
" Schat ... "
Bryan mendekat dan mengecup pucuk kepala gadisnya , kemudian dia mengambil kursi dan duduk disisinya .
" Sepertinya aku harus pergi , atau sebentar lagi akan disuguhi scene romantis dari kalian berdua . Itu bisa saja menghilangkan nafsu makanku siang ini " ujar Gilang ketika melihat wajah yang saling merindukan dari pasangan di depannya .
Bryan terkekeh mendengarnya , baru kemarin ia mengenal sosok yang bernama Gilang tapi entah kenapa dia nyaman berteman dengannya .
" Tidak jangan pergi ... aku ingin mentraktirmu makan siang kali ini . Dan aku tidak menerima penolakan Tuan Gilang "
" Kau ingin mentraktirku di cafe milikku sendiri ?? Kurasa cukup menyenangkan . Kenapa kau tidak marah padaku !? Jelas jelas aku sudah mendekati gadismu Tuan Bryan "
" Aku cukup pintar untuk mengenal kebaikan seseorang Tuan Gilang . Gadisku sangat cantik tapi aku yakin kau pun punya bidadari sendiri "
" Dulu aku punya bidadari dan malaikat kecil , mereka mencintaiku walau tak pernah sedikitpun aku tunjukkan rasa cintaku pada mereka ! Tapi mereka sudah ada di sisi orang yang tepat sekarang ... dan aku sedang menerima karmaku , berusaha tersenyum melihat kebahagiaan mereka walau rasa sakitnya melebihi semua rasa sakit yang pernah aku rasakan selama hidupku "
__ADS_1
" Apa itu artinya istrimu menikah lagi !? " tanya Rose yang dari tadi hanya memperhatikan percakapan dua pria di sampingnya .
" Lieve ... "
" Tidak apa apa , wajar jika kekasihmu menanyakan hal itu . Aku menceraikannya ... aku buang anakku dengan tidak memberinya nama belakangku ... aku tidak menafkahi mereka ... aku membenci dua orang yang mencintaiku dengan tulus !!.Aku adalah setan dengan wujud manusia , penyesalan pun tak akan mampu menghapus jejak dosa dosaku "
" Mereka adalah bagian dari hidupmu , bagaimana bisa kau membenci mereka ?? Bukankah semua pernikahan di landasi dengan rasa cinta ? " Rose masih saja ingin bertanya .
Gilang bangkit dan tersenyum pada pasangan di depannya , berkali kali membahas tentang masa lalu selalu saja mendapat sakit yang sama , tak pernah berkurang sedikitpun .
" Ceritanya panjang Nona ... tapi sekarang sepertinya aku harus pergi ! Kali ini aku yang mendapat kehormatan untuk mentraktir kalian . Suatu saat jika kita bertemu mungkin aku yang menagih janji traktiran kalian "
Setelah Gilang menghilang dari pandangan mereka tanpa di duga Rose naik kepangkuan kekasihnya . Untung saja para pengunjung yang rata rata turis asing sudah terbiasa dengan pemandangan romantis di sekitar mereka .
" Schat .. aku merindukanmu " bisik lirih Rose tepat ditelinga kekasihnya .
__ADS_1
" Jangan menggodaku di tempat umum seperti ini Lieve .. tunda itu sampai kita kembali ke hotel " ujar Bryan mengecup sekilas bibir wanitanya .
" Sebelum itu kau hutang satu cerita padaku , kenapa kau begitu lama meninggalkanku ?? Apa aku boleh tahu darimana saja dirimu !? Kau bahkan mematikan ponselmu , rasanya menyebalkan jika tidak tahu apapun mengenai dirimu "
Bryan mengeratkan rengkuhannya pada wanita yang masih berada di atas pangkuannya .
" Dengarkan ini ratuku ... Kau harus terbiasa dengan hal ini . Kelak mungkin aku akan sering melakukannya ... menghilang tanpa kabar ! Tapi itu sudah menjadi bagian dari diriku . Satu yang harus kau ingat !!! Aku pasti kembali ... karena kau adalah rumahku , kau adalah segalanya untukku . Bersediakah kau menjadi tempat aku pulang ? Bersediakah kau menjadi teman sampai kita menua bersama !? "
" Schat ... kenapa itu terdengar seperti sebuah lamaran ?? "
" Ckk .. kau menghancurkan momennya Lieve , aku memang sedang melamarmu !! "
Rose tidak mampu menjawabnya , tapi ia mendekap erat pria di bawahnya dengan air mata bahagia yang mulai menetes di pipinya . Tak pernah ia bayangkan akan mendapat cinta sebesar ini dari seorang pria . Cinta yang membuat hidupnya terasa penuh warna .
" Jangan terlalu erat memelukku Lieve ! Kau bisa membangkitkan sesuatu yang sedang tertidur pulas "
__ADS_1
" Tidak baik tidur setelah makan Schat ... biarkan aku memelukmu . Aku mencintaimu ... aku sangat mencintaimu "
" Aku juga mencintaimu sayang " sahut Bryan dengan menggigit lembut pundak wanitanya . Semua tingkah dan kepolosan Rose selalu saja membuatnya semakin jatuh dalam pesonanya .