
" Rose !!!."
" Sayang jangan lari lari ... "
Anna berlari kecil ke arah sahabatnya yang baru saja datang ke mansion Al Shamma , dia bahagia melihat kedatangan gadis yang selama ini menjadi tempatnya berkeluh kesah .
" Nona ... ehh maksud saya Nyonya Muda !! "
Dua gadis cantik itu saling berpelukan , sedang dua pria tampan yang ada di belakang gadis gadis itu hanya tersenyum sambil geleng geleng kepala .
Seorang maid datang untuk membawa kue kue dan buah yang di bawa oleh Rose . Mereka berempat segera masuk menuju ruang makan , disana sudah ada Zahid dan Safa yang duduk bersisian .
" Hai Kak Bry ... Rose ... " sapa Safa yang melihat kedatangan tamunya .
" Hai juga nyonya Safa , anda cantik sekali "
" Terimakasih , sepertinya kau memang sangat manis hingga membuat kekasihmu itu tergila gila padamu "
__ADS_1
Rose hanya tersenyum dengan pipi yang bersemu merah ketika mendengarnya . Mereka berenam sudah duduk melingkari meja makan ketika para maid mulai menyajikan makanan pembuka berupa corn cream soup .
" Sayang , apa kau tidak suka makanannya ? Biasanya kau paling suka dengan krim jagung seperti ini . Tapi jika tidak suka maid bisa membawakan makanan pembuka yang lain untukmu " kata Zahid yang melihat Safa hanya melihat mangkuk berisi sup di depannya .
" Tidak apa apa , aku hanya .... sepertinya sup ini menggunakan terlalu banyak bawang "
Zahid menyendok supnya dan mencoba uuntuk lebih merasakannya , tapi dia rasa supnya baik baik saja . Anna dan Rose pun melakukan hal yang sama , mereka mencoba lebih merasakan sup yang ada di depan mereka .
" Maaf , tapi mungkin penciumanku yang sedikit terganggu . Sepertinya kue jahe yang tadi kau bawa lebih lezat untuk makanan pembukanya " kata Safa mengambil beberapa kue yang tadi di bawa oleh Rose .
" Sayang apa kau sedang tidak sehat ? " tanya Zahid yang melihat istrinya terlihat sedikit pucat .
Mereka kemudian melanjutkan acara makan mereka . Berbanding terbalik dengan saudara iparnya yang tidak menyentuh makanan pembuka ataupun makanan utama , Anna terlihat sangat bersemangat menyantap hidangan malam ini . Sudah dua mangkuk cream soup , dua iris steak daging di selingi dengan kue kue yang tadi di bawa oleh Rose yang sudah masuk ke perut rampingnya .
Dan saatnya para maid menyajikan makanan penutupnya , mereka menyajikan puding buah berbentuk kelinci kecil berwarna putih . Untuk hidangan penutupnya Safa terlihat sangat antusias tapi berbeda dengan Anna .
Istri putra pertama Al Shamma itu terlihat tidak menyentuh mangkuk puding di depannya .
__ADS_1
" Sayang ... tadi semangat sekali , kok yang ini tidak di makan !? " kata Abbio .
" Jangan di makan !! Kasihan ... ini imut banget sayang kalau di makan "
Bryan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal ketika mendapat tatapan tajam nyonya pertama Al Shamma itu . Pria itu sudah menyendok setengah puding berbentuk kelinci dan memakannya .
Abbio hanya menatap empat orang di depannya agar menuruti permintaan istrinya . Dia memanggil maid untuk mengambil puding untuk di ganti hidangan lain . Dia tahu ada air yang menggenang di sudut mata istrinya ketika sang istri melihat Bryan memakan pudingnya .
Rose bisa merasakan ada hal yang sedikit aneh dengan nyonya nyonya muda Al Shamma itu . Semanja manjanya seorang Anna dia tidak akan menangis hanya karena sebuah puding .
Setelah makan malam selesai para pria duduk santai di kursi santai yang berada di pinggir kolam renang . Sedang para wanitanya ada di ruang tengah menonton televisi .
" Aku bertemu dengannya ... " lirih Bryan yang membuat duo Al Shamma menoleh bersamaan .
" Bukannya mereka tinggal di Roma ?? "
Bryan menggelengkan kepalanya , ingin sekali ia mengusir bayangan wanita yang sudah lama ia lupakan . Tapi nyatanya setelah tadi sempat melihatnya , wajah itu kembali tertanam di otaknya . Ada luka lama yang kembali menganga .
__ADS_1
" Jangan menjadi pria bodoh untuk yang kedua kalinya Bry !! Kau bukan lagi anak remaja yang naif dengan rasa cintamu . Hargai apa yang kau raih sekarang " ujar Abbio menepuk pelan pundak sahabatnya .
" Aku tahu ... aku tidak akan merusak rencana pernikahanku hanya karena masa laluku "