Hurt

Hurt
99


__ADS_3

" Cihh tetap saja cari kesempatan !! Alasan kerumah sakit lah ... nemenin meeting lahh . Dasar buaya darat !! "


Bryan tak menanggapi perkataan bosnya , dia masih fokus mengetik hasil meeting tadi siang menjadi laporan resmi ke perusahaan . Harusnya sekretarisnya yang harusnya mengerjakan tapi hari ini Miraa sedang cuti .


" Jika kau jadi aku , apa yang akan kau lakukan ?? Meninggalkannya dengan kesakitan ?? O iya ... aku lupa keadaanmu sedang tak mungkin menggendongnya "


Dan perkataannya sukses mendapat lemparan pulpen dari bos merangkap sahabatnya itu .


" Aku punya kabar baik dan buruk untukmu , kau ingin mendengarnya ?? Kau ingin mendengar yang mana dulu ?? "


" Terserah ... " jawab Zahid malas , dia mengira Bryan hanya ingin membalasnya saja .


" Kabar baiknya kau tidak usah jauh jauh mencari calon mertuamu itu , lusa ada jadwal meeting dengannya untuk penyelesaian proyek kita . Proyek kita dengannya sudah sembilan puluh sembilan selesai , satu persennya mungkin hanya finishing interiornya saja "


Zahid langsung mengalihkan pandangannya dari pekerjaannya . Wajahnya cerah seketika karena setidaknya rencananya bisa selangkah lebih maju . Dia bisa segera mendapatkan pemilik hatinya .


" Berita buruknya calon mertuamu meminta Tuan Besar sendiri yang akan meeting karena proyek itu di mulai saat beliau masih menjadi pemimpin di sini ... dan sepertinya tidak secepat itu kau bisa mendapatkan putrinya ha .. ha... "


" Brengsek kau Bry !!! Kalau begitu aku akan kirim Rose ke lndonesia saja , kebetulan pengasuh Anandara mengundurkan diri karena akan menikah . Dia gadis penyabar , cocok untuk menjadi pengasuh keponakan perempuanku itu "


" ltu sentimen namanya ... aku bahkan tidak campur tangan dalam meeting itu . Tuan Besar sendiri yang bersedia bertemu secara pribadi dengan Tuan George Kahl "


" Aku tidak peduli pokoknya kau harus membuat aku menjadi bagian dari meeting itu , aku tidak mau tahu apapun caranya !! "


" Hisshhh ... "

__ADS_1


*


Pada malam harinya Zahid berkunjung ke panti asuhan , dia berniat menemui Safa yang kebetulan masih tinggal di sana dalam masa berkabungnya .


" Hai sayang ... "


" Hai bagaimana keadaanmu , sepertinya memarnya sudah mulai hilang "


" Tidak begitu baik karena sampai saat ini aku belum bisa menciummu .. "


" Za !! "


" Aku hanya bercanda sayang , kau sudah tahu kabar itu !? "


" Daddy ? Ya kemarin dia mengirimiku pesan bahwa lusa dia datang kesini . Sepertinya aku akan lebih lama disini "


" Kakakku sedang kembali ke sini , jadi jangan khawatir soal Anna . Mereka ingin memberi waktu pada diri mereka masing masing untuk introspeksi diri "


Safa menghembuskan nafasnya lega , setidaknya Anna sekarang tenang menjalani kehidupannya tanpa diganggu pria pemaksa itu .


" Kau ingin bicara dengan Daddyku ?! "


" Tentu saja , aku ingin meminta putrinya ! Aku tak bisa bertahan lama tanpa pemilik hatiku "


" Gombal !!! " sahut Safa melempar bantal sofa yang tadi dipangkunya .

__ADS_1


" Kakakku akan menikah tiga bulan lagi , aku ingin kita mendahului mereka "


" Jangan bercanda Za , Anna tidak akan setuju "


" ltu kesepakatan mereka , Anna meminta waktu tiga bulan sebelum mereka melangsungkan pernikahannya . Aku ingin bulan depan kita menikah , akan terlalu lama jika menunggu mereka menikah terlebih dahulu "


" Hanya jika Daddy mengijinkan Za , sudah aku bilang kan "


" Boleh aku bertanya ?! "


" Apa ?? "


" Ehhmm sedikit pribadi tapi ini yang selalu menjadi pertanyaan dalam hatiku . Waktu aku pertama kali menyentuhmu aku sama sekali tidak memakai pengaman dan aku mengeluarkannya di dalam . Kenapa sampai sekarang kau tidak hamil ?? "


Safa tertawa mendengarnya , padahal Zahid adalah orang yang berpendidikan . Harusnya ia tahu jawabannya tanpa bertanya padanya .


" Kau penasaran ?? Aku bukan dalam masa suburku waktu itu . Atau kau harus mencoba lagi untuk membuatku hamil ha ..ha .. "


" Aku tidak keberatan sayang , mungkin Minggu depan aku baru bisa melakukannya karena semua yang mengganggu di tubuhku ini akan di lepas "


" Ya dan aku akan membuatmu patah tulang lagi !! Kau hanya bisa menyentuhku saat kau sudah ucapkan sumpahku di depan penghulu nanti "


" Ok ... persiapkan saja dirimu karena pada saatnya aku tidak akan sungkan lagi sampai kau berteriak untuk berhenti "


" Sepertinya kata kata itu berlaku untukmu Za !! Aku bukan gadis yang pantang menyerah !! "

__ADS_1


Dan mereka tertawa bersama , sungguh Zahid tak sabar untuk memiliki wanitanya . Dia ingin membangun sebuah keluarga tempatnya pulang dan berbagi kebahagiaan nantinya .


__ADS_2