Hurt

Hurt
123


__ADS_3

FLASH BACK


Bryan bergegas ke hanggar milik keluarga Adipraja sesuai dengan perintah Abbio . Mereka meminjam helikopter dari keluarga itu untuk memudahkan dan mempercepat tugasnya .


Sampai di sana ia disambut beberapa orang berpakaian serba hitam , walau tampang mereka menyeramkan tapi ternyata mereka semua ramah kepadanya . Bahkan ada beberapa orang orang Adipraja yang ikut dengannya sebagai penunjuk jalan .


Tengah malam mereka sampai di pulau yang mereka tuju dan tanpa menyia nyiakan waktu ia bergegas menuju ke titik tempat keberadaan orang yang di carinya . Orang itu ada di sebuah resort daerah pantai .


Sesuai dengan informasi yang ia dapat Bryan menuju ke sebuah bar kecil yang ada di sekitar resort . Lantunan lagu dan petikan gitar yang terdengar merdu akan membuat siapapun akan betah di sana .


Bryan duduk di sebelah seorang pria asing yang sedang menikmati segelas minumannya . Pria itu tampak tenang walau ia sudah melihat keberadaan Bryan di sampingnya .


" Jose Luis ... bisakah kita bicara ? "


Pria bertubuh tinggi kurus itu menoleh , mungkin karena namanya dipanggil oleh orang yang tidak dikenalnya .


" Siapa kau.?? Sepertinya kita tidak ada urusan ... "


Bryan melambaikan tangan pada seorang bartender untuk memesan minuman .


" Buatkan aku minuman dingin apapun yang tidak ada alkohol di dalamnya ! "


Dan tiba tiba orang bernama Jose Luis itu tertawa terbahak hingga beberapa orang tamu menoleh ke arahnya .


" Rupanya seorang pria rumahan biasa sepertimu yang merasa punya urusan denganku "

__ADS_1


" Ya , pria biasa ini hanya ingin bertanya kepada seorang b*jingan pemabuk sepertimu !! "


" Brengsek !! "


Beberapa orang berbaju hitam yang ada di belakangnya segera mencekal pria bernama Jose Luis itu ketika pria itu menghambur ingin melayangkan pukulannya pada Bryan .


" Haisshh ... padahal aku sudah membayangkan untuk memukul mukanya yang menjengkelkan itu !! Kenapa jadi kalian yang malah bertindak duluan ... " gerutu Bryan yang melihat kecepatan tindakan dari penjaga penjaga Adipraja itu .


" Untuk saat ini keselamatan anda menjadi tanggung jawab kami Tuan Bryan " jawab salah seorang yang menjadi pemimpin diantara pria pria bertubuh tegap itu .


" Bawa dia ke tempat yang lebih tenang , aku tidak mungkin bertanya padanya di tempat yang damai seperti ini "


Akhirnya mereka pergi dari tempat itu dengan membawa pria yang berteriak marah karena diseret kasar oleh para penjaga Adipraja . Mungkin karena daerah itu tidak terlalu ramai maka para pengunjung tidak mau ikut campur dengan urusan pengunjung lain .


Sampai di sebuah rumah kosong di pinggir jalan sepi mereka menurunkan orang itu .


" Baik Tuan "


Para penjaga memberi ruang pada Bryan untuk berinteraksi dengan pria yang sudah setengah mabuk itu .


" Aku akan bertanya padamu dengan baik baik , dan aku harap kau juga mau menjawabnya dengan baik pula "


" Persetan !! Aku tidak ada urusan dengan kalian !! "


" Aku pun sebenarnya malas punya urusan denganmu , kau tahu aku sedang liburan dengan kekasihku saat ini . Dan kau tahu rasanya ketika tiba tiba harus mencarimu ? ltu sangat menyebalkan ... "

__ADS_1


Bryan mendekat dan duduk berjongkok pada pria yang terduduk di lantai rumah kosong itu . Ada lampu temaram yang membuat Bryan masih bisa melihat pria itu .


" Apa kau mengenal orang ini ? Namanya Dex .. yang aku dengar dia adalah buronan internasional dengan kasus human traficking . Dan aku dengar lagi dia adalah temanmu "


" Aku tidak mengenalnya ... "


Bryan mengambil satu lagi foto dari sakunya , sekali lagi diperlihatkannya foto itu di depan pria bernama Luis itu .


" Sekali lagi aku bertanya padamu dan aku jamin aku tidak akan mengulangi pertanyaan yang sudah aku ajukan padamu . Apa kau mengenal wanita ini ?! Dia bernama Gracia , pacar temanmu yang bernama Dex itu . Beberapa hari yang lalu kabarnya dia di bunuh tapi kami tidak menemukan jejak makamnya , bahkan tak ada aparat yang mengurus kasusnya "


" Apa urusannya denganku hahh !!!? "


" Aku tidak peduli ini ada kaitannya denganmu atau tidak . Yang aku tanyakan apa benar temanmu itu membunuh Gracia pacarnya ? Jika tidak tolong beritahu aku di mana mereka sekarang !! "


" Aku tidak .... "


DUUAAKKKK !!! BUUGGHHH ....


Satu pukulan dan tendangan bersarang di perut dan rahang pria itu secara berurutan . Tak ada senyum ramah lagi di wajah Bryan saat ini , pria tampan itu sedang tersenyum menyeringai ...


" Cukup dua pukulanku untukmu . Sudah aku bilang aku tidak akan mengulangi pertanyaanku , aku tidak akan menghabiskan waktu untuk pria jelek sepertimu !! Kau lihat mereka ?? Kurasa sudah lama mereka tidak menghabisi orang jelek sepertimu ... kalian semua mendekatlah !! Sekarang aku ijinkan kalian berpesta sekarang ... jika tidak mendapat informasi darimu aku bisa dapat dari yang lain . Tapi jangan berpikir aku akan membiarkanmu tetap bernafas Tuan Jose Luis "


Bryan melangkah pergi setelah para penjaga Adipraja mendekati pria itu . Tapi sebelum para penjaga menyentuhnya pria itu berteriak histeris , dia memanggil nama Bryan agar kembali untuk mendengarkannya .


" Tuan Bryan !! Jangan pergi ... aku akan bicara , tapi jangan biarkan mereka menyentuhku !! " pekik Jose Luis ketakutan melihat para penjaga yang membawa berbagai senjata di tangannya .

__ADS_1


Pria itu tahu dari cara memegangnya para penjaga itu adalah orang orang yang sangat terlatih .


__ADS_2