
Setelah turun dari pesawat Oliver sengaja tidak mengikuti wanita pujaan hatinya , setelah menemukan hotel untuk menginap pria itu langsung menuju Nusa Corp karena sangat yakin orang yang ingin ia temui sudah ada di sana .
Dia sempat di tolak resepsionis ketika menyatakan keinginannya untuk menemui pemilik sekaligus CEO perusahaan itu . Ya karena dia memang tidak mempunyai janji temu dengan pria yang pernah ia hina dengan sebutan pria hidung belang itu .
Tapi setelah menyebutkan nama wanita pujaannya sang resepsionis berubah pikiran , ia menelpon sekretaris sang CEO untuk menanyakan kebenarannya .
Dan disinilah Oliver sekarang , disebuah ruangan besar dengan nuansa warna pastel dan putih . Warna yang menurutnya sangat hangat dan membuatnya betah berlama lama . Menurut sekretaris itu dia harus menunggu sebentar karena John Effendy sedang meeting dengan staffnya .
" Apa anda yang bernama tuan Oliver !?? "
Oliver langsung berdiri ketika mendengar suara yang menyapanya , dia melihat seorang pria parubaya yang masih terlihat sangat gagah di usianya sedang berjalan ke arahnya .
" Tuan John Effendy ... saya Oliver . Saya adalah teman putri anda "
" Duduklah dulu Tuan Oliver , sepertinya kita memang harus bicara "
John Effendy kemudian duduk di sofa bersama tamunya . Walau pernah mendapat perlakuan yang tidak mengenakkan darinya nyatanya pria parubaya yang ada di sampingnya tetap ramah menyambutnya .
" Sebelumnya saya minta maaf jika telah mengganggu waktu anda tuan John "
" Anak muda , aku tidak merasa terganggu dengan kedatanganku . Apa yang ingin kau bicarakan padaku ?! "
" Tentang putri sulung anda , Astika Raya Effendy !! Saya jatuh cinta padanya , jika di ijinkan maka saya ingin menjadikannya pendamping hidup saya "
__ADS_1
John Effendy terlihat menghela nafasnya , sedikit banyak dia sudah mengetahui kisah putrinya dan pria di sampingnya ini . Walau bukan putri kandungnya tapi John tetap menjaga Astika seperti ia menjaga Jasmine .
John diam karena tetap menjaga privasi putrinya , tapi apapun yang terjadi Astika tetap masih dalam pengawasannya .
" Aku tidak bisa memutuskan Nak , jika putriku juga mencintaimu maka aku tidak keberatan jika kalian ingin segera menikah ! Kau seorang agen rahasia , kau pasti sudah menyelidiki masa lalunya . Banyak hal yang sudah ia lalui , jadi jangan paksa dia untuk melakukan hal yang bertentangan dengan hatinya karena hatinya sangat rapuh kini "
Oliver sedikit kaget ketika John menyebutnya sebagai seorang agen rahasia , ia sangat menutupi identitasnya selama ini . Di luar sana orang hanya mengenalnya sebagai seorang pialang saham .
" Saya menghormati putri anda , dan saya akan berusaha mendapatkan hatinya apapun caranya . Jika kita sudah selesai membahas masalah pribadi sekarang bolehkah saya membahas tentang bisnis !!?? "
John Effendy hanya tertawa kecil , tampaknya calon menantunya ini adalah pria yang benar benar terbuka . Pria muda yang tidak suka basa basi dengan mencari muka . Dia mendengar Oliver adalah pemegang saham terbesar di beberapa perusahaan besar dunia . pria itu juga seorang pialang saham yang handal .
" Ada yang akan kau tawarkan padaku Nak !? Jika itu cukup menguntungkan maka aku akan menyetujuinya "
" Aku tidak keberatan kau memanggilku dengan sebutan itu "
" Nusa Corp bisa membentangkan sayapnya ke dunia internasional karena usahanya yang berhubungan dengan wisata Bali bisa menjadi magnet yang kuat untuk.meraup keuntungan . Apalagi dengan proyek baru garapan Daddy sekarang yang sedang membangun wisata Gunung dan Danau yang terkenal itu . Saya yakin proyek itu punya prospek yang cerah ke depannya "
" Kami memang menggarapnya dengan perlahan , dan kebetulan aku.punya partner yang bisa dipercaya yang pasti mampu menyelesaikan seberapapun sulitnya jalan pembangunan proyek itu "
" Partner ?? "
" Sebenarnya lebih pantas disebut dengan keluarga , aku bekerjasama dengan Adipraja "
__ADS_1
" Adipraja ?? "
" Keluarga dari menantuku , adik Astika bernama Jasmine menikahi salah satu dari putra Adipraja "
*
Setiap orang bisa berubah , dulu ia melihat Gilang adalah pria brengsek yang tak punya hati . Tapi ketika tadi melihat raut penyesalan pria itu hatinya sedikit tersentuh . Astika bisa melihat perbedaan yang jauh antara Gilang sekarang dengan Gilang yang dulu .
Tak ia lihat lagi pria arogan yang sombong dengan status sosialnya , pria itu juga santun ketika berbicara dengannya walau kadang ia berbicara sinis menyindir masa lalunya yang selalu menyiksa Diva sahabatnya . Astika seperti sedang berkaca pada dirinya sendiri .
" Hai honey , kau masih saja suka melamun !! Aku disini sekarang jika kau memang merindukan aku "
Astika terhenyak , dilihatnya Oliver sudah duduk di ruang tamu mansionnya . Pria muda itu benar benar membayangi hidupnya dan ia tidak menyukainya .
" Pergi ... kenapa kau selalu saja muncul di depanku ??
" Karena kau selalu membuatku rindu !? "
" Ckk , jangan buat Daddy marah dengan keberadaanmu di sini !! Sebentar lagi dia pasti pulang dari kantor "
" Aku memang sedang menunggunya honey , beliau ingin mengganti bajunya dengan setelan santai . Kami akan menemui investor investor baru untuk membantu mempercepat proyek barunya "
" Apa .. jadi kau !?? "
__ADS_1