
Dengan penuh gairah Abbio menyentuh setiap jengkal tubuh istrinya yang tak henti hentinya mengeluarkan suara suara indahnya . Seperti saat ini ketika dengan rakusnya ia bermain di dua bukit yang sudah setengah berkeringat itu .
" Kaakkk ... jangan digigit ihhh !!!! "
" Gemes banget ..."
Belum selesai bermain di area perbukitan satu tangan Abbio sudah menuju ke bawah . Di belainya lembut area bawah yang sudah mulai basah itu . Perlahan jarinya bergerak bermain dengan kacang kecil yang tertanam ditengah lembah yang dipenuhi rumput halus .
Abbio menahan dua kaki sang istri agar tetap terbuka ketika tangannya mempercepat gerakannya , semakin cepat hingga tubuh mungil itu semakin bergerak gelisah . Dan pria itu tahu benar sang istri sudah akan mencapai puncaknya .
" Aaaarrggghhh ... Kak udaahhhh !!! "
Abbio malah mempercepat gerakan jarinya ketika tubuh itu mengejang dengan punggung yang melengkung ke atas . Dia hanya tersenyum ketika wanita di bawahnya mencubit lengannya dengan wajah sebal sekaligus lega .
" Di bilang udah malah tambah cepet !!! Nyebelin banget sih ... "
" Biar keluar semua sayaanngg !! Udah siap ??Nanti mungkin akan sedikit sakit . Kau boleh melakukan apapun padaku untuk sekedar mengurangi rasa sakitnya "
" He em , tapi janji pelan pelan yaaa ... "
" Iya sayang "
Perlahan ia memposisikan sesuatu yang sudah tegang dari awal permainan mereka . Sesuatu yang sekuat tenaga ia tahan hanya untuk memuaskan istrinya terlebih dahulu .
Abbio berusaha tetap fokus walau beberapa kali kesulitan untuk masuk ke dalam surga dunianya . Sang istri pun sudah beberapa kali menjerit dan mencakar punggungnya karena sedikit kesakitan .
__ADS_1
" Sayang tahan sedikit ya ... "
Belum sampai Anna menjawabnya dengan satu kali dorongan yang kuat ia berhasil masuk ke dalam liang yang masih terasa sangat sempit itu . Sejenak pria itu memejamkan mata merasakan nikmatnya himpitan dan pijatan lembut yang ia rasakan di bawah sana .
Ketika membuka matanya ia melihat air mata mengalir di pipi wanitanya .
" Jahat !! Katanya mau pelan pelan ... " lirih Anna ingin beranjak , tapi dengan gerakan lembut sang suami mencegahnya untuk bergerak .
" Sakiitttt .... perih banget "
" lya sayang , maaf ya ! Tapi ini belum selesai , biarkan disana sebentar biar menyesuaikan diri dulu "
" Kan udah masuk itunya , Kakak mau ngapain lagi !? "
lngin sekali Abbio menggigit pipi istrinya saat itu juga , saat hasratnya memuncak ia malah di hadapkan dengan kepolosan istrinya .
" Eeuugghhhh ... Kak !! "
" Masih sakit sayang ???!! " tanya Abbio yang kadang menggigit lembut pucuk bukit yang ikut bergerak seiring gerakannya yang semakin cepat .
" Dikit ... "
" Mau berhenti saja !?? "
" Jangaaaannnn ... "
__ADS_1
Ingin sekali Abbio mencoba berbagai gaya di malam pertamanya ini tapi ia tahu Anna pasti belum terbiasa dengan aktivitas intim suami istri ini . Ia harus lebih sabar agar sang istri merasa nyaman dengan kegiatan mereka .
" Sayaaaanngg .... "
Abbio mempercepat gerakannya ketika tahu rasa itu akan datang kepadanya . Gulungan rasa nikmat yang tak bisa ia jabarkan . Dan sesaat kemudian tubuh keduanya mengejang bersamaan .
" Aaaarrggghhh .... !!!!!!! "
" Terima kasih , aku sangat mencintaimu sayang " bisik Abbio disela nafasnya yang masih tak beraturan .
" Aku juga sangat mencintaimu suamiku ... "
Mereka saling berpelukan , Abbio terkekeh melihat sang istri yang masih saja malu dengan menutupi dua bukitnya dengan kedua tangannya .
" Kenapa harus ditutupi lagi sayang , aku sudah lihat semuanya tanpa terkecuali ! Aku juga sudah merasakan semua yang ada pada tubuhmu jika kau lupa ... "
" Kak !! Jangan diingetin ... malu "
" Dengarkan aku sayang , kau adalah milikku ! Dan aku pun sepenuhnya adalah milikmu . Tak ada sesuatu yang bisa kita sembunyikan karena pada dasarnya kita adalah satu . Kita adalah suami istri sekarang . Mulai sekarang berbagilah apapun padaku , tawa .. tangis .... semuanya ! "
" Abbio Al Shamma ... akupun tak sempurna , jadilah imam yang bisa memimpin hidupku . Cintai aku karena kekuranganku "
" Sayaannggg ... "
Dan entah siapa yang memulai , tapi bibir keduanya sudah kembali bertaut . Nafas keduanya sudah kembali memburu , seperti ada sesuatu yang harus mereka tuntaskan lagi .
__ADS_1
" Kaaakk ... "
" Sekali lagi sayang ... "