Hurt

Hurt
46


__ADS_3

Anna tak henti hentinya merutuki.pria menyebalkan yang sekarang berstatus calon suami untuknya . Bagaimana tidak sebal jika tak ada angin tak ada hujan tiba tiba saja dia disodori berkas yang akan di gunakan untuk pernikahannya .


Mau tidak mau dia harus menandatangani berkas itu tanpa terkecuali . Yang lebih gila lagi Abbio bilang mereka akan menikah keesokan harinya , tapi dengan perundingan yang alot akhirnya pria itu mengalah .


Abbio mengundur acara pernikahan mereka , dia menunggu kesiapan Anna . Dan pria itu hanya memberikan waktu seminggu agar Anna bisa menata semua dalam dirinya .


Sebenarnya Anna pun bingung dengan dirinya sendiri karena selalu saja tunduk dengan keinginan gila dari pria itu . Dia tidak bisa mengatakan tidak pada setiap kata Abbio . Anna berharap keputusannya untuk menerima rencana pernikahan ini bukan keputusan yang salah untuknya .


Setelah selesai menandatangani semua berkas Abbio membawanya ke kantor karena pria itu ada pertemuan penting sore itu . Saat ini Anna ada di kamar pribadi Abbio yang terletak didalam ruangan CEO , lebih tepatnya ruangan yang ada di belakang meja kerja pria arogan itu .


" Kau tunggu aku disini ok ??! Aku tahu kau terlalu senang karena rencana pernikahan kita tapi tidak usah menggunakan alasan itu untuk jalan jalan keluar kantor "


" Tapi aku akan bosan disini !! Kau pasti akan sangat lama . Aku pulang saja .... "


" Tidak boleh !! Kau calon istriku ... ibu dari anak anakku , jadi kau harus selalu di sisiku "


" Hisshhhh dasar pemaksa !!! Mana ada aturan calon istri harus selalu ada di sisi calon suaminya !!! Jangan semaunya jika memberi aturan "


" Tapi kau cerobohh.!!!! Kau selalu membuat masalah jika jauh dariku "


Anna memilih diam dan tak menanggapi kata kata Abbio karena semakin ditanggapi kepalanya akan menjadi semakin pusing .


__ADS_1


Dan Anna memejamkan matanya seketika ketika merasakan pria menyebalkan itu tiba tiba mengecup keningnya cukup.lama . Hal ini yang membuatnya jatuh hati pada pria arogan itu .


Walau pria itu adalah pria pemarah , pemaksa dan selalu membuat aturan seenaknya sendiri , tapi Anna merasakan kasih sayang yang begitu besar darinya .


Setelah Abbio keluar dari kamar itu Anna segera merebahkan dirinya ke ranjang , sudut bibirnya terangkat ketika mencium aroma khas Abbio di ranjang itu . Pria menyebalkan itu sepertinya ada di mana saja , Abbio selalu saja membayangi hidupnya .


Sekitar setengah jam Anna hanya berguling guling di ranjang belum bisa memejamkan matanya . Gadis itu mengira akan mudah tertidur dikamar ini , tapi nyatanya matanya sulit sekali untuk dipejamkan .


Perutnya tiba tiba berbunyi , sepertinya menghadapi semua kegilaan seorang Abbio sangat menguras tenaganya . Dia merasa harus makan sesuatu untuk menenangkan perutnya dan mengembalikan tenaganya .


CEKLEKKK ...


Ruangan CEO terlihat sepi , ruangan bernuansa hitam dan coklat tua yang sangat menggambarkan watak penghuninya . Anna berniat ingin bertanya dimana dia bisa mendapat makanan pada sekretaris yang tadi sempat ia lihat saat Abbio membawanya ke ruangan ini .


Sekretaris cantik yang berada di luar ruangan itu terlihat sibuk dengan layar komputernya . Wanita itu sepertinya belum menyadari kehadirannya .


Sekretaris itu tampak terkejut dan menghentikan kegiatannya , dia buru buru berdiri dan menunduk hormat ketika tahu Anna ada di depannya . Sekretaris itu tahu pasti jika wanita di depannya ini adalah wanita milik CEOnya .


" Tentu saja Nyonya .... "


" Saya belum menikah , panggil saja nama saya .. Anna "


" Ohh maaf , apa Nona Anna membutuhkan sesuatu ?! Tadi tuan Abbio berpesan agar melayani Nona jika Nona membutuhkan sesuatu "

__ADS_1


" Saya ingin pergi ke kantin perusahaan , tapi tidak tahu jalannya "


" Jika memang membutuhkan sesuatu maka saya yang akan mengurusnya . Nona harus tetap berada di sini "


Anna menghembuskan nafasnya panjang , pasti Abbio sudah berpesan pada sekretaris cantik itu agar tidak membiarkannya pergi dari ruangan miliknya .


" Aku lapar , tolong belikan apapun yang bisa mengganjal perutku " kata Anna sambil mengeluarkan dompet .


" Baik , Nona tunggu sebentar ! Saya segera kembali "


" Lhohh ehhh .... ini duitnya belum !! "


Tapi sekretaris cantik itu sudah tidak terlihat karena masuk ke dalam lift . Capek berdiri akhirnya ia duduk di kursi milik sekretaris itu sambil bermain ponsel miliknya .


Dan sebuah suara yang berat membuatnya terkejut dan segera berdiri . Tampak tiga orang pria berwajah oriental berdiri di depannya .


" Kita bertemu lagi Nona , sepertinya kau berbohong waktu itu ! Kau bilang kau tidak tahu ruangan CEO ternyata kau adalah sekretaris Tuan Abbio "


" Ehhh ... bukan !! Aku tidak bekerja disini , aku ehmmm ... aku juga tamu " jawan Anna gugup karena bingung harus menjawab apa .


Pria itu tampak tertawa melihat kegugupan Anna , pipinya yang memerah tampak membuat gadis di depannya menjadi sangat menggemaskan .


" Nama saya Hiro , bolehkah saya tahu nama Nona ??! "

__ADS_1


" Anna ... "


" Kimi wa hana no youni kirei da ... " lirih pria bernama Hiro dengan mata yang tak lepas dari wajah cantik di depannya .


__ADS_2