
Anna berada di pinggir kolam renang menikmati teh hangatnya sore ini , dengan tak sabar ia menantikan kepulangan sang suami . Safa pamit pulang ke apartemen setelah mereka makan siang di sebuah mall sekalian jalan jalan tadi .
Dilihatnya gudang disamping mess maid , masih segar dalam ingatannya ketika sang suami pernah mengasingkannya di tempat itu . Diapun tak habis pikir kenapa bisa jatuh cinta pada pria arogan pemaksa itu .
Matanya memicing ketika melihat mantan kepala maid sedang menatap ke arahnya . Dulu yang ia tahu wanita parubaya bernama Dwayne itu dipindah tugas ke mansion Perancis karena sebuah alasan yang ia tidak tahu .
Walau terlihat tidak pernah menyukainya tapi Anna tahu Dwayne melakukan itu karena posisinya yang mengharuskannya untuk mengatur mansion ini . Wanita itu punya tanggung jawab yang besar pada keluarga ini .
" Nyonya Dwayne ... kemarilah , kita minum teh bersama "
Tapi wanita parubaya itu belum juga beranjak , wanita itu tampak memperhatikan sekelilingnya seolah ada orang yang sedang mengawasinya . Tapi Dwayne segera melangkah mendekat ketika nyonya muda Al Shamma itu terlihat akan berjalan mendekatinya .
" Saya kesana Nyonya .. "
Anna kembali duduk saat melihat Dwayne berjalan dengan kepala tertunduk ke arahnya .
" Nyonya Dwayne , apa kabarmu ?? " sapa Anna ramah .
" Saya baik Nyonya "
" Apa Gracia masih ada di Perancis , bukannya dulu gadis itu ikut denganmu untuk mengurus mansion di Perancis !? "
__ADS_1
Dwayne tak menjawab , ia tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya karena telah kehilangan satu satunya putri yang ia miliki . Dan Anna bisa melihat itu dengan jelas .
" Duduklah Nyonya Dwayne ... "
" Panggil nama saya saja Nyonya , sekarang anda adalah nyonya muda di rumah ini "
" Sudah sepatutnya saya memanggil orang yang lebih tua dengan panggilan yang lebih sopan " sahut Anna .
Dwayne duduk di kursi yang berseberangan dengan kursi nyonya mudanya . Tatapannya jauh ke depan dengan berkali kali menghela nafas dalam dalam .
" Gracia adalah putri saya Nyonya ... "
" Putri anda !??? "
" Kau menggugurkannya !? "
" Tidak ada seorang ibu di dunia ini yang tega membunuh anaknya . Saya ijin keluar dari mansion selama satu tahun , setelah melahirkan saya titipkan dia pada bibi saya . Dan suatu ketika saya suruh beliau untuk meletakkan Gracia di gerbang depan mansion . Dan sesuai dugaan saya , nyonya besar mengijinkan bayi itu untuk dirawat , kami para maid bekerjasama untuk merawat Gracia "
" Apa kepindahanmu waktu itu ada kaitannya dengan hal ini ?? "
" Tuan muda Abbio sudah mengetahui bahwa Gracia adalah putri saya . Dan kejadian selanjutnya sepertinya tidak perlu saya ceritakan ... "
__ADS_1
" Kenapa tidak !? "
Dwayne menghapus jejak air matanya yang mengalir deras dipipinya . Wanita itu lirih terisak seolah ada beban berat yang ada di hatinya .
" Satu satunya kesalahannya adalah lahir dari rahim saya , dia anak yang baik ... Seperti ayahnya dia juga mati dibunuh "
Dan pecahlah tangis wanita parubaya itu dan hal itu membuat beberapa maid mendekat padanya . Para maid itu menarik pelan tubuh Dwayne agar pergi dari hadapan Anna .
" Maaf Nyonya , sepertinya Nyonya Dwayne harus menenangkan diri dulu . Biar kami yang menangani .. "
" Tapi ... "
" Tuan muda akan marah besar pada kami jika melihat hal ini . Dia pasti tidak mau melihat Nyonya tidak nyaman seperti ini "
Anna hanya diam ketika melihat para maid itu membawa tubuh renta Dwayne . Beberapakali dia menghela nafas panjang . Ternyata ada banyak hal yang belum ia ketahui di dalam keluarga ini .
Dia pernah mendengar kebesaran nama Al Shamma sebagai keluarga mafia , tapi dia tak menyangka ada hal hal seperti ini yang terjadi di dalam keluarga ini . Ada banyak pertanyaan di hatinya , tapi dia tidak mau menyimpulkan apa yang belum ia ketahui dengan benar . Satu satunya jalan adalah bertanya langsung mengenai hal ini pada suaminya .
" Sayang !! Kok disini sendirian ... "
Suara bariton itu membuat senyumnya mengembang , sudah seharian ini dia menahan rindunya pada tuan pemaksa itu .
__ADS_1
" Kaaakk ... kangen "