hingga ia jatuh ke pelukan suaminya yang saat ini sedang tiduran di ranjang .
" Kak ... "
__ADS_1
" Aku memang ingin makan sayang tapi bukan makan roti ... kamu ! Aku ingin makan kamu " bisik Abbio yang kemudian membalik keadaan hingga saat ini dia berada di atas tubuh istrinya .
" Ehhmm tapi ... "
" Boleh ???? "
Dengan raut yang sudah memerah Anna mengangguk pelan , biar bagaimanapun sekarang ia sudah berkewajiban untuk melayani suaminya . Tapi sesaat kemudian wajah Abbio berubah menjadi kesal ketika sekali lagi ia harus mendengar suara suara laknat dari samping kamarnya .
" Ya Tuhan mereka benar benar !! Brengsek kau Za !! " umpat Abbio dalam hati .
Dengan senyum yang sedikit dipaksakan ia kecup sekilas bibir istrinya , kemudian ia menarik lembut agar sang istri bangun bersamanya .
" Kak ?? Apa kakak mendengarnya ?? Aku samar mendengar tangisan perempuan ... jangan jangan !! " Anna langsung mendekap tubuh sang suami dengan raut ketakutan .
Abbio merutuki dua pasangan newbie yang ada di samping kamarnya . Suara yang di dengar Anna bukanlah suara tangisan tapi d*sahan tertahan dari kamar sebelahnya . Mungkin Zahid lupa jika rumah sederhana mertuanya ini tidak punya peredam suara seperti di mansion mereka .
" Pakai bajumu sayang , kita jalan jalan sebentar ya ! '
" Kemana ? "
" Ke tempat yang tidak berisik "
Setelah mengenakan baju mereka segera keluar menuju mobil yang terparkir di samping rumah . Dan Anna terkejut ketika mereka malah sampai di pelataran hotel mewah .
" Kak ... kok ke hotel sih jalan jalannya "
" Nggak leluasa kalau dirumah sayang ! Aku tak mau suaramu dan suaraku ketika bercinta bisa di dengar oleh ibu atau kedua adikmu "
__ADS_1
" Ya kita tutup mulut saja , mudah bukan ?? "
" Ckk tidak semudah itu sayaaaanngg ... "
Anna hanya menurut ketika Abbio menggandengnya menuju kamar yang tadi sudah booking di resepsionis bawah . Setelah sampai Abbio dengan tak sabar membawa wanitanya untuk segera masuk ke dalamnya .
Anna berdecak kagum ketika sudah berada di dalamnya , ada sebuah dinding kaca besar di mana dia bisa melihat pemandangan seluruh kota dengan kelap kelip lampu yang begitu indah .
" Kau suka sayang .... "
" Banget !!! lni indah banget ... "
Anna melengguh ketika merasakan sang suami mulai menelusuri tengkuk dan lehernya dari belakang . Dua tangan kekar itu pun pun tak tinggal diam , perlahan menurunkan resleting dress yang sedang ia kenakan .
" Kak ... tutup dulu jendelanya , malu " cicit Anna menahan baju yang akan tertanggal dengan kedua tangannya .
Abbio meraih remote dan menekan agar tirai dapat tertutup otomatis , setelah itu ia menyelesaikan pekerjaan yang sempat tertunda tadi . Satu persatu ia melepas kain yang menempel di tubuh istrinya .
Anna menutupi area sensitifnya dengan kedua tangannya , wajahnya sudah sepenuhnya memerah dengan mata yang terpejam . Baru kali ini dalam.hidupnya ia telanjang di depan seorang pria .
" Buka matamu sayang .... kenapa harus malu ? Aku suamimu "
" Akhh ... " jerit Anna ketika merasa tubuhnya dibopong oleh suaminya , tapi matanya mengernyit ketika ia bukan di bawa ke arah ranjang .
" Sabar sayang ... kita mandi dulu , sekalian pemanasan disana " kata Abbio tersenyum lebar melihat wajah istrinya yang sudah bersembunyi di dadanya .
~ Nunggu part enak enak pasti nih 😁😁 sabar ya next part pasti belah kedondong kok . Terimakasih masih mau setia membaca karya emak walau kemarin kemarin emak sempat telat up gegara liburan tengah semester anak plus malam tahun baru yang bikin ' lelah ' karena mau tak mau banyak sekali kegiatan yang bikin enak drop . Like vote n comen biar tambah rame 🙏🙏❤️❤️❤️❤️❤️ ~
__ADS_1