
Tiba di mansion Abbio langsung membopong tubuh sang istri yang sudah tertidur untuk di bawa menuju ke kamarnya . Sejak turun dari pesawat Anna mengeluh sangat mengantuk karena dalam perjalanan sang suami sudah sukses membuat tubuhnya lelah .
Diciuminya lembut pucuk kepala Anna ketika ia ingin meninggalkan wanita yang sedang lelap tertidur itu ke ruang kerjanya . Zahid memang sudah datang ke perusahaan tapi kadang ada laporan yang harus ia sendiri yang memeriksa dan menandatanganinya karena posisi tertingginya di perusahaan Al Shamma ada di tangannya .
Tapi langkahnya terhenti ketika di ujung matanya ia seperti melihat seseorang yang tidak asing lagi baginya . Dari atas dia bisa melihat orang itu sedang berada di dapur dengan beberapa maid lainnya .
" Dwayne !?? "
Mengingat perlakuan wanita parubaya itu pada istrinya dulu maka dia bergegas pergi ke bawah untuk menemuinya . Wanita berumur itu terlihat tertunduk ketika menyadari kedatangan tuan mudanya .
" Siapa yang mengijinkanmu untuk kembali menginjak mansion ini !? " tanya tuan muda Al Shamma itu penuh penekanan .
" Tuan Abbio .... "
" Kau belum menjawab pertanyaanku "
Jika saja tidak mengingat keberadaan istrinya pasti saat ini dia sudah mengamuk karena kesalahan para bawahannya . Dengan lancang mereka mengijinkan seseorang masuk ke mansion tanpa ijinnya .
__ADS_1
Dulu dia mengirim Dwayne dan putrinya ke Perancis dengan tetap menutup aib ibu dan putrinya itu mengingat semua jasa Dwayne pada mendiang Mommynya dulu .
" Gracia sudah tidak ada lagi di dunia ini , dia di bunuh pacarnya yang ternyata adalah seorang buronan polisi internasional . Saya sebatang kara di sana ! Jika diijinkan saya ingin mengabdi di sini lagi , saya berjanji akan bersikap lebih baik "
" Kau pikir aku akan percaya padamu ?? "
" Hanya keluarga ini harapan terakhir saya , saya tidak mungkin melakukan kesalahan yang sama "
Abbio membuang mukanya , dia sama sekali tidak ingin menatap wanita parubaya itu . Ada sedikit rasa kasihan jauh di lubuk hatinya . Dulu wanita itu ikut mengasuh dirinya dan Zahid saat masih kecil . Mommynya juga sangat dekat dengan wanita itu .
" Bunuh saya jika tuan melihat saya berniat jahat lagi pada keluarga ini . Saya sudah mendengar kabar pernikahan Tuan . Saya ucapkan selamat berbahagia ! Saya akan menghormati Nyonya Anna seperti saya menghormati seluruh anggota keluarga ini "
" Baik , saya akan tinggal di kamar belakang . Saya tidak akan ke mansion utama jika Tuan Abbio belum mengijinkan "
" Sekarang pergilah !! "
Setelah kepergian wanita itu Abbio berkali kali menghembuskan nafasnya dalam dalam . Tapi suara lembut itu membuyarkan lamunannya . Dia melihat istrinya turun dari tangga dengan muka bantalnya .
__ADS_1
" Kak ... kenapa ada di dapur !? Apa Kak Abbio membutuhkan sesuatu !?? "
" Kok udah bangun sayang !? Tadi aku hanya ingin membuat kopi " sahut pria itu dengan merengkuh tubuh wanita yang sangat ia cintai .
" Kan ada maid ... "
" Dan kau akan merajuk.lagi sambil berkata bahwa istriku adalah dirimu ... bukan maid maid itu "
" Beda kasusnya Kak !! Kak Abbio ke atas saja biar aku yang buatin kopinya . Mau di bikinin kue sekalian ?? Atau aku buatkan roti bakar keju saja biar cepat bikinnya "
" Boleh , sepertinya roti bakar cinta buatanmu akan bisa membuatku tergila gila padamu "
" Maksudnya ??? " tanya Anna curiga dengan senyum smirk suaminya .
" Tidak ... aku hanya mengatakan bahwa aku sungguh mencintaimu sayang "
Setelah mengecup kening sang istri Abbio segera pergi ke ruang kerjanya . Dia harus melihat semua surat yang harus ia tanda tangani agar besok pekerjaannya tidak terlampau banyak . Dia tidak ingin lembur karena tidak yakin ia bisa menahan rindunya saat berpisah dengan istrinya .
__ADS_1
Anna segera mengambil beberapa lembar roti , selai kacang dan coklat kesukaan suaminya . Dia akan membuat rotinya senelum.mrmbust kopinya . Saat menyiapkan semua bahannya ia di kejutkan dengan bayangan seseorang yang sepertinya sudah tidak asing untuknya .
" ltu seperti .... tapi tidak mungkin . Mereka sudah ada di Perancis "