
Sampai ia pulang dari klinik pun sang suami tidak mengirimkan pesan ataupun menjawab pesan darinya . Mayleen tak.lagi menjadi asisten Dokter Kenichi , siang tadi dengan ijin dari Vallery ia pindah membantu dokter lain di klinik itu .
Seperti biasa ia selalu menggunakan kendaraan umum untuk transportasinya , ia menolak mobil yang di berikan oleh Deniel ataupun supir yang disediakan untuknya . Baginya belum perlu menggunakan semua itu karena semua akses dapat dijangkaunya dengan kendaraan umum .
" Akkhh .... " pekik Mayleen karena tiba tiba ada seseorang yang tidak sengaja menabraknya saat ia turun dari bis yang membawanya ke area apartemennya .
" Maaf ... maaf saya tidak sengaja . Saya terburu buru tadi ... Nona Mayleen !? "
May mendongakkan kepalanya dan ia melihat Kenichi sedang berdiri.di depannya dengan.mrmbawa tas perlengkapan dokter di tangannya .
" Dr Ken ?! Anda di sini ? "
" Lututmu berdarah , sebaiknya kau duduk dulu biar aku basuh lukamu dengan cairan antiseptik agar tidak infeksi . lni tempat umum jadi jangan berpikir yang macam macam ... " kata Kenichi yang melihat sorot penuh arti dari mata bening di depannya . Dari awal dia memang sudah tertarik dengan wanita muda di depannya walau akhirnya dia tahu diri setelah Vallery mengatakan semuanya .
" Aku tidak berpikir macam macam , lagipula jika hanya satu orang aku masih bisa mengatasinya " sahut Mayleen tidak mau kalah .
Mereka kemudian duduk di sebuah halte dimana ada beberapa orang yang juga ada di tempat itu . Kenichi mengeluarkan sebuah botol cairan antiseptik dan kain perban .
" Aku bisa melakukannya sendiri , hanya lututku yang terluka tanganku masih baik baik saja "
Kenichi mengalah , ia biarkan wanita di depannya membersihkan sendiri lukanya . Tapi dia masih duduk berjongkok di depan gadis itu untuk memastikan Mayleen membersihkan lukanya dengan benar .
Selesai membersihkan lukanya Mayleen mengambil perban untuk membalut lukanya . Tapi dia sedikit kesulitan ketika ingin mengikatnya .
__ADS_1
" Biar kuselesaikan ... "
Kenichi mengikat perban di kaki Mayleen hingga balutan perban itu terlihat lebih rapi . Setelah selesai Mayleen segera berdiri untuk kembali ke apartemen yang letaknya ada di seberang jalan .
" Apa tempat tinggalmu masih jauh ?? Aku bisa mengantarmu , tadi aku memarkirkan mobilku di sana " kata Kenichi menunjuk tempat yang ada di ujung jalan .
" Terima kasih , tapi apartemenku ada di depan . Lagipula ini hanya lecet saja , sebentar juga pasti akan sembuh "
" Ya sudah jika begitu , maaf soal kejadian tadi "
" Tidak apa apa , aku juga kurang hati hati tadi . Permisi Dok , sampai besok ... " ujar Mayleen dengan sedikit membungkukkan badannya .
" Sampai besok ... " Dokter Kenichi pun membalas dengan sedikit membungkukkan badannya .
" Boo .... " lirihnya pelan , tak terasa air mata sudah menggenang di sudut matanya .
Dengan sangat bersemangat ia menghampiri pria yang terlihat duduk di sofa ruang tamunya , rasa rindunya sudah membuncah . Tapi langkahnya terhenti ketika pria itu bersuara .
" Apa dia tak mengantarmu ?? Kalian bisa meneruskan adegan romantisnya di sini "
" Boo ... kau melihatnya ?? Tadi aku terjatuh dan lututku .... " sebelum menyelesaikan kata katanya pria itu sudah memotong kata katanya .
" Mataku masih bisa melihatnya dengan sangat jelas ... tatapan yang menjijikkan !! Bahkan kalian sudah tidak malu malu lagi melakukannya di depan umum "
__ADS_1
" Melakukan apa ?? Apa kau tidak merindukan aku ?? " tanya May lirih , ia masih berdiri di depan suaminya .
" Kau tahu ?? Aku mati matian menyelesaikan masalahku hanya karena ingin cepat bertemu denganmu . Setiap hari kutelan sakitnya merindukan wanita yang tak bisa kulihat dan kesentuh ! Kau tahu setengah mati aku menahan sakitnya ??!! lnikah yang kau sebut rindu ?? Kau merindukan aku tapi mampu bermesraan dengan pria lain di belakangku "
" Boo ... jangan bicara seperti itu "
" Apa yang bisa kupikir ketika melihat wanitaku sedang di sentuh pria lain hahh !?? "
" Boo tadi kami hanya ... "
" Aku tahu !! Dua bulan ternyata mampu melenyapkan rasa cintamu padaku ... "
" Cukup ... "
" Hanya karena dia seprofesi denganmu ?? Apa hanya karena dia lebih tampan dariku ??Apa hanya karena dia lebih mengerti dengan keadaanmu ?? Sebutkan apa kelebihannya hingga kau lebih memilihnya ??!! "
" Cukup .... "
" Masih tidak mau berbicara ?? Ternyata sudah begitu dalamnya rasa kalian "
" Keluar ..... " lirih Mayleen dengan memejamkan matanya .
" Kau mengusirku ??! "
__ADS_1
" Perlu aku ulangi Tuan Akihiro ?? KELUARRR .... PERGI DARI RUMAHKU !!!! "