
" " Kenapa malam malam pergi jalan jalannya nak , kalian berdua baru saja menikah ! Bagaimana jika terjadi apa apa ?? " kata Bu Titin yang siang itu sedang makan bersama anak anak dan menantunya .
Zahid dan Safa sudah pamit untuk kembali ke Dubay hari ini juga karena pekerjaan di perusahaan yang tak bisa ditinggal . Abbio sudah menyetujui cuti Bryan selama seminggu hingga mau tidak mau salah satu dari putra Al Shamma harus cepat pulang untuk mengurus perusahaan .
" Maaf Bu , semalam saya yang mengajak Anna keluar . Tidak tahu kenapa waktu itu saya hanya ingin mencari kuliner malam sambil cari angin . lbu tidak usah khawatir , saya pasti akan menjaga istri saya dengan baik "
" Bukan itu masalahnya nak , sudah ibu percayakan Anna padamu ! lbu hanya khawatir dia yang membuatmu repot "
" Dia tidak akan pernah membuat saya repot Bu , putri lbu adalah hidup saya . Dan jika berkenan ibu dan jagoan jagoan ini bisa ikut saya ke Dubay . Saya yang akan bertanggung jawab pada kalian karena kita sudah menjadi satu keluarga "
lbu Titin hanya tersenyum pada menantunya , ia bersyukur putrinya mempunyai pendamping hidup sebaik Abbio .
" Bukan ibu menolak niat baik Nak Abbio , tapi lbu sudah nyaman hidup di sini . Alhamdulilah usaha katering ibu juga sudah mulai maju pesat . Selama lbu masih bisa merawat mereka maka biarkan seperti itu . Kalian bisa sering sering datang kesini untuk menengok lbu dan adik adik kalian "
" Ibu .... " lirih Anna dengan air yang sudah menggenang di sudut matanya .
" Hei kau sudah jadi seorang istri , sebentar lagi jadi seorang ibu .... jangan cengeng Ann ! lbu akan bahagia jika melihat anak anak lbu bahagia . Jangan khawatirkan lbu atau adik adikmu disini , nak Violetta dan suaminya juga sangat memperhatikan kami . Banyak orang baik yang menjaga kami "
__ADS_1
Abbio kagum dengan prinsip dan keteguhan lbu Titin , walau dia tahu sang menantu adalah seorang pengusaha sukses tapi tidak sekalipun mau memanfaatkannya . Wanita parubaya itu masih bangga dengan hasil keringatnya sendiri .
Tak heran jika istrinya mempunyai sifat yang sama yaitu sederhana tapi berpendirian sangat kuat .
" Mungkin besok saya akan membawa Anna kembali ke Dubay karena saya tidak bisa meninggalkan perusahaan terlalu lama . Jika ibu atau jagoan jagoan ini ingin menengok kami maka jangan sungkan untuk mengabarkan pada saya . Saya akan siapkan semua untuk keberangkatan kalian "
" Tentu saja Nak , kau adalah putra ibu sekarang jadi aku tidak akan sungkan lagi "
Anna bahagia ketika melihat suaminya sangat mengasihi keluarganya . Apalagi kedua adiknya terlihat bisa begitu dekat dengan sang suami walau hanya beberapa kali mereka bertemu . Pria pemaksa itu bisa berubah menjadi imam yang baik untuk keluarganya .
" Hai cantik bisa kita berkenalan ?? Sungguh baru kali ini aku bertemu gadis semanis dirimu ... "
Rose hanya memandang sekilas darimana sumber suara itu berasal , tapi kemudian ia sama sekali tak mempedulikannya . Seorang pria pribumi yang mempunyai postur tubuh yang hampir sama dengan Bryan .
" Biasanya turis turis asing seperti dirimu sangat menyukai pria pribumi seperti kami . Kalian sering bilang kami seksi karena berkulit eksotis . Apa aku tidak terlihat seksi di matamu ??? " ujar pria itu melangkah mendekat pada Rose yang masih berjongkok di atas pasir pantai .
" Pergi ... " sinis Rose yang tak suka jika ada yang mengganggunya , lagipula ia tak ingin Bryan marah dengan keberadaan pria pribumi itu .
__ADS_1
" Aku hanya menjagamu Nona , kau bisa lihat kan kau sudah berjalan terlalu jauh di daerah yang lumayan sepi . Tidak baik jika seorang gadis sepertimu berjalan seorang diri . Tenang saja aku bukan seperti pria yang kau pikirkan ... Aku punya kafe di depan jika kau ingin mampir "
" Jangan ganggu aku ... "
Rose memandang sekelilingnya , dan pria itu benar sepertinya daerah itu lumayan sepi . Bryan juga belum kelihatan batang hidungnya setelah pamit membeli minuman . Karena takut Rose malah melangkah lebih jauh menelusuri pantai yang semakin lama malah semakin sepi . Hanya terlihat beberapa pria yang sepertinya sedang belajar surfing di pantai , dan dia bisa melihat tatapan.aneh mereka .
Pria pribumi itu tetap saja ada di belakangnya , sepertinya pria itu terus saja mengikuti kemana langkahnya . Hingga ...
BRUUGGHHH ...
Karena tak memperhatikan jalan Rose tersandung seonggok kayu yang melintang di tepi pantai .
" Hai kau tak apa apa ?? Kau menginap di hotel sekitar sini ? Kau ingat apa namanya kan ?? Aku antar kau kesana ... kakimu berdarah dan sebaiknya segera diobati . Sudah aku bilang bukan jika kau sudah berjalan terlalu jauh ... daerah ini terlalu sepi untuk gadis cantik sepertimu "
" Kau belum tentu juga orang baik !! Bisa saja kau hanya menyamar jadi orang baik "
" Ha ... ha ... ya kau benar , aku pernah melakukan kesalahan yang terlampau besar . Aku Gilang , boleh aku tahu siapa namamu !? "
__ADS_1