
" Kita mau kemana ?! "
" Makan ... "
Anna berdecak kesal ketika pria yang sedang menyetir disampingnya selalu saja menjawab pertanyaannya dengan sangat singkat .
" Tapi kita sudah jauh meninggalkan kota , memangnya kita mau makan di hutan !? " seru Anna yang lama lama menjadi kesal . Seharusnya dia yang saat ini kesal karena baru saja di suguhi tingkah menyebalkan dari salah satu mantan calon suaminya .
" Atau jangan jangan kau ingin menjatuhkan mobil ini ke jurang seolah olah aku kecelakaan , kau ingin kembali pada wanita yang tadi marah marah di kafe ??? "
" Diam atau aku sendiri yang akan membungkam bibirmu '
Abbio menambahkan kecepatan seolah id ingin agar cepat sampai ke tempat tujuannya . Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah villa yang ada di daerah perbukitan .
" Turun .. "
" Tidak mau !! " sahut Anna , pandangannya penuh selidik pada pria yang juga sedang menatapnya tajam itu . Dia teringat dengan perkataan wanita pemarah yang tadi mengatakan bahwa Abbio hanya ingin menidurinya kemudian akan meninggalkan dia setelahnya .
" Aku tahu yang ada di otakmu sekarang , dan ini tidak seperti yang kau pikirkan !! "
" Tadi kau bilang ingin makan , kenapa kita pergi ke villa di tengah hutan begini "
" Aku sengaja membawamu ke sini agar kita bisa bicara dengan tenang , aku juga ingin waktu lebih banyak denganmu tanpa di ganggu orang lain . Jika kembali ke mansion kau pasti akan terus menempel pada adik iparku itu . Satu bulan ini aku gila karena terlalu merindukanmu "
" Wanita tadi ... "
" Sheera ! Kita bicarakan dia setelah makan , sekarang kita turun . Mereka sudah menyiapkan makan siang untuk kita "
" lni sudah menjelang sore " gerutu Anna yang memang sudah merasa lapar dari tadi .
Abbio merengkuh posesif pinggang kekasihnya ketika mereka sudah turun dari mobil dan berjalan ke dalam villa . Terlihat ada beberapa penjaga yang menunduk hormat ketika mengetahui kedatangan mereka .
__ADS_1
Baru sekali ini tuan muda mereka membawa seorang wanita ke dalam villa yang dulunya adalah villa tempat nyonya besar mereka menghabiskan sisa hidupnya . Setelah divonis mengidap penyakit yang tidak bisa disembuhkan Gaffar dan istri pertamanya memutuskan untuk tinggal di tempat yang lebih tenang .
Saat pertama kali melangkah masuk ia di suguhkan dengan lukisan besar yang merupakan foto keluarga . Abbio dan Zahid terlihat masih kecil , Masing masing di pangku oleh Daddy dan Mommynya .
" Dia Mommymu !? " tanya Anna yang sempat menghentikan langkahnya untuk melihat lebih lama lukisan keluarga itu .
" Ya ...."
" Cantik sekali , mirip dengan Nyonya Violetta ! Senyumnya mirip denganmu "
Abbio memeluk erat pinggang kekasihnya dari belakang , dengan mata tertutup ia menghirup aroma rambut kekasihnya .
" Dia sepertimu , cantik dan tidak banyak bicara . Bahkan dia diam ketika sedang kesakitan ... "
" Kau merindukannya ? " Anna membalikkan badan hingga kini mereka berdiri saling berhadapan .
" Dia sudah bahagia di sana ! Ayo.kita makan dulu sebelum kau menggerutu lapar lagi "
" Apa sayang ... "
" Aku juga merindukanmu "
Abbio yang sudah sedari tadi mencoba menahan rindunya segera menarik pinggang gadisnya dan menciumi seluruh wajah Anna dengan gemas .
" Sayaanngg ... kok ditutupi sih " lirih Abbio yang melihat Anna menutup bibirnya dengan kedua tangannya .
" Makan dulu .. aku lapar "
" Setelah makan apa aku boleh menciummu ?? "
" Tetap saja tidak ... " sahut Anna sambil tertawa
__ADS_1
Setelah selesai makan keduanya duduk santai di balkon ruang tengah , tempat itu sangat sejuk karena di ubah menjadi sebuah taman mini .
" Apa dia cinta pertamamu !? "
" Yang kau maksud Sheera !? Ya aku rasa dia bukan cinta pertamaku tapi dia adalah kebodohan terbesar yang pernah aku lakukan . Aku mengabaikan nasehat Daddy waktu itu , aku berkeras Sheera adalah wanita terbaik untukku . Hanya dia yang mengerti diriku ! Tapi nyatanya waktu membuka semua , dia hanya wanita yang melakukan semua untuk uang dan reputasinya "
" Kau pernah tidur dengannya !? "
Abbio menghembuskan nafasnya kasar , akhirnya Anna menanyakan hal yang paling tidak ingin ia ingat lagi .
" Waktu itu aku masih muda , ya ... aku pernah tidur dengannya sekali . Apa kau marah !? "
" Marah pun tidak akan merubah apapun . Aku dengar dia punya seorang putra "
" Ckk ... kenapa harus membahas dia ? Kenapa tidak membahas tentang kita !? Kau ingin pernikahan kita seperti apa ? "
" Aku tidak suka keramaian , aku ingin pernikahan kita hanya di hadiri keluarga saja . Aku lebih nyaman berada di dekat mereka . Soal pesta setelah pernikahan aku serahkan semua padamu ! Kelak aku akan menuruti setiap perintah suamiku "
" Kau akan menjadi istriku bukan menjadi pegawaiku !! "
Sampai menjelang malam mereka masih asyik mengobrol , hingga Anna mengeluh sangat mengantuk karena belum sempat tidur ketika di pesawat .
" Mau pulang ke mansion atau menginap di sini ? Jangan khawatir aku tidak akan mengganggumu "
Tapi tanpa terduga Anna malah merebahkan tubuhnya di dadanya .
" Aku ingin tidur sebentar di pelukanmu sebelum kita kembali ke mansion , apa boleh !? "
Abbio tak menjawab , tapi ia mengeratkan rengkuhannya pada gadisnya . Dia bahagia ketika Anna bersikap manja padanya .
" Apapun sayang , aku lakukan apapun untuk kebahagiaanmu
__ADS_1