
" Bastard .... lepaskan dia !!!! "
BUUGGHHH ... BUGHHHH
Dengan membabi buta Oliver menghajar pria bule yang berani menyentuh wanita yang sudah ia klaim sebagai miliknya itu . Beberapa pengunjung berhasil meredam kegilaannya sebelum pria itu babak belur lebih parah .
Untung ada saksi mata di tempat itu yang melihat bahwa pria yang ia hajar memang bersalah karena berani kurang ajar dengan memaksa Astika untuk pergi ke kamarnya . Dan pihak keamanan hotel segera sigap bertindak dengan mengamankan pria yang sudah penuh lebam itu .
Melihat Oliver kalap malah membuat tubuh Astika semakin bergetar ketakutan . Beberapa turis wanita menopang tubuhnya yang terlihat sangat lemah .
Darah yang mengucur dari hidung pria yang mengganggunya seperti mengingatkannya pada ibunya yang dulu sering menyakiti dirinya sendiri di rumah sakit jiwa .
" Jangannn ... "
" Honey kau tak apa apa !!? " panik Oliver yang tahu wanitanya sedang ketakutan .
" l am her fiance , so let me take her go ( saya adalah tunangannya jadi ijinkan aku membawanya pergi ) !!! "
Oliver membopong tubuh Astika menuju ke kamarnya , bungalow yang mereka tinggali memerlukan password untuk masuk . Setiap tamu memiliki kodenya sendiri dan kebetulan dia belum mengetahui kode pintu kamar Astika .
Di rebahkannya tubuh lemah itu di ranjangnya , ketika ingin pergi untuk ganti baju pria itu merasakan Astika menarik lengannya .
" Jangan pergi .... aku takut !!! "
" Aku hanya ingin ganti baju honey , jangan takut aku akan terus menjagamu . Apa kau juga ingin ganti baju ?! Kau bisa memakai bajuku "
Oliver segera menuju kamar mandi untuk berganti baju setelah itu dia mengambil kaosnya untuk mengganti baju renang Astika yang basah .
" Honey ganti dulu bajumu , kau bisa memakai ini . Pria tadi sudah di amankan jadi dia tidak akan mengganggumu lagi "
" Antar aku ke kamar saja , aku tidak bisa ganti baju disini ehmm .... aku juga harus mengganti dalamanku juga " cicit Astika dengan raut merah .
__ADS_1
Oliver menggaruk tengkuknya , ia lupa bahwa seorang wanita membutuhkan lebih banyak lapisan baju . Untung saja kamar mereka bersebelahan jadi Astika langsung beranjak menuju kamarnya .
" Akhhh .. aku bisa berjalan sendiri . Aku sudah baik baik saja !! " jerit Astika ketika tangan kekar Oliver kembali membopongnya untuk keluar dari kamar pria itu .
" Tidak , badanmu masih lemah !! lagipula kau juga belum sempat sarapan , menurutlah honey demi kebaikanmu . Tidak lucu jika kau pingsan di depan kamarmu sendiri "
Astika diam.karena membantah pun akan percuma . Dia buka password pintunya ketika dia sampai di kamarnya .
" Aku sudah sampai , jangan bilang kau juga ingin masuk dan melihatku ganti baju ... "
" Apa boleh ?! Aaaarrggghhh .... "
Oliver kaget ketika wanita cantik yang tadi dibopongnya malah menggigit keras lengannya hingga ada tanda bekas gigi yang memerah karena lecet . Tapi pria itu malah tertawa lebar , di kecupnya tanda itu seolah ia sedang mengecup bibir wanitanya .
" Terima kasih honey , selamanya ini akan menjadi tanda cintamu kepadaku "
" Dasar gila !!! "
Setelah menutup pintu dengan keras Astika menyandarkan punggungnya di pintu dengan mata yang terpejam . Tapi sebuah senyum terukir di bibirnya , ia tak menyangka ada pria yang akan tergila gila padanya . Masih ada bsnysk.wsmita cantik yang lebih sempurna darinya tapi nyatanya pria itu malah menjatuhkan pilihan padanya .
*
Rose tampak sibuk menyiapkan semua yang akan di bawa karena besok dia dan suaminya akan berangkat ke negeri sakura . Tiket bulan madu dari sahabat sahabatnya yaitu Anna dan Safa .
" Lieve tidak usah terlalu banyak membawa baju , kita bisa beli di sana ! "
" Sayang uangnya Schat ... Kita bisa beli kebutuhan yang lebih penting "
Bryan terkekeh mendengar jawaban dari istrinya , jika wanita lain pasti akan lebih bersemangat jika mendengar kata belanja tapi nyatanya istrinya memang berbeda .
" Suamimu cukup kaya jika hanya membeli beberapa potong baju ... aku hanya tidak ingin kau terlalu lelah menyiapkan itu semua . Kau butuh lebih banyak tenaga saat tiba di sana "
__ADS_1
" Aku tahu ... pasti akan melelahkan karena tiga hari.kita berjalan jalan mengelilingi Jepang " kata Rose yang sudah selesai menyiapkan barang bawaannya di dalam koper .
" Kau sudah selesai ?? "
" Sudah ... "
" Jadi malam ini kita bisa bercinta !?? " tanya Bryan antusias .
" Ckk bukan itu , maksudku aku sudah selesai menyiapkan barang bawaan kita ! lni baru tiga hari Schat ... "
" Memangnya butuh berapa hari lagi ?? Apa tidak ada cara untuk mempercepat periodmu !?? "
" Paling cepat tiga hari.lagi Schat , tunggulah tiga hari lagi cintaku !! Jika kau mau aku bisa menggunakan tanganku lagi " goda Rose yang kemudian duduk dipangkuan suaminya .
" Tidak mau !! Jangan pakai tanganmu lagi Lieve .... "
Rose kemudian beranjak dan mengambil sesuatu didalam laci meja televisi . Dahi Oliver mengernyit ketika istrinya membawa sesuatu yang kecil dan sebotol madu .
" ltu apa Lieve ?? "
" Kau yang bilang jika tak mau memakai tanganku kan ?? Sekarang buka celananya dan pasang ini ... "
Oliver terkejut ketika tahu ternyata yang dipegang istrinya adalah pengaman dengan gambar jeruk .
" lni ... "
" Jika tanganku tidak bisa memuaskanmu maka aku masih punya mulut " ujar Rose yang sedang mengoles daging mengeras berpengaman itu dengan madu yang di bawanya .
" Kau ... arrghhhhh Liiieevvee !! ".
Sensasi yang sungguh berbeda dengan permainan tangan yang kemarin ia dapatkan . Bryan benar benar di buat gila dengan kejutan kejutan manis dari istrinya . Dia tahu istrinya mampu melakukan apa saja untuk membuatnya bahagia . Dan ia pun berjanji akan melakukan apapun untuk membahagiakan istrinya .
__ADS_1