
Bryan tetap tinggal di hotel tempat ia menginap pertama kalinya karena berharap istrinya mudah mencari ketika sudah keluar dari istana Yoshida . Alvian Adipraja dan istrinya sudah berjanji padanya untuk membebaskan Rose dari tempat itu .
Dan tentu saja ia sangat meyakininya , Alvian sangat disegani semua kalangan dan ia yakin pria itu bisa membebaskan istrinya dengan jalan damai . Tanpa membuat dua klan bersitegang seperti apa yang selama ini dia takutkan .
Gaffar dan Abbio juga pernah menghubunginya tapi waktu itu ia melarang dua pria Al Shamma itu datang ke Jepang dengan alasan Hiro sudah berjanji untuk menyelesaikan masalah intern keluarganya . Dia sadar mungkin ia terlalu lambat bergerak.untuk keselamatan istrinya , tapi hanya ini jalan terbaik yang saat ini bisa dia tempuh .
Untuk mengusir penat Bryan berjalan jalan di kawasan itu , hatinya sedikit terhibur ketika melihat ramainya street food market yang tak jauh dari tempatnya menginap . Andai saja istrinya berada di tempat ini maka semua akan terasa lebih indah untuknya .
" Kau sedang bulan madu sayang !? Tapi kenapa aku tidak melihat gadis itu ?? Apa kalian sedang bertengkar ? Maaf kemarin aku tidak sempat datang ke pernikahanmu karena kami sedang berlibur keliling dunia "
Bryan menoleh mendengar suara itu , ia tak habis pikir bisa bisanya ia bertemu dengan wanita yang paling tidak ingin dia temui . Dia terus saja berjalan tanpa menanggapi sedikitpun wanita yang malah mengikuti langkahnya itu .
" Bry tunggu !! Aku dengan senang hati akan menemanimu jika istrimu sudah tidak mencintaimu . Aku masih mencintaimu ... sungguh !! " pekik wanita itu karena merasa Bryan sama sekali tidak peduli padanya .
" Kembali ke pria tua brengsek itu dan bersenang senanglah ! Kau sangat cocok dengannya karena kalian sama sama brengsek !! " kata Bryan mulai terpancing emosinya .
__ADS_1
" Ok anggap saja aku brengsek , tapi waktu itu aku sangat butuh uang untuk melanjutkan hidupku ! Kau juga tahu waktu itu ayahku ditangkap polisi karena penyalahgunaan dana di perusahaannya . lbuku bunuh diri karena malu . Hanya ayahmu yang mampu membiayai semua gaya hidupku !! Kau tak bisa membiayai diriku karena kita waktu itu masih sama sama sekolah. Sekarang pikirkan , dimana letak kesalahanku ? "
" Ya itu semua memang salahku . Bisa bisanya aku mencintai wanita ular seperti dirimu . Ibuku frustasi dan meninggal karena terlalu sakit hati dengan pengkhianatan kalian . Menjijikkan !! "
" Setidaknya kita masih menjadi satu keluarga sekarang . Aku adalah istri ayahmu !! "
" Dia hanya ayah tiriku !! Aku tidak ada hubungan lagi dengannya ... ataupun denganmu " geram Bryan dengan muka memerah .
" Bry ... "
Teriak Bryan ketika merasa satu tangannya diraih oleh wanita itu , seketika keduanya terdiam . Pria itu sangat terkejut dengan reaksinya yang berlebihan pada wanita itu . Ada sedikit rasa kasihan ketika orang orang disekitar mereka memandang dengan tatapan aneh pada wanita di depannya .
" Bry ... dengarkan aku sekali ini saja , kau tidak pernah tau rasanya jadi aku saat itu . Aku takut , kesepian dan sangat membutuhkan uang untuk membiayai hidupku dan ibuku . Aku tidak bisa tiba tiba harus mengemis di jalanan agar bisa mendapat uang untuk sesuap nasi .. dan dia datang padaku dengan penuh kasih sayang . Awalnya kukira dia ingin mendekati ibuku , tapi malam itu dia memaksaku untuk melayaninya ... aku benar benar terpuruk Bry !! Untuk kembali padamu pun aku sudah tidak punya muka karena dia sudah mengambil sesuatu yang dulunya ingin kupersembahkan hanya untukmu . Dia tidak pernah mencintaiku Bry .... " wanita itu tertunduk dan mulai terisak dan Bryan hanya berdiri mematung di tempatnya .
" Aku hanya menjadi pelampiasan fantasi liarnya saja ! Aku juga tersiksa Bry ... sama sepertimu . Aku tahu kau pasti akan sakit hati padaku . Tapi aku bisa apa ?? "
__ADS_1
" Kau pikir aku peduli Brielle !!? "
Bryan kembali melangkahkan kakinya meninggalkan wanita bernama Gabrielle itu . Jika dulu mungkin dia akan luluh dengan Isak tangis gadis itu , tapi baginya itu semua adalah masa lalu . Dan masa sekarang dan masa depannya adalah Rose , wanita yang sudah menjadi istrinya .
" Bry ...aku mohon maafkan aku , setiap malam dia mencari wanita wanita muda hanya untuk bercinta di depanku !! Dia maniac !! Aku muak bersamanya ... tolong aku Bry "
" Dan apa masalahnya jika pria brengsek itu bercinta di depanmu ?? Bukankah kau masih bisa hidup bersenang senang dengan uangnya !? Bukankah hanya uang yang terpenting dalam hidupmu ?? "
Bryan terkejut ketika Gabrielle tiba tiba saja berlari dan memeluknya dari belakang . Dia bisa mendengar wanita itu sedang meraung menumpahkan semua rasa di hatinya . Beberapa pejalan kaki malah memperhatikan mereka .
" Aku ingin di cintai seperti dulu kau mencintaiku Bry ... aku ingin di cintai lagi . Aku mohon beri aku kesempatan , tidak apa apa jika aku menjadi yang kedua tapi cintai aku seperti dulu lagi "
" Kau gila !!! Lepasss .... " Bryan berusaha melepas dua tangan yang melingkar erat di dadanya itu .
" Schat ..... "
__ADS_1