Hurt

Hurt
105


__ADS_3

" Kita mau kemana ?! "


" Makan ... "


Anna berdecak kesal ketika pria yang sedang menyetir disampingnya selalu saja menjawab pertanyaannya dengan sangat singkat .


" Tapi kita sudah jauh meninggalkan kota , memangnya kita mau makan di hutan !? " seru Anna yang lama lama menjadi kesal . Seharusnya dia yang saat ini kesal karena baru saja di suguhi tingkah menyebalkan dari salah satu mantan calon suaminya .


" Atau jangan jangan kau ingin menjatuhkan mobil ini ke jurang seolah olah aku kecelakaan , kau ingin kembali pada wanita yang tadi marah marah di kafe ??? "


" Diam atau aku sendiri yang akan membungkam bibirmu '


Abbio menambahkan kecepatan seolah id ingin agar cepat sampai ke tempat tujuannya . Setelah satu jam perjalanan akhirnya mereka sampai di sebuah villa yang ada di daerah perbukitan .


" Turun .. "


" Tidak mau !! " sahut Anna , pandangannya penuh selidik pada pria yang juga sedang menatapnya tajam itu . Dia teringat dengan perkataan wanita pemarah yang tadi mengatakan bahwa Abbio hanya ingin menidurinya kemudian akan meninggalkan dia setelahnya .


" Aku tahu yang ada di otakmu sekarang , dan ini tidak seperti yang kau pikirkan !! "


" Tadi kau bilang ingin makan , kenapa kita pergi ke villa di tengah hutan begini "


" Aku sengaja membawamu ke sini agar kita bisa bicara dengan tenang , aku juga ingin waktu lebih banyak denganmu tanpa di ganggu orang lain . Jika kembali ke mansion kau pasti akan terus menempel pada adik iparku itu . Satu bulan ini aku gila karena terlalu merindukanmu "


" Wanita tadi ... "


" Sheera ! Kita bicarakan dia setelah makan , sekarang kita turun . Mereka sudah menyiapkan makan siang untuk kita "


" lni sudah menjelang sore " gerutu Anna yang memang sudah merasa lapar dari tadi .


Abbio merengkuh posesif pinggang kekasihnya ketika mereka sudah turun dari mobil dan berjalan ke dalam villa . Terlihat ada beberapa penjaga yang menunduk hormat ketika mengetahui kedatangan mereka .

__ADS_1


Baru sekali ini tuan muda mereka membawa seorang wanita ke dalam villa yang dulunya adalah villa tempat nyonya besar mereka menghabiskan sisa hidupnya . Setelah divonis mengidap penyakit yang tidak bisa disembuhkan Gaffar dan istri pertamanya memutuskan untuk tinggal di tempat yang lebih tenang .


Saat pertama kali melangkah masuk ia di suguhkan dengan lukisan besar yang merupakan foto keluarga . Abbio dan Zahid terlihat masih kecil , Masing masing di pangku oleh Daddy dan Mommynya .


" Dia Mommymu !? " tanya Anna yang sempat menghentikan langkahnya untuk melihat lebih lama lukisan keluarga itu .


" Ya ...."


" Cantik sekali , mirip dengan Nyonya Violetta ! Senyumnya mirip denganmu "


Abbio memeluk erat pinggang kekasihnya dari belakang , dengan mata tertutup ia menghirup aroma rambut kekasihnya .


" Dia sepertimu , cantik dan tidak banyak bicara . Bahkan dia diam ketika sedang kesakitan ... "


" Kau merindukannya ? " Anna membalikkan badan hingga kini mereka berdiri saling berhadapan .


" Dia sudah bahagia di sana ! Ayo.kita makan dulu sebelum kau menggerutu lapar lagi "


" Apa sayang ... "


" Aku juga merindukanmu "


Abbio yang sudah sedari tadi mencoba menahan rindunya segera menarik pinggang gadisnya dan menciumi seluruh wajah Anna dengan gemas .


" Sayaanngg ... kok ditutupi sih " lirih Abbio yang melihat Anna menutup bibirnya dengan kedua tangannya .


" Makan dulu .. aku lapar "


" Setelah makan apa aku boleh menciummu ?? "


" Tetap saja tidak ... " sahut Anna sambil tertawa

__ADS_1


Setelah selesai makan keduanya duduk santai di balkon ruang tengah , tempat itu sangat sejuk karena di ubah menjadi sebuah taman mini .


" Apa dia cinta pertamamu !? "


" Yang kau maksud Sheera !? Ya aku rasa dia bukan cinta pertamaku tapi dia adalah kebodohan terbesar yang pernah aku lakukan . Aku mengabaikan nasehat Daddy waktu itu , aku berkeras Sheera adalah wanita terbaik untukku . Hanya dia yang mengerti diriku ! Tapi nyatanya waktu membuka semua , dia hanya wanita yang melakukan semua untuk uang dan reputasinya "


" Kau pernah tidur dengannya !? "


Abbio menghembuskan nafasnya kasar , akhirnya Anna menanyakan hal yang paling tidak ingin ia ingat lagi .


" Waktu itu aku masih muda , ya ... aku pernah tidur dengannya sekali . Apa kau marah !? "


" Marah pun tidak akan merubah apapun . Aku dengar dia punya seorang putra "


" Ckk ... kenapa harus membahas dia ? Kenapa tidak membahas tentang kita !? Kau ingin pernikahan kita seperti apa ? "


" Aku tidak suka keramaian , aku ingin pernikahan kita hanya di hadiri keluarga saja . Aku lebih nyaman berada di dekat mereka . Soal pesta setelah pernikahan aku serahkan semua padamu ! Kelak aku akan menuruti setiap perintah suamiku "


" Kau akan menjadi istriku bukan menjadi pegawaiku !! "


Sampai menjelang malam mereka masih asyik mengobrol , hingga Anna mengeluh sangat mengantuk karena belum sempat tidur ketika di pesawat .


" Mau pulang ke mansion atau menginap di sini ? Jangan khawatir aku tidak akan mengganggumu "


Tapi tanpa terduga Anna malah merebahkan tubuhnya di dadanya .


" Aku ingin tidur sebentar di pelukanmu sebelum kita kembali ke mansion , apa boleh !? "


Abbio tak menjawab , tapi ia mengeratkan rengkuhannya pada gadisnya . Dia bahagia ketika Anna bersikap manja padanya .


" Apapun sayang , aku lakukan apapun untuk kebahagiaanmu

__ADS_1


__ADS_2