Hurt

Hurt
112


__ADS_3

Dengan penuh gairah Abbio menyentuh setiap jengkal tubuh istrinya yang tak henti hentinya mengeluarkan suara suara indahnya . Seperti saat ini ketika dengan rakusnya ia bermain di dua bukit yang sudah setengah berkeringat itu .


" Kaakkk ... jangan digigit ihhh !!!! "


" Gemes banget ..."


Belum selesai bermain di area perbukitan satu tangan Abbio sudah menuju ke bawah . Di belainya lembut area bawah yang sudah mulai basah itu . Perlahan jarinya bergerak bermain dengan kacang kecil yang tertanam ditengah lembah yang dipenuhi rumput halus .


Abbio menahan dua kaki sang istri agar tetap terbuka ketika tangannya mempercepat gerakannya , semakin cepat hingga tubuh mungil itu semakin bergerak gelisah . Dan pria itu tahu benar sang istri sudah akan mencapai puncaknya .


" Aaaarrggghhh ... Kak udaahhhh !!! "


Abbio malah mempercepat gerakan jarinya ketika tubuh itu mengejang dengan punggung yang melengkung ke atas . Dia hanya tersenyum ketika wanita di bawahnya mencubit lengannya dengan wajah sebal sekaligus lega .


" Di bilang udah malah tambah cepet !!! Nyebelin banget sih ... "


" Biar keluar semua sayaanngg !! Udah siap ??Nanti mungkin akan sedikit sakit . Kau boleh melakukan apapun padaku untuk sekedar mengurangi rasa sakitnya "


" He em , tapi janji pelan pelan yaaa ... "


" Iya sayang "


Perlahan ia memposisikan sesuatu yang sudah tegang dari awal permainan mereka . Sesuatu yang sekuat tenaga ia tahan hanya untuk memuaskan istrinya terlebih dahulu .


Abbio berusaha tetap fokus walau beberapa kali kesulitan untuk masuk ke dalam surga dunianya . Sang istri pun sudah beberapa kali menjerit dan mencakar punggungnya karena sedikit kesakitan .

__ADS_1


" Sayang tahan sedikit ya ... "


Belum sampai Anna menjawabnya dengan satu kali dorongan yang kuat ia berhasil masuk ke dalam liang yang masih terasa sangat sempit itu . Sejenak pria itu memejamkan mata merasakan nikmatnya himpitan dan pijatan lembut yang ia rasakan di bawah sana .


Ketika membuka matanya ia melihat air mata mengalir di pipi wanitanya .


" Jahat !! Katanya mau pelan pelan ... " lirih Anna ingin beranjak , tapi dengan gerakan lembut sang suami mencegahnya untuk bergerak .


" Sakiitttt .... perih banget "


" lya sayang , maaf ya ! Tapi ini belum selesai , biarkan disana sebentar biar menyesuaikan diri dulu "


" Kan udah masuk itunya , Kakak mau ngapain lagi !? "


lngin sekali Abbio menggigit pipi istrinya saat itu juga , saat hasratnya memuncak ia malah di hadapkan dengan kepolosan istrinya .


" Eeuugghhhh ... Kak !! "


" Masih sakit sayang ???!! " tanya Abbio yang kadang menggigit lembut pucuk bukit yang ikut bergerak seiring gerakannya yang semakin cepat .


" Dikit ... "


" Mau berhenti saja !?? "


" Jangaaaannnn ... "

__ADS_1


Ingin sekali Abbio mencoba berbagai gaya di malam pertamanya ini tapi ia tahu Anna pasti belum terbiasa dengan aktivitas intim suami istri ini . Ia harus lebih sabar agar sang istri merasa nyaman dengan kegiatan mereka .


" Sayaaaanngg .... "


Abbio mempercepat gerakannya ketika tahu rasa itu akan datang kepadanya . Gulungan rasa nikmat yang tak bisa ia jabarkan . Dan sesaat kemudian tubuh keduanya mengejang bersamaan .


" Aaaarrggghhh .... !!!!!!! "


" Terima kasih , aku sangat mencintaimu sayang " bisik Abbio disela nafasnya yang masih tak beraturan .


" Aku juga sangat mencintaimu suamiku ... "


Mereka saling berpelukan , Abbio terkekeh melihat sang istri yang masih saja malu dengan menutupi dua bukitnya dengan kedua tangannya .


" Kenapa harus ditutupi lagi sayang , aku sudah lihat semuanya tanpa terkecuali ! Aku juga sudah merasakan semua yang ada pada tubuhmu jika kau lupa ... "


" Kak !! Jangan diingetin ... malu "


" Dengarkan aku sayang , kau adalah milikku ! Dan aku pun sepenuhnya adalah milikmu . Tak ada sesuatu yang bisa kita sembunyikan karena pada dasarnya kita adalah satu . Kita adalah suami istri sekarang . Mulai sekarang berbagilah apapun padaku , tawa .. tangis .... semuanya ! "


" Abbio Al Shamma ... akupun tak sempurna , jadilah imam yang bisa memimpin hidupku . Cintai aku karena kekuranganku "


" Sayaannggg ... "


Dan entah siapa yang memulai , tapi bibir keduanya sudah kembali bertaut . Nafas keduanya sudah kembali memburu , seperti ada sesuatu yang harus mereka tuntaskan lagi .

__ADS_1


" Kaaakk ... "


" Sekali lagi sayang ... "


__ADS_2