
" Selamat pagi sayang ... "
" Apa kita kesiangan ??! " tanya Anna yang melihat sang suami yang sepertinya sudah membersihkan diri , Abbio terlihat berbeda jika menggunakan pakaian casual seperti saat ini .
Mengenakan bawahan jeans pendek dengan kemeja warna putih yang tidak di kancing sama sekali hingga memperlihatkan pahatan otot perutnya yang sempurna .
" Tidak ini jam delapan , masih bisa disebut pagi . Memang kenapa ? " sahut Abbio yang melihat wajah bantal yang menggemaskan itu terlihat panik .
" Ibu pasti nyariin Kak , masih inget kan kalau semalam kita ' lari ' dari rumah !? "
" Tadi aku sudah mengirim pesan pada Zahid agar bilang pada ibu kalau semalam kita jalan jalan tapi kemalaman pulangnya jadi kita nginep di hotel "
Abbio tampak mendorong troli berisi makanan ke arah ranjang . Dia sengaja memesan makanan karena tahu pasti sang istri akan sangat lapar ketika bangun nanti . Hampir sampai menjelang pagi dia mengajak sang istri untuk bermain olah tubuh di atas ranjang .
" Makan dulu sayang ... "
" Kakak udah bangun dari tadi !? Kenapa enggak bangunin aku sekalian ? "
Abbio hanya terkekeh , jika Anna ikut bangun pasti ia akan kalap lagi . Sepertinya tubuh mungil itu sudah menjadi candu baru untuknya . Dia mengambil piring yang diisi nasi dan beberapa lauk yang tadi ia pesan melalui layanan room service .
" Sekarang buka mulutnya , aku suapin nasi ayam kesukaan kamu ? "
__ADS_1
Dengan telaten Abbio menyuapi sang istri yang bersandar di kepala ranjang .
" Harusnya Kakak bangunin aku buat mandi dulu , masa baru buka mata langsung makan sih "
" Yakin punya kekuatan buat jalan ke kamar mandi ?? "
" Hissshhh ... semalam bilang sekali.lagi , nyatanya enggak berhenti sampai pagi !! Sampai rasanya remuk semua ini badan " gerutu Anna yang saat ini merasakan sedikit ngilu di area bawahnya sekaligus pegal di seluruh badannya .
" Kamu enak ... Akkhhh kok nyubit sih !! "
Setelah selesai makan Abbio membopong tubuh istrinya menuju kamar mandi walau Anna sempat berkeras bisa berjalan sendiri tanpa bantuan suaminya . Abbio juga membiarkan sang istri mandi sendiri karena jika tidak bisa dipastikan akan terjadi sekali lagi permainan di pagi menjelang siang itu .
" Kita pulang sekarang !? "
" Ok princesss .... " sahutnya sambil merengkuh pinggang sang istri dengan begitu posesifnya .
" Apa kita akan langsung pulang ke Dubay setelah ini ?? Bukannya Kakak punya banyak sekali pekerjaan di sana ? Apalagi semua ikut datang kesini "
" Masih ada sekretarisku di sana sayang , dia akan melaporkan jika ada kesulitan . Semalam bukannya aku sudah bilang ? Sekarang kau adalah rumahku jadi tidak apa apa jika kau masih ingin disini "
*
__ADS_1
Sementara pagi itu Bryan dan Rose sudah bersiap siap untuk terbang ke Bali , pria itu hanya ingin memanfaatkan waktu cuti ini sebaik baiknya agar bisa memiliki waktu yang intens dan berkualitas bersama gadisnya .
Beberapa jam perjalanan mereka sampai juga ke tempat tujuan mereka . Rose tersenyum lebar ketika melihat hotel di tepi pantai yang akan mereka tempat untuk beberapa hati ke depan .
" Kita sewa kamar di hotel itu Schat ?? "
" Kau suka ??? "
Rose mengangguk antusias untuk menjawabnya , baginya terasa sempurna ketika bangun tidur ia langsung melihat view pantai yang seindah ini .
Tapi senyumnya kemudian memudar ketika resepsionis hotel mengatakan hanya ada satu kamar tersisa hari itu . Dan jika mereka tidak mengambilnya maka antrian di belakang mereka yang akan mendapatkan kamar istimewa yang langsung menghadap pantai itu .
" Kita cari hotel lain saja Lieve ... tidak mungkin kan kita tinggal sekamar dalam.waktu tiga hari ini !? "
" Ehhhmmm ... tidak apa apa , aku tidak keberatan jika kita berada dalam satu kamar . Tadi aku sempat dengar beberapa tamu mengeluh sulit sekali mencari kamar karena disini sedang musim liburan anak sekolah "
" Apa kau yakin ? Kau tidak takut padaku !? "
" Kau pria baik Schat ... "
" Tapi aku tidak bisa menjamin aku masih menjadi pria baik ketika tidur disisimu nanti . Sepertinya kau terlalu sayang jika harus di lewatkan "
__ADS_1