Hurt

Hurt
62


__ADS_3

" Cheerrrss ..... "


Saat ini para pengusaha muda yang di undang ke pernikahan di Vietnam sedang ada di sebuah bar untuk sekedar minum minum dan menikmati suasana malam sebelum besok pagi mereka kembali ke negara masing masing .


Termasuk Abbio yang juga sedang membawa sekaleng soft drink di tangannya . Matanya kadang seperti sedang mencari sesuatu , jauh di lubuk hatinya ia ingin melihat kembali mata bening gadisnya .


Sebenci apapun nyatanya rasa rindu lebih menguasai hati dan jiwanya . Dua bulan ia tersiksa dengan rasa rindunya , dan ia harus berpura pura tidak peduli dengan keberadaan gadis itu . Walau begitu ia diam diam meminta salah seorang kepercayaannya untuk mencari gadis itu . Walau usaha itu tak pernah membuahkan hasil .


Beberapa gadis cantik mendekat ke arah para pengusaha itu , sepertinya mereka tahu para pria itu sedang butuh sesuatu untuk melepas penat dan rasa bosan mereka . Dan benar saja beberapa dari pengusaha itu langsung membawa gadis yang menghampiri mereka keluar dari bar .


" Hai tampan , butuh teman ?! "


Abbio tidak menjawab , mata pria itu masih asyik melihat kelihaian bartender yang memainkan botol minuman dan gelas di tangannya .


Gadis cantik itu tidak menyerah , dia menggeser kursi dan duduk tepat di samping pria itu .


" Apa kau salah satu pria yang tidak tertarik pada wanita !? Kau tahu maksudku .... aku bisa membantu mencari pria muda untukmu " kata gadis itu yang langsung mendapat tatapan tajam dari pria disampingnya .


" Enyah dari hadapanku sekarang !!! " geram Abbio .


Melihat kemarahan di mata pria tampan di depannya gadis itu segera pergi , ia tak mau ambil resiko membuat keributan di bar itu . Gadis itu menyingkir ke sebuah meja di mana teman temannya berada .

__ADS_1


" Bagaimana kau bisa mengajaknya kencan ?? Jangan bilang kalau kau kalah kali ini "


" Dia seperti monster , tatapannya mengerikan " jawab gadis yang tadi mendekati Abbio .


" Pria seperti dia yang bisa mengguncang ranjang kita hingga pagi , mereka pendiam dan pemarah ... tapi mereka pemain yang sangat baik . Bagaimana kalau kita bertaruh , siapa yang bisa mengajaknya kencan akan menjadi ratu selama sebulan , seperti biasanya dia yang akan pertama kali main jika kita dapat berondong atau pria tampan ... "


" Deal ... "


Kemudian salah satu dari mereka kembali mendekati Abbio yang masih setia di tempat duduknya . Pria itu terlihat diam dengan mata kosong . Sepertinya pria itu sedang memikirkan sesuatu .


" Hai tampan bisa aku duduk disini !? Apa kau sendirian ? Atau kau sedang berpisah dari pasanganmu ? Kau bisa membicarakan apapun padaku "


" Ckk ... perempuan perempuan seperti kalian kenapa selalu harus mengganggu ketenangan ku "


" Brengsek !!! Kau pikir aku terlalu miskin untuk menyingkirkan manusia sampah sepertimu !!! "


" Hei tampan jangan marah ... aku hanya berusaha menghiburmu "


Wanita itu mengernyit ketika pria di depannya malah sedang menatap salah satu temannya yang ada di mejanya tadi . Sepertinya ada pria muda yang masuk ke meja itu . Walaupun bukan sosialita kata raya tapi dia dan teman temannya memang senang bermain dengan para gigolo tampan .


" Ann ... "

__ADS_1


Dengan langkah lebar Abbio menghampiri salah satu gadis di meja yang tepat ada di belakangnya tanpa memperdulikan wanita yang tadi sempat merayunya .


Diraihnya tangan gadis yang dari tadi ia lihat dan dia bawa keluar dari bar .


" Hei .... siapa kau !! Jangan tarik tarik tanganku begini ... sakit !! " pekik gadis yang terus saja diseret Abbio keluar dari bar .


Sampai di tempat yang lumayan sepi Abbio menepis tangan itu .


" Wanita murahan !! Siapa lagi yang sekarang menjadi targetmu hahh !! Apa matamu sekarang buta hingga mengira gigolo semacam dia bisa memberimu uang . Kau ... kau ... "


Kata katanya langsung terhenti ketika melihat dengan seksama gadis itu . Ternyata yang ada di depannya bukan gadisnya . Postur tubuh yang sama dengan gadisnya dan jika dilihat dari samping memang gadis itu memiliki kontur wajah yang sama persis seperti Anna . Tapi ketika sudah melihat keseluruhan gadis itu berbeda dengan gadis pemilik hatinya .


" Kau bukan Anna .... "


" Kenapa akhir akhir ini banyak yang mengatakan aku seperti Anna . Siapa Anna ?? Kenapa gadis itu menjadi sangat penting !? "


" Jangan berani ucapkan nama wanitaku dengan mulut kotormu !!! "


Gadis yang berwajah mirip Anna itu hanya tertawa .


" Kemarin saat aku di Perancis aku di bayar mahal hanya untuk menjadi Anna . Rambut merahku sampai harus di warnai seperti rambut gadis itu hanya untuk berfoto dengan pria tampan sepertimu . Selain uang tentu saja aku dapat kehangatan lain . Apa sekarang kau juga ingin aku berfoto denganmu di ranjang tuan !!?? Aku cukup pintar untuk mengguncang ranjang milikmu "

__ADS_1


" Ap .. apaaa ... jadi kau ... "


__ADS_2