Hurt

Hurt
56


__ADS_3

" Duduk .... "


Sorot mata dan suara bariton itu kembali seperti semula , seperti saat pertama ia bertemu dengan pria itu . Terdengar sinis , ketus dan meremehkan .


Tapi Anna masih berusaha untuk berpikiran positif . Mungkin ini hanya sebuah ujian yang harus mereka lalui untuk melangkah ke jenjang yang lebih jauh . Dia sadar perjalanan cinta mereka terlampau singkat untuk melangkah lebih jauh .


" Apa kau ingin bertanya kepadaku kenapa aku membatalkan pernikahan kita ?!! "


" Apa karena kau belum siap ? Jika karena itu aku akan sangat mengerti . Bukankah kita masih mempunyai banyak waktu ? "


Hening , Anna bahkan bisa mendengar alunan nafasnya sendiri karena suasana yang terasa mencekam ini . Pria itu menatapnya tajam dengan dua tangan terkepal diatas meja .


" Bukan karena hal itu ! Aku aku membatalkannya karena kau tidak pantas ada di sampingku . Kau berpura pura polos di depanku hanya untuk menutupi kebusukanmu !! "


" Ap .. appaa ... "


Abbio melempar sebuah amplop berwarna coklat ke depannya .


" Buka itu ... dan jangan katakan apa yang tidak perlu dikatakan karena buktinya sudah jelas !! "


" Bukti apa !? "

__ADS_1


Anna meraih amplop itu dan perlahan membukanya , matanya sedikit menyipit ketika melihat foto foto seorang wanita yang sangat mirip dirinya sedang berada di ranjang dengan seorang pria . Dan dalam foto itu keduanya tampak tidak berbusana .


" lni siapa !??? "


BRRAAAKKK ....


Abbio menghantam meja di depannya dengan kedua tangannya hingga Anna berjingkat kaget . Foto foto di tangannya terlepas hingga berhamburan di meja .


" Apa matamu buta hahhh !!! Sudah aku bilang dari pertama , jangan mengatakan hal yang tidak perlu !! Jangan sangkal apa yang sudah ada di depan matamu !!! "


" Tapi ini bukan ak.... "


" DIAAMMM !!! "


" Sudah berapa lama hubungan kalian ?? "


" Tapi aku benar benar tidak tahu .... "


" Cihhh ... semua wanita adalah artis yang hebat , bahkan kalian masih bisa menyangkal walau bukti sudah ada di depan mata . Apa perlu aku mencari dan menyeret pria itu baru kau mengakui perbuatan menjijikkan kalian !? "


" Apa senista itu aku di matamu !? Apa hanya sebatas ini rasamu padaku !?? Kau pernah mengatakan bahwa kau mencintaiku melebihi nyawamu " Anna mengambil satu foto itu dan ia tunjukkan pada pria yang masih penuh amarah itu .

__ADS_1


" Apa kau bercanda !? Wanita wanita sepertimu akan menjeratku dengan kepolosan kepolosan kalian , apa yang kau inginkan dariku !!!? Uang ?? Kekuasaan ? "


" Cinta .... apa kau percaya jika hanya itu yang aku inginkan ? Tidak apa apa jika kita tidak jadi menikah , tapi jangan ragukan cintaku . Aku mencintaimu .... "


" Ha ... ha .... itu terdengar sangat lucu !! Mulut wanita sepertimu tidak pantas untuk mengucapkan kata itu . Cinta ... bagi kalian cinta cuma alat untuk menakhlukkan para pria seperti kami untuk mendapatkan uang "


Setelah berkata seperti itu Abbio mengeluarkan sebuah koper kecil dan ia letakkan di meja . Anna terhenyak ketika mengetahui isi koper itu , koper itu penuh berisi dengan uang .


" lni yang kau inginkan . Gunakan ini untuk memenuhi semua keinginanmu tapi jangan lagi terlihat di depanku !! Pergi .... atau aku akan melakukan hal yang tak bisa kau bayangkan sebelumnya "


Anna terdiam , baginya percuma untuk membela diri dari pria yang sangat keras kepala itu .


" Tidak usah khawatir , kau tak akan pernah melihatku lagi ! Kau bisa hidup tenang setelahnya . Jika suatu saat kau mengetahui kebenarannya , aku mohon jangan mencariku ... karena aku sudah memaafkanmu . Aku harap kita akan menemukan jalan kebahagiaan kita masing masing . Terima kasih ... terimakasih sudah mengajarkan aku tentang rasa mencintai . Seumur hidup aku akan selalu mengingat hal ini cinta , ketidakpercayaan dan penghinaan yang kau berikan padaku . Aku pergi ... "


Anna beranjak dari kursinya dan bergegas melangkah keluar dari ruangan itu . Tak terasa air mata yang sedari ia tahan sudah membanjiri pipinya . Tapi sebelum ia mencapai pintu ia tersungkur karena kakinya terkena lemparan sebuah benda cukup besar . Abbio melempar koper berisi uang itu hingga mengenai kakinya .


" Akkhhh ... "


" Kau melupakan tujuanmu ... ambil koper itu . Setidaknya usahamu tidak sia sia untuk menipuku !! "


Dengan hati perih diambilnya koper itu , dan ia kembali melangkah keluar ruang itu menuju kamarnya . Masih ia dengar pria yang nyaris menjadi suaminya itu mengumpat dengan keras .

__ADS_1


" P*lacur !!! Enyahhh kau ... "


__ADS_2