
" Besok kau ikut ke lndonesia ?! "
" Ya , Nona Anna ingin saya hadir menyaksikan pernikahannya "
Mereka duduk di sebuah stand es krim setelah nonton di sebuah bioskop yang ada di pusat kota . Gadis yang setiap hari menggunakan seragam maid itu tampak berbeda ketika memakai dress pendek bermotif bunga berwarna merah .
Tampilan sederhananya malah membuatnya tampak elegan dan sangat cantik dengan riasan wajah yang tidak berlebihan .
" Kau tak.ingin seperti Nona mudamu ? Menikah di usia muda ? Atau mungkin mempunyai banyak anak setelahnya !? "
Rose hanya tersenyum menanggapi perkataan Bryan . Pria di depannya memang pantang menyerah jika belum mendapat yang ia mau .
" Saya seorang wanita , sudah kodrat saya menjadi seorang istri dan seorang ibu . Tapi saya cukup tahu diri , saya tidak mau berharap terlalu tinggi "
" Tahu diri ?? Tentang apa !? Harusnya kau bangga di usiamu yang masih muda seperti sekarang kau sudah memiliki gelar magister hukum . Dan sekarang kau sedang menjalani kuliah lagi untuk mendapat gelar Doktor . Ketika matahari terbit kau bekerja untuk menghidupi dirimu sendiri dan saat matahari terbenam kau akan sibuk dengan tugas tugas kuliahmu "
" Bagaimana anda tahu !? "
" Aku tahu semua tentang dirimu ... aku tahu semua tentang gadis yang aku sukai "
Bryan tahu jika gadis yang terlihat sederhana itu ternyata mempunyai cita cita yang tinggi . Gadis itu menjadi seorang mahasiswa di sebuah universitas di Canada , dan tercatat sebagai mahasiswa jurusan hukum . Dan kebetulan kampus itu menggunakan sistem on line pada siswa siswanya yang tersebar dari berbagai negara .
__ADS_1
Bryan menatap mangkuk es krim kosong yang ada di depan gadis itu , Rose sudah menghabiskan es tim coklatnya tapi gadis itu bersikap biasa saja .
" Tuan terlihat gelisah apa Tuan mencari sesuatu ?! "
" Ehhmm tidak , tunggu di sini sebentar .. " Bryan beranjak dari duduknya , matanya sedang menatap tajam salah seorang pelayan stand es krim itu . Tapi suara lembut itu mampu menghentikan langkahnya .
" Aku sudah menemukannya jika itu yang ingin kau tanyakan pada pelayan itu "
" Apa ... "
Rose mengangkat tangan kirinya untuk memperlihatkan jari manisnya . Disana tersemat sebuah cincin bertahtakan berlian bentuk bunga berwarna biru .
" Maaf , tapi tadi aku mendengar percakapan Tuan dengan pelayan itu tadi , tentang permintaan anda untuk menyembunyikan ini di dalam es yang akan saya makan . Dan maaf sekali lagi jika saya meminta cincin itu pada pelayan itu sebelum dia melakukan tugasnya . Saya khawatir cincin itu malah akan tertelan jika disembunyikan di bawah es krim yang akan saya makan "
" Kau memakainya ?? "
Pria itu segera menggenggam tangan kanan Rose yang ingin melepas cincin yang sudah tersemat itu , Bryan ingin cincin itu tetap ada di sana .
" Jangan di lepas !! ltu terlihat indah di sana , aku ingin kau terus memakainya "
" Maaf jika saya lancang memakainya tapi saya tidak punya tempat untuk menyimpannya , saya hanya berpikir ini terlalu mahal jika hilang . Dan satu satunya cara agar aman adalah memakainya . Cincin ini sudah saya pakai sejak tadi tapi sepertinya tuan tidak memperhatikan karena terlalu fokus melihat saya makan es krimnya . Sepertinya saya belum pantas untuk memakai cincin semahal ini "
__ADS_1
" Rose .... jangan melepasnya "
" Apa jika saya memakainya itu pertanda bahwa saya menerima hubungan ini ? "
" Tidak apa apa jika kau menolakku , aku tak akan memaksakan apapun padamu . Aku tahu batasanku ! "
Rose terlihat menghembuskan nafasnya dalam dalam .
" Saya tidak keberatan jika kita mencoba untuk lebih dekat , tapi cincin ini ... "
" Biarkan dia disana . ltu bukan sebuah pengikat tapi hanya sebuah hadiah ! Jangan terbebani hanya karena adanya cincin itu . Dan terima kasih karena kau memberiku kesempatan untuk lebih dekat denganmu . Untuk pertama kalinya aku menjadi pacarmu apa aku boleh punya satu permintaan !? "
" Apa !?? "
" Boleh aku cium tanganmu ?! "
BLUSSHHHH
Bryan tertawa kecil ketika melihat gadisnya sudah bersemu merah dan ia meraih dua tangan itu sebelum Rose menurunkannya dari atas meja .
CUUPP ... CUUUPPPP
__ADS_1
Pria itu mencium lembut satu demi satu kedua tangan Rose yang sudah terlihat salah tingkah .
" Aku akan menjagamu , akan aku buat kau bahagia berada di sisiku . Dan setelahnya aku pastikan kau tak akan bisa hidup tanpaku "