Hurt

Hurt
68


__ADS_3

Mereka sudah ada di mansion Adipraja saat ini , terlihat para wanita sibuk dengan acara barbeque mereka . Sedang Adam , Hiro dan Oliver terlihat sedang duduk di samping kolam ikan yang tak jauh dari para wanita mereka .


" Sudah lama sekali kita tidak bertemu tuan Hiro ... "


" Ya sepertinya begitu ! Salam kenal darimu masih berbekas di dadaku " jawab Hiro datar dengan menatap malas pria yang tak pernah sekalipun tersenyum itu .


" Aku kira kalian bertampang sangar , tak kusangka kalian seromantis itu hingga salam perkenalan pun bisa membekas di dada " kelakar Oliver sambil menyesap kopinya , matanya tak pernah lepas dari gadisnya yang saat ini sedang tertawa . Terlihat sangat cantik di matanya .


" Ya dia sangat romantis hingga dua peluru AK 47 bersarang di dadaku ... "


" Hahh !!! "


" Bukan salahku , kau berada di tempat yang salah waktu itu "


Waktu itu Hiro sedang bertamu di sebuah kamp milik salah satu rekan bisnisnya yang ternyata adalah seorang bandar obat terlarang . Dan kebetulan juga rekannya itu membuat masalah dengan keluarga Adipraja .


Dan kamp itu di luluh lantakkan oleh orang orang Adipraja yang waktu itu dipimpin langsung oleh Adam . Semua anak buah yang ia bawa mati tak bersisa dan rekannya pun mati di tempat . Dia harus koma beberapa hari karena dua buah peluru hadiah dari Adam bersarang tepat di dadanya .


" Kami sangat kehilangan dirimu dan tuan Alfian . Kalian adalah yang terhebat di antara orang orang hebat di dunia bawah "


Tak ada dendam di hati Hiro karena ia merasa memang ada di tempat yang salah waktu itu .


" Dunia kami sekarang lebih menyenangkan dan menenangkan "


Dari arah depan terlihat anak laki laki dengan postur tubuh tinggi berjalan mendekati mereka .

__ADS_1


" Ayah , ibu bilang semua sudah siap . Kalian di minta untuk kesana "


" Kami akan segera kesana boy .... "


" Putramu ?? "


" Putra pertamaku Gema Adipraja "


" Sepertinya mataku salah lihat , kenapa aku merasa dia tidak mirip denganmu ????!! "


Oliver menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika mendapat tatapan tajam dari salah satu pilar Adipraja itu . Tatapan yang mampu menghunus dadanya .


" Apa itu menjadi masalah untukmu Oliver ? Kau jauh lebih muda dariku , kau tidak keberatan jika aku panggil dengan namamu saja !? "


Oliver masih bergidik dengan tatapan itu , Hiro benar jika pria yang ada di antara mereka itu memang seperti dewa kematian . Badan yang penuh tatto membuatnya menjadi lebih menakutkan .


Dan kembali Oliver maupun Hiro dibuat heran dengan kelakuan dewa kematian itu . Aura dingin dan mencekam itu berubah total ketika pria itu ada di depan istri dan anak anaknya . Bahkan saat ini dengan kelembutan Adam sedang menyuapi baby Ava yang sangat lahap memakan sosis bakar .


" Ayah ... lagi !! "


" Perutmu sudah buncit begitu sayang , tidak baik jika terlalu kenyang . Nanti kau tidak bisa lari lari sama kakak "


" Hei cantik !! Kau bisa makan sosis Uncle jika mau , ayahmu memang pelit !! " kata Oliver yang juga gemas melihat balita cantik itu .


" Ckk ... kau belum dapat salam kenal dariku Oliver , jika mau aku bisa ambil pisau pengiris daging itu dan menancapkan di ulu hatimu !! "

__ADS_1


" Masss ... !!!!! "


Terdengar suara Diva memekik dengan pandangan tak suka pada suaminya . Seperti ibu ibu lain di dunia , dia tak suka jika ada orang berkata kasar atau yang mengandung kekerasan di depan anak anaknya .


" Ya sayang ... maaf !! Kelepasan tadi "


" Ava kesini sama ibu dan Gema jika sudah selesai makan kerjakan PR mu di kamar . Kalian para pria memang begitu , tidak bisa mengontrol mulut jika di depan anak anak " gerutu Diva sambil berjalan untuk mengambil putrinya .


" Haisshh ... "


Adam terpaksa melepas Ava dari pangkuannya karena balita gembul itu ingin bersama ibu dan kedua aunty nya . Baginya anak anaknya adalah dunianya saat ini , dan sampai kapan pun ia tak akan bisa melepasnya .


Sementara di meja lain para wanita juga terlihat sedang berbincang sambil menikmati daging barbeque yang baru saja mereka buat .


" Jangan memberinya harapan jika hatimu masih terisi namanya " ujar Diva yang sedari tadi dapat melihat mafia Jepang itu selalu menatap gadis di sampingnya penuh cinta .


" Kami sudah membicarakan ini Kak , hubungan kami hanya sebatas sahabat . Hiro tidak akan memaksakan perasaannya padaku ! "


" Tidak ada persahabatan murni antara pria dan wanita . Pasti akan ada perasaan yang terlibat di dalamnya . Seperti Oliver dan Safa , mereka bersahabat dari kecil tapi pria itu diam diam ternyata mencintai Safa " ujar Diva sambil tersenyum ke arah Safa .


" Apanya yang diam diam !!?? Gatel dia sih Kak !! " sahut Safa melirik sebal pada Oliver yang juga sedang menatapnya .


" Kakak bukan menghakimi atau menggurui , tapi ikuti kata hati kalian saja ! Jangan libatkan emosi untuk memutuskan sesuatu "


" lya Kak ... "

__ADS_1


__ADS_2