Hurt

Hurt
102


__ADS_3

" Bisakah kau membiarkan aku kopi Nona ?! " tanya Bryan mencoba lebih dekat dengan maid berwajah manis yang saat ini sedang duduk menikmati tehnya di halaman belakang mansion , mungkin dia sedang melepas lelahnya .


Gadis itu berjingkat kaget dan langsung bangkit dari duduknya ketika melihat Bryan ada di belakangnya .


" Maaf Tuan saya tidak tahu jika anda sedang ada di belakang saya , akan segera saya buat kopinya "


Tapi sebelum melangkah pergi suara pria di belakangnya menghentikan langkahnya .


" Hei .. aku hanya bercanda ! Duduklah kembali dan temani aku bicara , mereka sedang sibuk di dalam "


" Tapi .... "


" Jangan takut aku sudah jinak , tidak akan menggigitmu . Lagipula acaranya juga sudah selesai ...."


" Saya masih harus membantu membereskan halaman samping "


" Alasan yang tidak tepat ... WO yang akan menanganinya . Mereka sudah dibayar mahal untuk itu "


Bryan menyembunyikan senyumnya ketika gadis itu dengan raut merahnya duduk kembali . Pria itu tahu ada kesedihan yang disimpan di hati gadis manis itu . Melihat orang yang kita cintai menikah di depan mata kita sendiri pasti akan sangat menyakitkan . Apalagi jika orang itu tak pernah sekalipun melihat perasaannya .


" Sejak kapan kau menyukainya ?! "


" Siapa !? "


" Tuan mudamu , yang baru saja menikah "


Rose tersenyum getir , ternyata ada juga yang bisa dengan jelas melihat cintanya pada putra kedua Al Shamma itu . Dan dia terkejut ketika mengetahui orang yang mengetahuinya adalah orang yang bahkan sangat jarang bertemu dengannya .


Bryan menempatkan diri untuk duduk disamping gadis itu dengan menjaga jarakmya agar gadis itu tidak merasa canggung .

__ADS_1


" Hanya sebatas mengagumi , Tuan Zahid orang yang sangat baik dan pengertian . Saya rasa semua gadis mudah untuk mengagumi orang seperti dia "


" Ya ... kau mengaguminya , aku bisa melihat itu Nona " sahut Zahid dengan tersenyum penuh arti .


Wajah Rose semakin menunduk ketika melihat senyum yang ia sangat tahu artinya itu . Bryan memang tak begitu akrab dengannya tapi sepertinya ia sangat mengerti tentang dirinya , kadang ia malah merasakan ada sedikit perhatian dalam sikap pria itu .


" Bagaimana kalau kita pacaran saja !!!? "


" Apa !!! "


" Tak masalah kan ?? Kau single dan aku single ... "


" Tuan belum mengenal saya " kata Rose yang mulai beranjak dari duduknya karena merasa tak nyaman dengan arah pembicaraan pria disampingnya .


" Kita bisa saling mengenal setelah kita mencoba hubungan ini ! Aku serius Rose , apa salahnya jika aku mendekatimu ?!! "


" Dunia kita berbeda Tuan "


" Tapi saya ... "


" Bye aku masuk dulu sebelum mereka mencariku . lngat besok ok !! "


*


" Apa kakimu tidak sakit dengan gaya seperti itu !? " tanya Safa yang sedang menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya .


Zahid sedang ada di atas tubuhnya dengan bertumpu lutut dan satu siku tangannya . Dan tubuh mereka tentu saja sudah sama sama polosnya .


" Aku baik baik saja sayang , berhenti mengkhawatirkan aku dan nikmatilah " gumam Zahid yang saat ini sedang memainkan jarinya untuk memanjakan area bawah istrinya .

__ADS_1


" Euuugghhhh lebih cepat Za .... "


" Bisakah kau memanggilku dengan panggilan sayang !? Aku suamimu sekarang "


Kedua tangan Safa meremat sprei di kedua sisinya karena merasa gulungan rasa nikmat itu akan sampai pada puncaknya .


" Itu panggilan sayangku padamu Za , itu tidak akan berubah .... aaakkhhhhhh .. hahhhhhh "


Zahid meraup dua pucuk gunung yang sedang melengkung ke atas ketika pemiliknya menjerit dengan keras , sang istri sudah mencapai pelepasannya tapi walau begitu gerakan tangannya tak juga ia hentikan .


" Zaaaa ..... "


" Aku tahu sayang , sekarang siapkan dirimu . Mungkin masih akan sedikit terasa sakit "


" Aku menantikannya ... "


" Gadis nakal !! Jangan pernah minta berhenti ketika aku sudah memulainya !! "


" Kakimu belum sekuat itu "


Zahid terbahak karena merasa di tantang saat malam pertama pernikahannya . Dia segera melebarkan kedua kaki istrinya dan memposisikan dirinya agar segera bisa kembali meraih surga dunianya .


" Apa sakit sayang ? Aku sudah melakukannya dengan selembut mungkin " ujar Zahid dengan terus mengayun tubuh bagian bawahnya .


Kadang istrinya menjerit kecil dengan menggigit bibir bawahnya sendiri , tapi Zahid juga bisa merasakan pinggul ramping istrinya yang kadang mengikuti gerakannya . Sensasi rasa ini sungguh membuat keduanya menggila .


" Arrghhhhh ... saking lembutnya bisa bisa suara penyatuan kita bisa di dengar seluruh penghuni mansion jika kamar ini tidak kedap suara , but thats fine .... ini nikmat , jangan berhenti sebelum aku memintanya !!! "


Zahid tiba tiba menghentikan gerakannya tanpa melepas penyatuan di bawah sana , ia berbaring dan mengangkat tubuh istrinya di atasnya .

__ADS_1


" lm yours my Queen ... sekarang bergeraklah dan cobalah untuk membuatku menyerah !! "


Benar saja , tubuh ramping itu mulai meliuk liuk di atas tubuh kekarnya . Tak henti hentinya suara jeritan dan d*sahan menghiasi kamar pengantinnya . Malam itu benar benar menjadi milik mereka . Dan kali ini mereka melakukan semua dengan rasa cinta di dalam sebuah ikatan suci yang bernama pernikahan .


__ADS_2