
Anna tak henti hentinya merutuki.pria menyebalkan yang sekarang berstatus calon suami untuknya . Bagaimana tidak sebal jika tak ada angin tak ada hujan tiba tiba saja dia disodori berkas yang akan di gunakan untuk pernikahannya .
Mau tidak mau dia harus menandatangani berkas itu tanpa terkecuali . Yang lebih gila lagi Abbio bilang mereka akan menikah keesokan harinya , tapi dengan perundingan yang alot akhirnya pria itu mengalah .
Abbio mengundur acara pernikahan mereka , dia menunggu kesiapan Anna . Dan pria itu hanya memberikan waktu seminggu agar Anna bisa menata semua dalam dirinya .
Sebenarnya Anna pun bingung dengan dirinya sendiri karena selalu saja tunduk dengan keinginan gila dari pria itu . Dia tidak bisa mengatakan tidak pada setiap kata Abbio . Anna berharap keputusannya untuk menerima rencana pernikahan ini bukan keputusan yang salah untuknya .
Setelah selesai menandatangani semua berkas Abbio membawanya ke kantor karena pria itu ada pertemuan penting sore itu . Saat ini Anna ada di kamar pribadi Abbio yang terletak didalam ruangan CEO , lebih tepatnya ruangan yang ada di belakang meja kerja pria arogan itu .
" Kau tunggu aku disini ok ??! Aku tahu kau terlalu senang karena rencana pernikahan kita tapi tidak usah menggunakan alasan itu untuk jalan jalan keluar kantor "
" Tapi aku akan bosan disini !! Kau pasti akan sangat lama . Aku pulang saja .... "
" Tidak boleh !! Kau calon istriku ... ibu dari anak anakku , jadi kau harus selalu di sisiku "
" Hisshhhh dasar pemaksa !!! Mana ada aturan calon istri harus selalu ada di sisi calon suaminya !!! Jangan semaunya jika memberi aturan "
" Tapi kau cerobohh.!!!! Kau selalu membuat masalah jika jauh dariku "
Anna memilih diam dan tak menanggapi kata kata Abbio karena semakin ditanggapi kepalanya akan menjadi semakin pusing .
__ADS_1
Dan Anna memejamkan matanya seketika ketika merasakan pria menyebalkan itu tiba tiba mengecup keningnya cukup.lama . Hal ini yang membuatnya jatuh hati pada pria arogan itu .
Walau pria itu adalah pria pemarah , pemaksa dan selalu membuat aturan seenaknya sendiri , tapi Anna merasakan kasih sayang yang begitu besar darinya .
Setelah Abbio keluar dari kamar itu Anna segera merebahkan dirinya ke ranjang , sudut bibirnya terangkat ketika mencium aroma khas Abbio di ranjang itu . Pria menyebalkan itu sepertinya ada di mana saja , Abbio selalu saja membayangi hidupnya .
Sekitar setengah jam Anna hanya berguling guling di ranjang belum bisa memejamkan matanya . Gadis itu mengira akan mudah tertidur dikamar ini , tapi nyatanya matanya sulit sekali untuk dipejamkan .
Perutnya tiba tiba berbunyi , sepertinya menghadapi semua kegilaan seorang Abbio sangat menguras tenaganya . Dia merasa harus makan sesuatu untuk menenangkan perutnya dan mengembalikan tenaganya .
CEKLEKKK ...
Ruangan CEO terlihat sepi , ruangan bernuansa hitam dan coklat tua yang sangat menggambarkan watak penghuninya . Anna berniat ingin bertanya dimana dia bisa mendapat makanan pada sekretaris yang tadi sempat ia lihat saat Abbio membawanya ke ruangan ini .
Sekretaris cantik yang berada di luar ruangan itu terlihat sibuk dengan layar komputernya . Wanita itu sepertinya belum menyadari kehadirannya .
Sekretaris itu tampak terkejut dan menghentikan kegiatannya , dia buru buru berdiri dan menunduk hormat ketika tahu Anna ada di depannya . Sekretaris itu tahu pasti jika wanita di depannya ini adalah wanita milik CEOnya .
" Tentu saja Nyonya .... "
" Saya belum menikah , panggil saja nama saya .. Anna "
" Ohh maaf , apa Nona Anna membutuhkan sesuatu ?! Tadi tuan Abbio berpesan agar melayani Nona jika Nona membutuhkan sesuatu "
__ADS_1
" Saya ingin pergi ke kantin perusahaan , tapi tidak tahu jalannya "
" Jika memang membutuhkan sesuatu maka saya yang akan mengurusnya . Nona harus tetap berada di sini "
Anna menghembuskan nafasnya panjang , pasti Abbio sudah berpesan pada sekretaris cantik itu agar tidak membiarkannya pergi dari ruangan miliknya .
" Aku lapar , tolong belikan apapun yang bisa mengganjal perutku " kata Anna sambil mengeluarkan dompet .
" Baik , Nona tunggu sebentar ! Saya segera kembali "
" Lhohh ehhh .... ini duitnya belum !! "
Tapi sekretaris cantik itu sudah tidak terlihat karena masuk ke dalam lift . Capek berdiri akhirnya ia duduk di kursi milik sekretaris itu sambil bermain ponsel miliknya .
Dan sebuah suara yang berat membuatnya terkejut dan segera berdiri . Tampak tiga orang pria berwajah oriental berdiri di depannya .
" Kita bertemu lagi Nona , sepertinya kau berbohong waktu itu ! Kau bilang kau tidak tahu ruangan CEO ternyata kau adalah sekretaris Tuan Abbio "
" Ehhh ... bukan !! Aku tidak bekerja disini , aku ehmmm ... aku juga tamu " jawan Anna gugup karena bingung harus menjawab apa .
Pria itu tampak tertawa melihat kegugupan Anna , pipinya yang memerah tampak membuat gadis di depannya menjadi sangat menggemaskan .
" Nama saya Hiro , bolehkah saya tahu nama Nona ??! "
__ADS_1
" Anna ... "
" Kimi wa hana no youni kirei da ... " lirih pria bernama Hiro dengan mata yang tak lepas dari wajah cantik di depannya .