
Selesai meeting Abbio langsung berjalan menuju ruangannya , hari ini dia harus menyelesaikan pekerjaannya karena besok Bryan kembali cuti untuk menikah . Walau Zahid sangat membantunya untuk mengatur perusahaan tapi Bryan punya andil yang tak kalah penting .
" Siang nanti biar aku yang meeting dengan DS group . Kakak dan Bryan selesaikan saja berkas berkas proyek meeting tadi "
Zahid ternyata sudah ada di ruangannya , putra kedua Al Shamma itu duduk di sofa ruang kerjanya dengan membawa tumpukan berkas yang harus dia tanda tangani . Abbio segera duduk dan menerima berkas berkas itu .
" Kalian tidak mengucapkan selamat padaku !? " ucap Zahid yang mampu membuat kakaknya menoleh padanya .
" Memangnya apa yang kau dapat ?? " tanya Abbio .
" Paling paling dia dapat jackpot lagi , jangan bilang jika kalian habis bercinta di atas atap." gurau Bryan yang tahu perangai pasangan Zahid dan Safa .
Zahid hanya tertawa , setelah menikah ia memang mempunyai hari hari luar biasa dengan istrinya . Mereka bercinta dengan tak mengenal waktu ataupun tempat , istrinya tipe tipe wanita yang spontan . Jika dia ingin maka semua akan terjadi dimanapun itu .
Bahkan Zahid dan Safa sudah mengeksplore semua sudut tempat di apartemennya . Kantor pribadi Zahid di perusahaan pun sudah pernah menjadi saksi bisu panasnya permainan cinta mereka .
" Jackpot kali ini nilainya melebihi apapun !! " kata Zahid dengan senyum lebarnya .
" Apa kau akan mempunyai seorang bayi !? Maksudku jangan jangan istrimu sedang hamil " tebak Bryan .
" Thats right !!! Kau pintar Bry ... pagi tadi Safa tes kehamilan dengan test pack dan hasilnya positif . Siang nanti mungkin aku akan mengantarnya ke rumah sakit untuk memeriksa keadaan dan kesehatannya "
Abbio bangkit dan berjalan ke arah adiknya , dia menepuk pundak adik satu satunya itu . la ikut senang karena akan ada anggota baru di keluarga Al Shamma . Ada sedikit rasa iri karena jika bisa pun ia juga ingin segera mempunyai momongan seperti adiknya .
" Selamat Za ... semoga kelak anakmu tidak menyebalkan seperti dirimu "
__ADS_1
" Ckk doa macam apa itu Kak !! " gerutu Zahid yang mendapat kata ucapan selamat dari kakaknya .
" Kau benar Bos ! Adikmu memang sangat menyebalkan ha .. ha " timpal Bryan sambil tertawa lebar .
Besok adalah hari pernikahannya , pernikahan tertutup.karena dia dan Rose tidak punya saudara selain sahabat sahabat mereka dari keluarga Al Shamma . Dia beruntung karena Rose juga tidak menginginkan pernikahan yang megah seperti wanita wanita lain .
Dan mereka melalui hari itu dengan sangat sibuk sampai sampai Abbio melupakan tentang kotak kecil pemberian sang istri tadi pagi . Dia dan Bryan bahkan selesai meeting saat jam menjelang makan malam .
" Bos aku langsung pulang saja , jangan lupa untuk berdandan yang cantik karena besok kau adalah pengiring pengantinku " kata Bryan sambil tergelak .
Abbio hanya berdecih kesal mendengarnya , saat ini dia harus kembali ke ruangan kantornya untuk mengambil berkas yang akan dibawanya ke rumah . Tapi langkahnya terhenti ketika ponsel di sakunya bergetar . Ternyata Anna yang menelponnya , mungkin istrinya khawatir karena tak biasanya ia pulang selarut ini .
" Ya sayang !? " sapanya pada sang istri penuh kelembutan .
" Apa Kakak masih lembur !? "
" Tidak . Apa kau sudah membuka kotak kecil yang kuberikan padamu !? "
Abbio menahan nafasnya , ia bahkan melupakan benda yang pagi tadi dititipkan padanya untuk dibuka . Pria itu mengira mungkin isinya hanya makanan ringan atau biskuit buatan istrinya karena ia tidak sempat sarapan tadi .
" Sudah sayang ... "
" Dan apa tanggapan Kakak !? "
Abbio menggaruk tengkuknya karena ia sama sekali belum menyentuh makanan di kotak itu .
__ADS_1
" Rasanya cukup mengejutkan ... "
" Oooo hanya ' cukup ' mengejutkan ya . Apa tidak ada sedikit rasa bahagia di hatimu !? "
" Sayang kita bahas ini setelah kita pulang , ada hal penting yang harus aku lakukan ! Aku berjanji akan membawa kejutan yang lebih besar dari kotak kecil itu ! Aku berjanji akan membawa kotak yang lebih besar nanti . Bye ... "
Pria itu sudah sampai diruangannya , ia kemudian duduk dan menata satu persatu berkas yang akan dia lihat lagi di rumah . Tapi perhatiannya tertuju pada kotak yang tadi ia letakkan di bawah bingkai foto istrinya . Foto yang dia pajang di depannya untuk sekedar mengobati ketika ia merindukan belahan jiwanya .
" Kuenya pasti sudah dingin .. " lirihnya sambil membuka kotak itu .
Dan matanya mengernyit ketika bukan kue yang ada di kotak Itu , tapi tiga buah benda kecil yang ada di dalamnya .
" Apa ini ... "
Abbio mengamati satu persatu benda kecil itu , tapi baru sekali ini dia melihat benda kecil seperti yang ada di depannya . Akhirnya dia mengambil gambar ketiga benda kecil itu dan mengirimkannya pada Zahid . Sesaat kemudian pria itu menelpon adiknya .
" Za .. kau sudah lihat gambarnya kan ?? Kau tahu benda apa itu . Pagi tadi Anna memberikannya padaku tapi aku lupa melihatnya "
" Aku juga baru melihatnya pagi tadi Kak ! ltu sama persis seperti milik Safa tadi pagi . Benda itu namanya test pack , alat untuk mengetahui kehamilan . Jika ada dua garis merah berarti tandanya hamil , itu kata istriku ! Tapi nyatanya dia benar , dokter menyatakan bahwa istriku benar benar hamil "
" Ya sudah , setidaknya aku tahu nama alat ini !! "
Abbio menutup telponnya dan kemudian mengamati ketiga benda di depannya . Dia melihat di ketiga alat itu ada dua garis merah yang melintang ...
DEGGHHH ...
__ADS_1
" Sayang .... "