Hurt

Hurt
Hurt 21


__ADS_3

...


...


Tidak terasa Hari sudah mulai malam. Mentari sudah hilang digantikan oleh purnama.


Siang di lalui dengan berbagai kegiatan.


Lova dan juga Laras menemani ibu mertuanya membuat cake, menyiram bunga di taman, memetik apel, memilih pakaian di online. Dan juga Lova Laras menghabiskan waktu untuk saling bertukar rindu.


Sementara Tuan Kim beserta ke 3 putranya berbincang santai sambil membicarakan perkembangan bisnis dan perencanaan masa depan. Sampai tidak terasa siang sudah berganti malam.


Seokjin dan Laras memang berencana untuk menginap di kediaman keluarga Kim terlebih nyonya Kim yang memintanya.


Ya Nyonya kim meminta kedua putra dan istrinya untuk menginap.


Kini terlihat Namjoon sedang gelisah berada di kamarnya. Namjoon terus saja mondar mandir dan sesekali melihat ponselnya.


Lova yang melihatnya sudah mengetahui jika suaminya itu sedang mengkhawatirkan Nesya.


" Apa kau mengkhawatirkan Nesya?" Pertanyaan Lova membuat Namjoon melihat ke arahnya. Ya memang Namjoon sangat khawatir karena Nesya sendirian tinggal di rumahnya . Namjoon awalanya tidak ada rencana untuk menginap . Namun nyonya Kim yang terus memintanya untuk menginap dan dia tidak mungkin menolaknya.


" Aku bisa membantumu membujuk Eoma supaya kita bisa pulang" Ucap Lova datar.


" Benarkah? Kau tidak masalah jika kita tidak menginap? "


" Hmmm... Aku akan bilang jika aku ada pekerjaan mendadak untuk naskahku dan harus segera di selesaikan malam ini"


Jawab Lova kembali.


Namjoon menghampiri Lova.


" Terimakasih banyak" Tungkas Namjoon sembari menggengam tangan Lova.


Lova hanya menampilkan senyum terpaksa.


Lova melihat tangan yang kini di pegang Namjoon. Untuk kali pertama Namjoon menggengam erat tanganya. Lova melihat wajah Namjoon yang terlihat senang karena dirinya akan segera pulang menemui kekasihnya.


Namjoon tidak menyadari jika Lova terus melihatnya dan bergantian melihat tanganya.


Akhirnya dengan bantuan Lova nyonya Kim mengijinkan Lova dan Namjoon untuk pulang ke rumah mereka.


" Terimaksih eomma...sekali lagi Lova minta maaf karena belum bisa menginap malam ini " Nyonya Kim tersenyum mengerti.


" Tidak apa sayang... Nanti kan bisa kesini lagi. Hati-hati di jalan ya.. Joon jaga istri mu" Ucap nyonya Kim sembari memeluk Lova.


" Tentu eoma.."


Merkapun pamit dan pergi meninggalkan kediaman keluarga Kim. Sebelumhya Lova juga sudah berpamitan kepada Laras adiknya.


***

__ADS_1


Tak butuh waktu lama kini mereka sudah sampai di kediaman mereka.


Nesya yang menyadari kedatangan Namjoon pun langsung menghampiri Namjoon dan memeluknya.


" Aku tau kau pasti merindukan ku" Ucap Nesya.


" Aku mengkhawatirkanmu dan bayi kita" Balas Namjoon.


Nesya tersenyum dan melihat ke arah Lova yang masih berdiri di samping Namjoon.


" Kau lihat kan Va... Suamimu tidak bisa jauh-jauh dari ku. Kau pasti membujuk ibu supaya kalian menginap kan? Tapi sayang usahamu gagal " Ucap Nesya sedikit angkuh


" Cukup Nesy...justru Lova yang membantuku membujuk eoma supaya aku bisa pulang dan tidak membiarkanmu sendirian di rumah " Timpal Namjoon.


Nesya langsung terdiam. Dia merasa di pojokan oleh Namjoon.


Nesya kesal karena Namjoon terkesan membela Lova.


" Ini aku membelikan makanan untukmu.. Aku khwatir kau belum makan" Ucap Lova memberikan makanan kepada Nesya.


Bukanya senang dan berterimaksih Nesya justru merasa kesal karena Lova so baik dan so perhatian di depan Namjoon.


Lova beranjak pergi ke kamarnya. Dia menyimpan makanan yang dibawaya di atas meja.


Lova baru saja selesai membrsihkan tubuhnya..dia keluar dari kamar mandi.


Namun Lova dikagetkan dengan kehadiran Nesya yang sudah terduduk di ranjangnya.


" Nesya kau ngapain disini?" Heran Lova.


" Denngar peringatan dari ku Lova. Namjoon adalah kekasihku dan dia ayah dari bayi yang ku kandung saat ini. Jadi jangan harap kau bisa memilikinya !" Tekan Nesya.


" Apa maksud mu?" Heran Lova


" Jangan pura-pura bodoh..aku sudah mengetahui semuanya. Kau sudah jatuh cinta kan sama Namjoon? Bahkan sebelum kalian menikah.aku tau Lova. Pantas saja kau tidak menolak perjodohan sialan itu."


Lova terdiam bagaimana bisa Nesya tau akan perasaanya kepada Namjoon? Apa terlihat dari cara dia memperlakukan Namjoon?


" Cinta dalam hati..." Lova kaget dan menatap Nesya.


"cerita yang kau tulis di laptop sialanmu itu untuk Namjoon kan? " Lova masih tidak percaya. Ternyata Nesya berani masuk ke kamarnya dan membuka semua hal pribadinya. Bagaimna dia masuk ke kamar sementara kamarnya sudah dikunci.


" Kenapa diam? Heuhh.... Aku sudah tau pesona Namjoon memang sangat bisa menarik hati wanita. Tapi tolong kau harus TAHU DIRI LOVA . NAMJOON KEKASIHKU !"


Teriak Nesya.


Lova terbawa suasana dia merasa kesal dan merasa terpojokan. Dia tidak ingin siapapun mengetahui perasaanya kepada Namjoon. Tapi sekarang Nesya mengetahuinya dan dia tidak bisa memungkiri lagi. Selama ini dia cukup sabar menghadapi Nesya dan juga Namjoon. Berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Dia cukup lelah.


" Kau yang seharusnya tahu diri Nesya.. Aku istri sah Namjoon. Aku sudah diakui di negara jika aku istri sah Namjoon. Ayah ibu nya juga sangat menyayangiku. Kau yang seharusnya tahu diri. Kau pun disini menumpang di rumahku" Ucap Lova tidak bisa menahan emosinya.


" Berani sekali kau berbicara seprti itu kepadaku Lova! Ingat meskipun kau istrinya tapi kau hanya Istri yang gak pernah di anggap sama sekali..dasar perempuan gak tau diri" Balas Nesya dengan amarah yang membara. Dia tidak ingin kalah dari lova.

__ADS_1


" Kau yang gak tau diri..dengan tidak sopan sembarangan masuk ke kamar orang !.


Seharusnya kau berterimakasih padaku Nesya karena sudah mengijinkanmu tinggal disini. Dan tidak melaporkanmu." Tegas Lova


" Jika saja orang lain tau apa kata mereka? Model terkenal yang menjadi simpanan suami orang!" Ucap Lova. Dan sontak membuat Nesya spontan ingin menamparnya namun di tahan oleh Lova. Lova menahan tangan Nesya menghempaskanya sehingga Membuat Nesya terjaduh.


Nesya sontak teriak sembari memegang perutnya. Lova panik.


Namjoon yang mendengar teriakan Nesya pun datang menghampiri kamar Lova.


Namjoon kaget saat melihat Nesya sedang memegangi peerutnya smbil terduduk kesakitan dilantai.


" Apa yang terjadi? " Namjoon menghampiri Nesya.


" Sayang...Lova mendorongku..perutku sangat sakit" Ucap Nesya menangis.


Dia memanfaatkan kesempatan terjatuhnya untuk memojokan Lova. Memfitnah Lova agar Namjoon membencinya.


Namjoon melihat ke arah Lova yang masih terdiam. Dia cukup syok karena Nesya terjatuh. Tapi bukan karena didorongya.


Lova menggeleng menatap Namjoon.


" Aku tidak sengaja..aku tidak bermaksud mendorongnya".


" Mana ada maling ngaku.. Jelas-jelas tadi kau mendorongku. Kau pasti sengaja kan biar aku keguguran. Kau tidak mau aku mengandung anaknya Namjoon " Rengek Nesya.


" Tidak..aku tidak melakukan itu..tadi aku..... "


" Cukup va.. Aku tidak ingin mendengarnya"


" Mana yang sakit. Perutmu bagaimana? Lagian mengapa kau bisa berada di kamar Lova?" Tanya Namjoon khawatir.


" Aku tadi ingin mengucapkan terumaksih karna sudah dibelikan makanan. Tapi Lova malah mengusirku dan mendorongku" Jwab Nesya berbohong


" Nesya..!"


Lova melihat Nesya yang kini bersembunyi dipelukan Namjoon. Lova sedikit lega juga karena Nesya tidak bilang yang sebenarnya tentang pembahasan soal perasaanya kepada Namjoon.


Jujur Lova khawatir saat Nesya tidak sengaja terjatuh oleh tanganya. Namun saat ingin membantunya Namjoon lebih dulu datang.


Dia menyesal berdebat dengan Nesya. Dia lupa jika Nesya sedang hamil dan kehamilanya sangat sensitif.


Namjoon menggendong Nesya yang kesakitan membawanya keluar..


Kini tinggal Lova sendiri. Dia merenungi perkataan Nesya. Dan dia mengingat kembali hasil karya yang di tulisnya.


Di dalamnya Lova mencurahkan segala isi hatinya tentang Namjoon. Apa yang dialaminya. Dan tentang kehamilan kekasih suaminya.


Nesya membaca semuanya. Dia menyadari itu adalah kisah kehidupan yang dialaminya saat ini. Nesya sudah mengetahui semuanya.


Apa yang harus ia lakukan?

__ADS_1


Pasti Nesya semakin bersikeras untuk membuat dirinya lebih jauh lagi dari Namjoon.


Lova cukup frustasi. Dia meringkukan tubuhnya.


__ADS_2