Hurt

Hurt
90


__ADS_3

Siangnya Abbio kembali menunggu gadisnya di kafe miliknya di tepi pantai . Dan penantiannya tak sia sia karena setelahnya terlihat Anna datang ke kafe itu . Dia menghampiri gadisnya agar tidak masuk ke kafe terlebih dahulu . Dengan lembut Abbio menggandeng Anna untuk berjalan ke arah pantai .


" Sayang ... "


" Hai ... Tuan mau mengajakku kemana ? Bagaimana jika ... "


"' Tidak akan terjadi lagi , Adam adalah saudaraku dan kejadian kemarin hanya salah paham saja . Kenapa jadi tuan lagi ?? Kau lupa harus memanggil apa padaku !? "


Anna tersenyum tapi ia menundukkan kepalanya , masih getir jika mengingat pernikahannya yang batal . Abbio yang tahu gadisnya sedang bimbang kemudian mengeratkan genggamannya .


" Kau masih meragukan cintaku ? "


Gadis itu menggeleng pelan tapi masih ada sedikit keraguan di dalam sorot matanya .


" Cium aku sekarang .... "


" Hahh !!! Tidak mau .... Aku tidak mau " pekik Anna yang merasa pria itu sudah mulai kembali pada sifat dasarnya , pemaksa !


" Ckk semalam aku mempelajarinya dari internet . Untuk membuktikan perasaan sebenarnya dalam hati kita maka kita harus kontak fisik dan salah satunya dengan mencium pasangan kita . Jika ketika kau menciummu perasaanmu biasa biasa saja itu berarti kau sudah tidak mencintaiku . Tapi jika ciumanmu menjadi menggebu itu artinya kau masih sangat mencintaiku . Aku tidak keberatan jika kau ingin menciumku .. harusnya kau bangga karena hanya kau yang kuinginkan untuk menciumku "


" Memangnya tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan selain berciuman ?? " gerutu Anna yang jengah dengan kenarsisan pria di sampingnya .


" Ada ... "


" Apa ?? Kita bisa melakukan apapun selain yang kau sebut tadi kurasa ... " tanya Anna yang mulai sebal .


" Bercinta .... Aaakkkhhhhhh "


Abbio spontan berteriak ketika gadisnya mencubit lengannya yang masih belum sembuh benar .

__ADS_1


" Ya Tuhan !! Maaf aku lupa , apa sakit ? ltu salahmu kenapa kau selalu membuatku kesal !! "


Walau kesal Anna terlihat sangat khawatir dengan keadaan Abbio yang masih saja meringis kesakitan .


" Boleh aku melihatnya ?? Apa lukamu sudah membaik !? "


" Luka di bahuku tidak begitu terasa di banding dengan luka di hatiku ketika kau menghilang meninggalkan diriku , ketika mengetahui bahwa aku telah melukaimu begitu dalam . Aku terlalu mencintaimu ... aku terlalu tergila gila padamu hingga sebuah kebohongan bisa membuatku sangat cemburu . Maaf jika aku teramat sangat mencintaimu sayang "


" Tidak usah di bahas lagi , kita juga belum terlalu saling mengenal saat itu . ltu sebabnya kau tidak percaya kepadaku . Sudah aku katakan sebelumnya untuk tidak lagi minta maaf karena sejak pertama aku melangkah keluar dari ruang kerjamu aku sudah memaafkanmu !! "


" Jangan terlalu mudah memaafkan seperti itu , hal itu malah semakin membuatku merasa bersalah .... "


" Aku sudah mencubitmu tadi ... " kata Anna sambil mengelus lembut lengan yang baru saja ia cubit .


" Apa setelah kejadian itu kau tidak akan mau lagi menikah denganku ? "


Abbio tersenyum mendengar jawaban jujur itu , satu hal yang harus ia pelajari dari saudara saudara tirinya . Ke empat pilar Adipraja itu adalah para ' petarung ' yang sangat hebat , tapi hanya jika berada di depan lawan lawan mereka .


Tapi mereka akan menjadi pemimpin dan pengayom penuh cinta kasih untuk orang orang yang mereka cintai , mereka saling menjaga satu sama lain . Terbukti dari cara ekstrim Adam untuk mengingatkan kesalahan kesalahan mereka .


CUUPPPP ...


" Tapi aku mencintaimu "


Abbio terpaku ditempatnya dengan satu tangan memegang pipinya . Tiba tiba gadisnya mencium sekilas pipinya , dan itu terasa sangat indah untuknya . Jiwanya bagai di bawa ke nirwana sana .


" Apa ... ?? "


" Apanya ?? " sahut gadis itu malu malu dengan pipi yang sudah merona merah .

__ADS_1


" Ulangi kata katamu yang tadi "


" Oooo ... kau memang menakutkan "


" Bukan yang itu !! "


" Tapi hanya itu yang tadi aku katakan " elak Anna yang tidak mau kembali mengatakan hal yang akan membuatnya malu . Tanpa sengaja tadi ia malah mengutarakan isi hatinya .


" Ckk .... ulangi atau aku akan menciummu !! "


" Tidak mau ... "


Dua tangan kekar itu sudah melingkar diperutnya ketika ia akan mencoba lari dari tempat itu . Bisa saja ia berontak dan lari menjauhi pria itu tapi ia takut lengan pria itu akan kembali sakit . Yang bisa gadis itu lakukan hanya diam dan memejamkan matanya ketika Abbio mulai mencium sayang pucuk kepalanya .


" Aku juga mencintaimu ... menikahlah denganku walau aku tahu aku bukan pria sempurna untukmu . Ajari aku cara mencintai ... tegur aku jika suatu saat melakukan kesalahan . Atau kau boleh menembakku seperti yang Adam lakukan untuk mengingatkanku "


" Ehhm tapi ... "


" Jawabannya ya atau tidak "


Abbio membalikkan badan gadisnya hingga saat ini mereka berdiri saling berhadapan .


" Kau tetap diam , dan aku anggap kau bersedia atas lamaranku "


Abbio merapatkan rengkuhannya hingga wajahnya kini ada tepat di depan wajah merona gadisnya .


" Kau mau apa !?!?? "


" Cuma ingin mencoba tes seperti yang aku baca semalam ... "

__ADS_1


__ADS_2