
Namjoon melangkahkan kakinya menuju ruangan Nesya di rawat.
tidak butuh waktu lama Namjoon kini sudah berada di ruangan Nesya.
Nesya sudah sadarkan diri, Nesya terkejut mendapati dirinya sudah berada di ruangan rumah sakit yang sangat tidak disukainya.
“ kenapa aku bisa berada disini? :”
“ kau pingsan sayang,,” jelas Namjoon. Dia menatap wajah Nesya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, dia juga menampilkan raut wajah yang cukup membuat Nesya bingung.
“ kenapa melihatku seperti itu? Ada apa? “
“ apa yang kau rasakan akhir-akhir ini? “
“ maksudnya? Perasaan apa? “ Nesya bingung.
“ apa kau merasa ada perubahan dalam dirimu?” ucap Namjoon
“ ohh,,, akhir-akhir ini aku sering mual, gampang lelah, dan juga tidak nafsu makan” jelas Nesya.
Namjoon menghela nafas .
“ yaa,,,, itu karena kau sedang hamil “ ucapan Namjoon yang sontak membuat Nesya terkejut.
“ Apa!? Hamil?? “ tanya Nesya tak percaya.
“ yaa,,,, saat ini kau sedang hami 2 bulan. kau tidak menyadarinya?? “
Nesya mematung dirinya tidak bisa berkata apa- apa. dia masih tidak percaya . diriinya hamil? Ya,,, meamng sudah 2 bulan terakhir ini dia terlambat datang bulan, namun dia tidak menghiraukanya. Dia tidak menyangka jika dirinya kini berbadan dua? Di dalam perutnya kini ada buah hatinya dengan Namjoon. Sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu. Apakah dia harus bahagia atau justru sebalikya? Entahlah Yang pasti dirinya saat ini sungguh merasa bingung dan jujur dia belum siap untuk menjadi seorang ibu secepat ini.
“ kenapa?? Apa kau tidak bahagia? “ tanya Namjoon menyadarkanya, Nesya langsung melihat ke arah Namjoon .
“ apa itu sebuah pertanyaan?? Apa aku harus menjawabnya?? “ mata Nesya berkaca-kaca
“ mana bisa aku hamil sementara kau sudah menikah dengan orang lain!” teriak Nesya
“Dan karirku ? bagaimna dengan karirku?? Aku harus bagaimna?? aku harus menggurkan kandungan ini? “ Nesya panik, air matanya terus mengalir, sungguh saat ini dirinya merasa sangat bingung. Dirinya memang selalu berminpi untuk mempunyai anak dari Namjoon hidup bahagia dalam satu keluarga, tapi bukan untuk saat ini.
“ apa kau gila?! Kau selalu saja mementingkan dan memikirkan karirmu. Apa kau tidak memikirkan anak itu? Dia anak ku ? darah dagingmu ! kau tidak bisa menggurkanya “ tegas Namjoon. Emosinya sedikit terpancing.
“ lalu aku harus bagaimana ?? aku tanya padamu, apa kau bisa saat ini juga kau ceraikan Lova dan menikah dengan ku ? bisa gak?? Gak bisa kan ? lalu aku harus bagaimana Kim Namjoon ?” Nesya semakin menjadi, dirinya menangis, Namjoon menghapiri dan langsung memeluknya, menenangkan Nesya yang masih dalam keadaad syok atas kehamilanya.
“ kamu tidak usah khwatir, aku pasti akan bertanggung jawab, aku pasti akan menikahimu, bukankan aku sudah pernah bilang, kau hanya perlu menungguku” Namjoon mengelus kepala Nesya. mencium puncak kepalanya untuk menenangkanya.
“ aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku akan selalu ada untuk mu dan untuk anak kita, ku mohon bertahanlah dan jangan pernah berfikir untuk menggurkanya “ Namjoon mencium kembali puncak kepala Nesya untuk menenangkanya. Nesya tidak bersuara dia terus saja menangis didalam pelukan kekasihnya itu..
ya memang benar, Nesya tidak seharusnya menggugurkan kandunganya, anak di dalam rahimnya tidak bersalah, dialah yang salah, dia tidak boleh membunuh anak yang tidak berdosa.
**
["Hujan punya alasan kenapa ia jatuh, tapi aku titak mempunyai alasan mengapa hatiku jatuh kepadamu."
Lova]
Aku ingin menangis di bawah derasnya air hujan, biar tidak ada seoranpun yang tau jika aku sedang menangis.
__ADS_1
Mungkin kata itu sangat cocok untuk menggambarkan keadaan Lova saat ini.
Dirinya terus melangkah dibawah derasnya air hujan menyusuri jalan yang entah kemana arah dan tujuanya.
Setelah keluar dari rumah sakit tempat Nesya dan Namjoon berada Lova segera pergi, dia tidak ingin terus berada diantara Namjoon dan juga Nesya. Kini dirinya masih berjalan dibwah guyuran air hujan. Dia terus mengeluarkan air matanya.
karena melamun Lova tidak menyadari jika dirinya kini berada di tengah jalan, dirinya terus melangkah tanpa melihat kanan kiri.
Tepat di persebrangan jalan sebuah mobil yang sedang melaju kencang datang dan hampir saja menabraknya. Lova terkejut dan langsung terduduk di depan mobil yang hampir saja menabraknya itu.
jika saja pemilik mobil itu tidak langsung menginjak rem mobilnya dengan cepat mungkin saat ini Lova sudah terkapar di tengah jalan dengan penuh luka-luka.
pemilik mobil itu juga terkaget dan langsung keluar dari mobil dengan mengenakan payung untuk melihat orang yang hampir di tabraknya.
terlihat Lova terduduk lemas sambil menangis, entah mengapa hati pemilik mobil itu terasa iba melihat wanita yang hampir saja ditabraknya ,dan ada perasaan tak asing saat melihat wanita itu.
Lova terus saja menangis sembari menundukan wajahnya. Rasa terkejutnya karena hampir saja ditabrak mobil tidak seberapa dengan keterkejutanya saat mengetahui perempuan lain tengah hamil anak suaminya.
“ Nona, kau tidak apa-apa? apa kau terluka? “ tanya seorang pria yang menghapirinya.
Tidak ada jawaban dari Lova, hanya isakan yang terdengar oleh pemilik mobil itu. Dia merasa sangat bersalah.
"Nona, mari aku bantu berdiri, jika ada yang terluka aku akan membawamu ke rumah sakit" Pria itu berniat untuk membantu Lova berdiri, namun pria itu terkejur saat melihat wajah wanita yang hampir ditabraknya.
"Lova!? Kau kah itu?"
Pria itu menyebut nama Lova, sontak Lova melihat pria yang memanggil namanya.
Lova tetkejut, cukup lama dia memandang pria yang ada di hadapanya.
"Hoseok?!" Ucap Lova.
Keduanya saling menatap. Dan seketika hati mereka bergetar, jantung berdetak kencang.
Fikiran mereka terhanyut falsh back ke masa lalu.
Masa dimana mereka masih bersama.Bernosalgia mengingat kenangan-kenangan indah yang pernah tercipta.
Lee Hoseok dia adalah cinta pertama Lova saat masih di bangku kuliah.
Keduanya saling jatuh cinta. Hoseok selalu disebut-sebut sebagai sosok malaikat berwujud manusia, pria dengan seujuta kebaikan dan ketulusan hatinya, pria yang selalu menampiilkan senyum cerah nya, sikap lembutnya, dan kesabaranya, hal itu mampu membuat Lova yang cuek akan cinta menjadi jatuh hati akan sosok dirinya.
Dia selalu ada disaat Lova membutuhkanya, dia ibarat obat untuk setiap kesakitan Lova, dan ibarat Vitamin yang selalu membangkitkan semangat Lova disaat terpuruuk.
Namun takdir tidak mempersatukan mereka, mereka belum sempat menyatakan perasaan masing-masing.
Disaat Hoseok ingin mengungkapkan perasaanya terhadap Lova, keduanya malah disibukan dengan pekerjaan dan cita-cita mereka, Hoseok pergi ke luar negri untuk mewujudkan cita-citanya.
Tepat di hari keberangkatanya ke luar negri Heseok menunggu Lova untuk menemuinya, namun seolah takdir tidak mengijinkan pertemuan mereka. Lova tidak datang karna suatu alasan .
Sampai mereka berpisah dan tidak pernah bertemu kembali stelah kurang lebih 4 tahun lamanya.
baik hoseok maupun Lova keduanya lebih fokus kepada karirnya.
sampai hari ini keduanya di pertemukan kembali dengan cara yang cukup dramatis.
__ADS_1
Hoseok hampir saja menabrak Lova wanita yang dulu pernah mengisi hatinya, tidak ! bahkan mungkin sampai saat ini sosok Lova masih selalu ada di dalam hatinya.
Lama saling menatap, tidak bisa dipungkiri dari tatapan mata Hoseok dia menyimpan perasaan rindu kepada Lova sosok wanita yang selalu mengisi hatinya itu, dia juga merasa bahagia bisa bertemu kembali dengan Lova, begitupun dengan Lova, hatinya yang kini terasa sakit seolah tertutupi dengan kehadiran Hoseok pria yg selalu membuatnya tersenyum itu.
suara klakson mobil yang melintas membuyarkan lamunan mereka.
Hoseok membantu Lova berdiri dan mengajaknya masuk ke dalam mobil.
awalnya Lova menolak karena mengingat keadaan dirinya sangat berantakan,. Baju yang basah dan mata yang sembab, sungguh Lova ingin sekali menyembunyikan keadaanya dari Hoseok.
namun karna Hoseok membujuk Lova, akhirnya dia mau mengikuti Hoseok untuk masuk ke dalam mobilnya.
lama mereka terdiam, lova hanya menunduk masih menetralkan hatinya.
“ Lama tak jumpa, va” hoseok membuka suara.
“ bagaimana kabarmu? Kau tidak terlihat baik-baik saja. Apa ada masalah? “
Hoseok mencoba bertanya karena sedari tadi Lova terlihat tidak baik-baik saja.
Lova terdiam dia enggan menjawab pertanyaan Hoseok, matanya kembali berlinang.
“ maafkan aku soal yang tadi, apa ada yang terluka? “ Hoseok terus bertanya, dia merasa sangt bersalah karean hampir saja menabrak Lova...
“ tidakk “ Lova menggeleng dan kembali menangis.
Hoseok panik mengapa Lova menangis, berbagai pertanyaan muncul di fikiranya.
setelah sekian lama tidak bertemu, Lova memang tidak banyak berubah dia masih sangat cantik dan mempesona seperti dulu, namun ada sedikit yang berubah. senyumanya seolah pudar. Lova terlihat begitu sendu.
“ Kalau boleh aku tau, mengapa kau terus menangis? Jika ada masalah kau bisa bercerita kepadaku, aku akan siap mendengarkan mu “ .
Lova menatap Hoseok, dalam hatinya dia mempertimbangkan apakah dia harus menceritakan semua masalahnya, atau memlih diam dan memendam semua masalahnya sendiri?
Jujur saat ini Lova sangat membutuhkan sesorang yang bisa menenangkan dirinya, mendengar keluh kesahnya, bahkan dirinya sangat membutuhkan sesorang yang bisa menghiburnya.
tapi ini masalah rumah tangganya, dia tidak boleh membuka aib rumah tangganya kepada siapapun termasuk Hoseok, terlebih Hoseok adalah orang yang pernah mengisi hatinya, bagaimana bisa dia menceritakan semua masalahnya.
“ aku tidak apa-apa, hanya masalah sedikit dengan suamiku” ucap Lova tersenyum melihat Hoseok . yahh Hoseok hampir saja melupakan statusnya saat ini bahwa Lova wanita yang masih dicintainya itu sudah menikah dan sudah menjadi milik orang lain.
“ ahh,,, ia soal pernikhanmu, saat masih di Paris aku mendengar jika kau akan menikah. maafkan aku tidak hadir di hari bahagiamu va, “ Ucpa Hoseok dengan nada sendu.
“ tidak apa, aku sangat mengerti Hobia-ah” Hoseok terdiam menatap Lova, dia sugguuh terkesan dengan panggilan Lova kepadanya.
“ Jika ada masalh kau tidak usah sungkan, kau bisa berbagi masalahmu padaku, siapa tau aku bisa membantumu “ Hoseok tersenyum.
Dia tau jika Lova menyimpan sesuatu yang mungkin enggan diceritakan kepadanya.
terlihat keudanya masih sedikit canggung, cukup bingung harus berbuat apa, hingga keheninganpun melanda.
“oh ia,,, tadi kau ingin pergi kemana ? biar aku mengantarmu? “ tanya Hoseok memecah keheningan.
“ aku ingin pulang saja! Apa tidak masalah kau mengantarkan ku? “ tentu tidak, Hoseok justru sangat senang mengantarkan Lova,dan dia juga sudah hampir menabrak Lova sudah seharusnya dia mengantarnya. Dirinya tidak meyangka jika akan kembali bertemu dengan Lova, hatinya cukup merasa bahagia bisa melihat kembali wanita yang selalu ada dalam hatinya. Meskipun dirinya tau jika Lova sudah tak sendiri lagi.
Hoseok mengantarkan Lova sampai di depan rumahnya , sebelum pergi Hoseok memberikan kartu namanya kepada Lova.
__ADS_1