
" Schat ... apa kau lapar ? " tanya Rose pada suaminya , mereka baru saja kembali ke apartemen setelah acara sederhana pernikahannya di mansion Al Shamma .
" Sangat ... tapi aku mandi dulu " jawab Bryan dengan senyum penuh arti .
" Jika begitu aku buat spaghetti saja , agar tidak makan waktu ! Kurasa aku juga sudah gerah sekali "
' Atau mandi bersama saja Lieve ? Sepertinya bisa mempersingkat waktu !! "
" Tidak ... aku tahu arti senyum menyebalkan itu ! Aku tahu ini malam pertama kita , aku ingin melaluinya dengan pelan dan penuh kesan . Kita makan malam.dulu setelah itu kita akan melalui semua malam ini bersama "
Bryan mendekat pada sang istri dan meraih bibir kemerahan itu . Untuk sesaat mereka saling bertukar saliva dan saling menautkan lidah . Tangan Bryan pun sudah menelusup di baju atasan yang di kenakan istrinya .
" Schat ... jika kau tidak mandi sekarang kurasa spaghettinya juga tidak akan pernah matang . Dan itu artinya mungkin malam ini kita habiskan dengan tidur "
" Nyonya Bryan , apa kau sedang mengancamku !? " kata Bryan dengan mencubit sayang hidung istrinya .
" Aku hanya mencoba charging tenaga sebelum tenaga kita terkuras habis malam ini !! "
" lstri pintar ... "
Setelah mengganti bajunya dengan baju rumahan Rose segera membuat makanan untuk dirinya dan suaminya . Dan tepat ketika ia selesai memasak sang suami juga sudah selesai membersihkan dirinya .
Rose sulit menelan salivanya ketika pria itu berjalan ke arahnya dengan hanya menggunakan celana satin hitam tanpa mengenakan atasan . Pahatan di dada dan perut itu dengan sangat jelas bisa ia lihat .
" lni milikmu Lieve .... "
Rose berjingkat kaget ketika dua tangan kekar itu sudah mengambil dua tangannya untuk menyusuri dada dan perut liat itu . Wajah pengantin wanita itu terlihat memerah karena ketahuan telah menatap kagum tubuh suaminya sendiri .
" Sudah Schat ... kau membuatku sangat malu . Kita makan dulu spaghettinya sebelum menjadi dingin dan tidak enak "
__ADS_1
Bryan menurut , ia kemudian duduk dan melihat sang istri mulai melayaninya . Mereka makan dengan kadang diselipi canda di dalamnya . Mereka berbicara tentang pesta pernikahan dan kejadian yang berlangsung di dalamnya .
Dan tak terasa mereka sudah sampai pada suapan terakhirnya . Selesai makan Bryan membantu istrinya membawa piring kotornya ke kitchen sink .
" Schat biar nanti aku yang mencucinya ... "
" Mulai sekarang kita melakukan apapun berdua , kita belajar berbagi Lieve "
Selesai mencuci piring mereka segera naik ke lantai atas menuju kamarnya . Bryan menarik tubuh istrinya ketika Rose ingin berjalan menuju kamarnya sendiri yang berada tepat di sebelah kamarnya .
" Aku ingin mandi Schat ... baju bajuku masih ada di kamar itu "
" Sekarang kamarku adalah kamar kita , tidak usah khawatir karena aku juga sudah siapkan baju untukmu di kamar kita "
Karena tidak ingin berdebat akhirnya Rose menurut saja , ketika masuk di dalam kamar dia sudah tidak mendapati foto gadis remaja itu lagi yang terpasang di atas nakas suaminya .
" Kau mau apa Schat ? Kenapa kau ikut masuk ke kamar mandi !? Kau baru saja mandi ... "
" Ya sudah jika begitu kau duluan saja ... "
Bryan memasang badan ketika sang istri ingin keluar dari kamar mandi . Perlahan ia menggiring sang istri berjalan mendekati bath up .
" Kita berendam bersama Lieve , itu akan lebih hangat dan menyenangkan " bisiknya dengan melepas satu persatu kain yang menempel di tubuh istrinya .
" Sudah kuduga ... "
*
Siang itu setelah pernikahan Bryan dan Rose selesai Abbio mengantar istrinya ke rumah sakit untuk memastikan dan memeriksakan kehamilan istrinya .
__ADS_1
Kebetulan dokter yang mereka datangi adalah dokter yang sama yang menangani Safa . Abbio tak pernah melepaskan rengkuhannya pada pinggang istrinya sejak mereka menginjakkan kaki mereka di rumah sakit .
Dia tidak suka dengan tatapan kagum pria pria yang melihat kecantikan istrinya . Seorang dokter wanita menyambut mereka dengan ramah . Setelah melalui sesi pertanyaan seputar awal awal kehamilan serta kondisi tubuhnya akhirnya dokter meminta Anna untuk berbaring di ranjang yang sudah disediakan .
Abbio mengernyit ketika seorang suster menyingkap baju atasan istrinya tapi ketika suster itu ingin mengoles sesuatu diatas perut rata istrinya ia tak bisa lagi tinggal diam .
" Mau apa kau !!?? "
Sang suster terlihat menghentikan niatnya dan terlihat salah tingkah . Sang dokter yang tampaknya sering mengalami situasi itu dengan tenang menghampiri pasiennya .
" Suster hanya ingin mengolesi perut istri anda dengan lotion untuk mempermudah pemeriksaan nanti Tuan Abbio "
" Hanya mengoles bukan ? Aku masih bisa melakukannya ... " Abbio meminta botol lotion kemudian mengoleskannya ke perut istrinya .
" Kak ... "
" Aku tidak akan mengijinkan orang lain menyentuhmu sayang "
" Sekarang kita mulai pemeriksaannya .. "
Dokter wanita itu menempelkan transducer dan menggerakkannya perlahan . Sesaat matanya mengernyit ketika melihat gambar yang terhubung di layar , tapi kemudian senyumnya melebar .
" Ada apa Dok ? Apa istriku baik baik saja !? " tanya Abbio terlihat khawatir .
" Anda bisa lihat itu ? Ada dua titik hitam yang ada dalam rahim istri anda . ltu artinya akan ada dua bayi yang akan lahir nantinya . Selamat Tuan dan Nyonya Al Shamma "
Abbio dan Anna saling memandang dengan penuh haru . Abbio bahkan menciumi seluruh wajah istrinya di depan dokter dan suster yang masih ada di tempat itu . Firasatnya benar jika mereka akan segera mempunyai dua bayi sekaligus alias kembar .
Dunianya terasa sempurna sekarang , dalam hatinya ia berjanji akan menjadi pria yang lebih baik agar pantas untuk menjadi seorang suami dan ayah bagi anak anaknya kelak .
__ADS_1
~ ***TAMAT ~
Sengaja emak tamatkan kisah ini karena Duo Al Shamma sudah mendapatkan kebahagiaannya masing masing . Tapi akhir ini adalah awal untuk kisah tokoh pendukung lainnya . Di ekstra chapter selanjutnya Duo Al Shamma akan tetap muncul walau porsinya tidak sebesar tokoh pendukung yang akan emak bahas . Terimakasih sudah mendampingi emak belajar sampai saat ini , masih banyak salah sana sini walau emak sudah curahkan pikiran untuk menulis novel ini . Jangan bosan untuk membaca sekaligus mendampingi emak terus belajar menulis ... love you all ❤️❤️❤️😘😘😘😘***