Hurt

Hurt
28


__ADS_3

" Mas tidak membawa gadis itu pulang !? " tanya Bu Sri pada suaminya yang baru saja pulang .


" Biar Abbio yang mengurusnya sayang , aku sudah pernah berjanji padamu kalau aku tidak akan terlibat apapun selain urusan perusahaan . Aku Ingin hidup damai di sisa hidupku bersamamu "


Bu Sri tersenyum dan mengecup pipi suaminya sekilas . Kehidupan sederhana yang ia jalani dengan suaminya benar benar membuatnya bahagia .


" Mas sudah makan ?! "


" Sudah , tadi kami mampir karena kebetulan Abbio ada pertemuan dengan klien lama yang juga mengenalku . Jangan bilang kalau kau belum makan karena menungguku "


" Sudah , tadi aku makan malam bersama Zahid . Tadi aku juga sempat melihat gadis yang bernama Anna , gadis yang dititipkan Vio di sini . Sepertinya gadis muda itu sudah menarik perhatian kedua putramu . Aku bisa melihat Zahid juga sangat mengagumi gadis itu "


" Biarkan mereka yang menyelesaikan hal itu . Sekarang kita selesaikan urusan kita dulu "


Gaffar memeluk istrinya kemudian menggiringnya menuju ranjang mereka . Walau usia mereka tidak muda lagi tapi kegiatan ranjang tetap mereka lakukan untuk menjaga keharmonisan hubungan mereka .


" Mandi dulu Mas ... "


" Tadi di barak aku sudah mandi , aku masih wangi sayang ... "


" Maaasss ..... "


" Ya ... ya ... aku akan mandi dulu . Kau tunggu sebentar jangan sampai ketiduran seperti biasanya "


" lyaaaa ... "


" Dan tidak usah pakai baju biar aku tidak perlu repot lagi untuk membukanya "


Dan Bu Sri menjawabnya dengan satu cubitan keras di perut suaminya yang sudah mulai membuncit .


" Dasar gendut mesum !! "


" Tapi itu efektif untuk menghemat waktu ! Bisa bisa kita masuk angin kalau kelamaan tidak pakai baju "


" Mandi sekarang atau aku akan benar benar tidur Mas !! "


Tanpa menjawab Gaffar segera melesat ke kamar mandi . ia tak ingin jatahnya tertunda malam ini . Usia yang tak lagi muda tidak bisa memadamkan hasratnya yang selalu berkobar untuk istri tercintanya .


*

__ADS_1


Sedangkan Abbio yang baru saja membersihkan diri segera turun dari kamarnya menuju area kolam renang . Sebentar dipandanginya kamar di bangunan belakang yang masih menyala itu .


" Ckk ... masih sakit jam segini belum.juga tidur "


Tapi matanya kemudian mengernyit ketika melihat bayangan yang mirip gadis itu sedang berjalan di bawah . Sepertinya gadis itu membawa sesuatu dari dapur maid . Abbio segera mendekat karena ingin memastikan bayangan siapa itu .


" Kenapa mengikutiku !? Aku bukan pencuri yang harus kau awasi . Tadi aku ke dapur maid untuk meminjam ini .... tenang saja besok aku kembalikan "


Abbio melihat tangan gadis itu tersodor ke arahnya dengan membawa dua butir telur .


" Itu untuk apa ?! "


" Hanya membantu induk ayam untuk mengeraminya " jawab asal Anna dan langsung berjalan meninggalkan Abbio di belakangnya .


" Hei ... aku serius !! Untuk apa telur itu ??? "


" Aku ingin menggorengnya karena tadi aku ketiduran dan melewatkan makan malamku . Kau tidak akan jatuh miskin karena meminjamkan dua butir telur " sungut Anna yang melihat tatapan aneh Abbio padanya . Pria itu pasti sedang berpikir yang tidak tidak tentang dirinya .


"' Ya sudah ... "


Anna segera membalikkan badan dan pergi meninggalkan Abbio , perutnya sudah sangat lapar hingga ia ingin segera menggoreng telur telur itu . Sampai di atas ia segera berjalan menuju satu buah ruangan yang ada persis ada di sebelah kamarnya . Ruangan yang ia ubah fungsinya menjadi ruangan dapur sederhana .


" Ya Tuhan ... !! " Anna di kagetkan dengan seseorang yang juga sudah duduk di depan kamarnya .


" Tuan mau apa masih di sini !!? "


" Memang kenapa ?! Aku hanya ingin memastikan kau memakan telur telur itu " jawab Abbio sekenanya karena ia tak punya jawaban yang tepat untuk pertanyaan gadis di depannya .


" Hissshh ... tapi aku tidak bisa makan jika kau terus saja melihatku !! "


" Aku tidak yakin ... "


Benar saja Anna yang tidak mau ambil pusing dengan tingkah tuan mudanya segera duduk dan melahap makanan yang ia bawa dari dapur . Abbio tampak menelan ludah ketika melihat hadis itu terlihat begitu lahap makan . Dan hanya dalam waktu sekejap makanan di atas piring itu tandas tak bersisa .


" Apa itu enak ??! Telur dan nasi ? "


" Tidak .... "


" Tapi kau menghabiskannya !!! "

__ADS_1


" Jika aku jawab iya pasti besok pagi kau suruh aku untuk membuatkannya untukmu ... tidak mau " sahut Anna beranjak dari duduknya untuk ingin menaruh piring kotornya di dapur .


Abbio hampir saja terbahak ketika mendengar gadis itu bisa menebak isi pikirannya . Entah apa yang merasukinya tiba tiba saja Abbio meraih pinggang gadis itu dan menariknya hingga Anna terjatuh dipangkuannya . Dia meraih piring yang masih ada di tangan Anna dan meletakkannya di meja .


" Tu ..... "


" Ssssstttttt ... diamlah " satu telunjuknya ia tempatkan di atas bibir gadis itu . Dan tangannya masih mengeratkan rengkuhannya di pinggang gadis yang sedikit meronta di pelukannya .


" Ckk ... diamlah atau aku akan ' menghabisimu ' disini sekarang juga " kata Abbio datar dengan mata terpejam , dia merasakan sesuatu perlahan bangkit di dalam dirinya ketika Anna terus saja bergerak di atasnya .


Dan Anna auto diam ketika mendengar Abbio yang berkata ingin menghabisinya , saat ini tubuhnya tak bisa ia gerakkan ketika mata elang itu sedang menatapnya .


" Cantik ... " lirih Abbio .


BLUSSHHH ...


Wajah Anna seketika merona mendengar kata kata itu keluar dari mulut tuan muda menyebalkan yang membencinya dari awal mereka bertemu .


" Biarkan begini dulu , aku tidak akan bertindak lebih jauh jika kau tetap diam di pangkuanku "


" Mesum ... " cicit Anna yang langsung membuat Abbio tersenyum lebar .


Abbio tak peduli dengan apa yang ada di pikiran Anna saat ini , tapi sungguh sudah dari kemarin ketika gadis itu terjatuh ia selalu ingin berada di sampingnya . Dia hanya ingin menjaga agar gadis itu tidak bertindak ceroboh lagi .


" Dahimu sudah sembuh !? "


" Turunin dulu .... malu kalau dilihat orang " kata Anna yang jika bisa saat ini ingin sekali menghilang . Dia tak bisa bayangkan jika saat ini dia berada di pangkuan Abbio , pria menyebalkan yang selalu bertindak seenaknya .


" Tidak sebelum kau menjawab semua pertanyaanku "


" Hissshhh menyebalkan , kau kan bisa lihat dahiku sudah tidak berdarah "


" Apa aku semenyebalkan itu di matamu !? "


" Iya ... emmmpphhhtt "


Dan terjadilah apa yang sudah dari tadi Abbio tahan sekuat hatinya . Niatnya hanya ingin mengecup bibir menggemaskan yang selalu saja berkata sinis padanya . Tapi entah kenapa kecupan itu malah berubah menjadi ciuman yang cukup lama .


PLAKKKK ...

__ADS_1


" Aku membencimu .... "


__ADS_2