
Siangnya Abbio kembali menunggu gadisnya di kafe miliknya di tepi pantai . Dan penantiannya tak sia sia karena setelahnya terlihat Anna datang ke kafe itu . Dia menghampiri gadisnya agar tidak masuk ke kafe terlebih dahulu . Dengan lembut Abbio menggandeng Anna untuk berjalan ke arah pantai .
" Sayang ... "
" Hai ... Tuan mau mengajakku kemana ? Bagaimana jika ... "
"' Tidak akan terjadi lagi , Adam adalah saudaraku dan kejadian kemarin hanya salah paham saja . Kenapa jadi tuan lagi ?? Kau lupa harus memanggil apa padaku !? "
Anna tersenyum tapi ia menundukkan kepalanya , masih getir jika mengingat pernikahannya yang batal . Abbio yang tahu gadisnya sedang bimbang kemudian mengeratkan genggamannya .
" Kau masih meragukan cintaku ? "
Gadis itu menggeleng pelan tapi masih ada sedikit keraguan di dalam sorot matanya .
" Cium aku sekarang .... "
" Hahh !!! Tidak mau .... Aku tidak mau " pekik Anna yang merasa pria itu sudah mulai kembali pada sifat dasarnya , pemaksa !
" Ckk semalam aku mempelajarinya dari internet . Untuk membuktikan perasaan sebenarnya dalam hati kita maka kita harus kontak fisik dan salah satunya dengan mencium pasangan kita . Jika ketika kau menciummu perasaanmu biasa biasa saja itu berarti kau sudah tidak mencintaiku . Tapi jika ciumanmu menjadi menggebu itu artinya kau masih sangat mencintaiku . Aku tidak keberatan jika kau ingin menciumku .. harusnya kau bangga karena hanya kau yang kuinginkan untuk menciumku "
" Memangnya tidak ada cara lain yang bisa kita lakukan selain berciuman ?? " gerutu Anna yang jengah dengan kenarsisan pria di sampingnya .
" Ada ... "
" Apa ?? Kita bisa melakukan apapun selain yang kau sebut tadi kurasa ... " tanya Anna yang mulai sebal .
" Bercinta .... Aaakkkhhhhhh "
Abbio spontan berteriak ketika gadisnya mencubit lengannya yang masih belum sembuh benar .
__ADS_1
" Ya Tuhan !! Maaf aku lupa , apa sakit ? ltu salahmu kenapa kau selalu membuatku kesal !! "
Walau kesal Anna terlihat sangat khawatir dengan keadaan Abbio yang masih saja meringis kesakitan .
" Boleh aku melihatnya ?? Apa lukamu sudah membaik !? "
" Luka di bahuku tidak begitu terasa di banding dengan luka di hatiku ketika kau menghilang meninggalkan diriku , ketika mengetahui bahwa aku telah melukaimu begitu dalam . Aku terlalu mencintaimu ... aku terlalu tergila gila padamu hingga sebuah kebohongan bisa membuatku sangat cemburu . Maaf jika aku teramat sangat mencintaimu sayang "
" Tidak usah di bahas lagi , kita juga belum terlalu saling mengenal saat itu . ltu sebabnya kau tidak percaya kepadaku . Sudah aku katakan sebelumnya untuk tidak lagi minta maaf karena sejak pertama aku melangkah keluar dari ruang kerjamu aku sudah memaafkanmu !! "
" Jangan terlalu mudah memaafkan seperti itu , hal itu malah semakin membuatku merasa bersalah .... "
" Aku sudah mencubitmu tadi ... " kata Anna sambil mengelus lembut lengan yang baru saja ia cubit .
" Apa setelah kejadian itu kau tidak akan mau lagi menikah denganku ? "
Abbio tersenyum mendengar jawaban jujur itu , satu hal yang harus ia pelajari dari saudara saudara tirinya . Ke empat pilar Adipraja itu adalah para ' petarung ' yang sangat hebat , tapi hanya jika berada di depan lawan lawan mereka .
Tapi mereka akan menjadi pemimpin dan pengayom penuh cinta kasih untuk orang orang yang mereka cintai , mereka saling menjaga satu sama lain . Terbukti dari cara ekstrim Adam untuk mengingatkan kesalahan kesalahan mereka .
CUUPPPP ...
" Tapi aku mencintaimu "
Abbio terpaku ditempatnya dengan satu tangan memegang pipinya . Tiba tiba gadisnya mencium sekilas pipinya , dan itu terasa sangat indah untuknya . Jiwanya bagai di bawa ke nirwana sana .
" Apa ... ?? "
" Apanya ?? " sahut gadis itu malu malu dengan pipi yang sudah merona merah .
__ADS_1
" Ulangi kata katamu yang tadi "
" Oooo ... kau memang menakutkan "
" Bukan yang itu !! "
" Tapi hanya itu yang tadi aku katakan " elak Anna yang tidak mau kembali mengatakan hal yang akan membuatnya malu . Tanpa sengaja tadi ia malah mengutarakan isi hatinya .
" Ckk .... ulangi atau aku akan menciummu !! "
" Tidak mau ... "
Dua tangan kekar itu sudah melingkar diperutnya ketika ia akan mencoba lari dari tempat itu . Bisa saja ia berontak dan lari menjauhi pria itu tapi ia takut lengan pria itu akan kembali sakit . Yang bisa gadis itu lakukan hanya diam dan memejamkan matanya ketika Abbio mulai mencium sayang pucuk kepalanya .
" Aku juga mencintaimu ... menikahlah denganku walau aku tahu aku bukan pria sempurna untukmu . Ajari aku cara mencintai ... tegur aku jika suatu saat melakukan kesalahan . Atau kau boleh menembakku seperti yang Adam lakukan untuk mengingatkanku "
" Ehhm tapi ... "
" Jawabannya ya atau tidak "
Abbio membalikkan badan gadisnya hingga saat ini mereka berdiri saling berhadapan .
" Kau tetap diam , dan aku anggap kau bersedia atas lamaranku "
Abbio merapatkan rengkuhannya hingga wajahnya kini ada tepat di depan wajah merona gadisnya .
" Kau mau apa !?!?? "
" Cuma ingin mencoba tes seperti yang aku baca semalam ... "
__ADS_1