
Mereka sudah ada di mansion Adipraja saat ini , terlihat para wanita sibuk dengan acara barbeque mereka . Sedang Adam , Hiro dan Oliver terlihat sedang duduk di samping kolam ikan yang tak jauh dari para wanita mereka .
" Sudah lama sekali kita tidak bertemu tuan Hiro ... "
" Ya sepertinya begitu ! Salam kenal darimu masih berbekas di dadaku " jawab Hiro datar dengan menatap malas pria yang tak pernah sekalipun tersenyum itu .
" Aku kira kalian bertampang sangar , tak kusangka kalian seromantis itu hingga salam perkenalan pun bisa membekas di dada " kelakar Oliver sambil menyesap kopinya , matanya tak pernah lepas dari gadisnya yang saat ini sedang tertawa . Terlihat sangat cantik di matanya .
" Ya dia sangat romantis hingga dua peluru AK 47 bersarang di dadaku ... "
" Hahh !!! "
" Bukan salahku , kau berada di tempat yang salah waktu itu "
Waktu itu Hiro sedang bertamu di sebuah kamp milik salah satu rekan bisnisnya yang ternyata adalah seorang bandar obat terlarang . Dan kebetulan juga rekannya itu membuat masalah dengan keluarga Adipraja .
Dan kamp itu di luluh lantakkan oleh orang orang Adipraja yang waktu itu dipimpin langsung oleh Adam . Semua anak buah yang ia bawa mati tak bersisa dan rekannya pun mati di tempat . Dia harus koma beberapa hari karena dua buah peluru hadiah dari Adam bersarang tepat di dadanya .
" Kami sangat kehilangan dirimu dan tuan Alfian . Kalian adalah yang terhebat di antara orang orang hebat di dunia bawah "
Tak ada dendam di hati Hiro karena ia merasa memang ada di tempat yang salah waktu itu .
" Dunia kami sekarang lebih menyenangkan dan menenangkan "
Dari arah depan terlihat anak laki laki dengan postur tubuh tinggi berjalan mendekati mereka .
__ADS_1
" Ayah , ibu bilang semua sudah siap . Kalian di minta untuk kesana "
" Kami akan segera kesana boy .... "
" Putramu ?? "
" Putra pertamaku Gema Adipraja "
" Sepertinya mataku salah lihat , kenapa aku merasa dia tidak mirip denganmu ????!! "
Oliver menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika mendapat tatapan tajam dari salah satu pilar Adipraja itu . Tatapan yang mampu menghunus dadanya .
" Apa itu menjadi masalah untukmu Oliver ? Kau jauh lebih muda dariku , kau tidak keberatan jika aku panggil dengan namamu saja !? "
Oliver masih bergidik dengan tatapan itu , Hiro benar jika pria yang ada di antara mereka itu memang seperti dewa kematian . Badan yang penuh tatto membuatnya menjadi lebih menakutkan .
Dan kembali Oliver maupun Hiro dibuat heran dengan kelakuan dewa kematian itu . Aura dingin dan mencekam itu berubah total ketika pria itu ada di depan istri dan anak anaknya . Bahkan saat ini dengan kelembutan Adam sedang menyuapi baby Ava yang sangat lahap memakan sosis bakar .
" Ayah ... lagi !! "
" Perutmu sudah buncit begitu sayang , tidak baik jika terlalu kenyang . Nanti kau tidak bisa lari lari sama kakak "
" Hei cantik !! Kau bisa makan sosis Uncle jika mau , ayahmu memang pelit !! " kata Oliver yang juga gemas melihat balita cantik itu .
" Ckk ... kau belum dapat salam kenal dariku Oliver , jika mau aku bisa ambil pisau pengiris daging itu dan menancapkan di ulu hatimu !! "
__ADS_1
" Masss ... !!!!! "
Terdengar suara Diva memekik dengan pandangan tak suka pada suaminya . Seperti ibu ibu lain di dunia , dia tak suka jika ada orang berkata kasar atau yang mengandung kekerasan di depan anak anaknya .
" Ya sayang ... maaf !! Kelepasan tadi "
" Ava kesini sama ibu dan Gema jika sudah selesai makan kerjakan PR mu di kamar . Kalian para pria memang begitu , tidak bisa mengontrol mulut jika di depan anak anak " gerutu Diva sambil berjalan untuk mengambil putrinya .
" Haisshh ... "
Adam terpaksa melepas Ava dari pangkuannya karena balita gembul itu ingin bersama ibu dan kedua aunty nya . Baginya anak anaknya adalah dunianya saat ini , dan sampai kapan pun ia tak akan bisa melepasnya .
Sementara di meja lain para wanita juga terlihat sedang berbincang sambil menikmati daging barbeque yang baru saja mereka buat .
" Jangan memberinya harapan jika hatimu masih terisi namanya " ujar Diva yang sedari tadi dapat melihat mafia Jepang itu selalu menatap gadis di sampingnya penuh cinta .
" Kami sudah membicarakan ini Kak , hubungan kami hanya sebatas sahabat . Hiro tidak akan memaksakan perasaannya padaku ! "
" Tidak ada persahabatan murni antara pria dan wanita . Pasti akan ada perasaan yang terlibat di dalamnya . Seperti Oliver dan Safa , mereka bersahabat dari kecil tapi pria itu diam diam ternyata mencintai Safa " ujar Diva sambil tersenyum ke arah Safa .
" Apanya yang diam diam !!?? Gatel dia sih Kak !! " sahut Safa melirik sebal pada Oliver yang juga sedang menatapnya .
" Kakak bukan menghakimi atau menggurui , tapi ikuti kata hati kalian saja ! Jangan libatkan emosi untuk memutuskan sesuatu "
" lya Kak ... "
__ADS_1