
Zahid bernafas lega karena tak lagi melihat Evita di dalam apartemennya , dengan hanya menggunakan celana pendek ia berjalan menuju ruang gym kecil yang ada tepat di sebelah ruang televisi .
Sudah lama rasanya ia tidak meregangkan otot ototnya . Apalagi selama di lndonesia kemarin ibunya selalu menyediakan makanan enak untuknya .
Belum sampai dia menegang alat yang ada ruang gym nya ponselnya tiba tiba berdering , dan ia melihat salah satu temannya menelponnya . Dan dia segera mengangkatnya karena mungkin saja temannya itu akan menyampaikan hal yang penting .
" Ya halo .. "
" Kesini sekarang , pacarmu sedang mabuk berat disini dan dia dari tadi menyebut namamu ! Sepertinya dia sangat merindukanmu ... " kata salah satu temannya itu sambil tertawa kecil .
Bukan rahasia lagi jika Evita memang tergila gila padanya . Bahkan Evita sudah menyebut dirinya sebagai pacar Zahid kepada teman teman putra kedua Al Shamma itu .
" Ckk ... biarkan saja !! Aku tak peduli "
" Jangan begitu bro , kau tak takut jika aju yang mengantarnya ?? Bisa saja otakku bergeser dan kami malah berakhir di ranjang , kau tahu kan kami sama sama mabuk "
" Kau tak akan melakukannya ... kau mencintainya "
" Aku pria dewasa Za , kadang otakku tidak berjalan normal ketika melihat paha dan dadanya yang sangat menggoda "
" Kalian di mana ?? "
" Aku ada di sebuah bar kecil dekat apartemenku "
" Ya sudah tunggu aku ... "
__ADS_1
*
Dan di bar kecil itu tampak tubuh seksi Evita meliuk liuk seiring dengan alunan musik gitar dari seorang pemusik .
" Come on Ev ... kita duduk , sebentar lagi Zahid pasti datang menjemputmu . Kau tak ingin dia melihatmu seperti ini kan ?!.Bukankah kau selalu ingin terlihat sempurna di matanya !?? "
Tubuh Evita yang menggunakan pakaian sangat minim itu menjadi sajian sedap untuk tiap mata para pria di bar itu . Apalagi dengan erotis wanita itu menggerakkan tubuhnya pelan .
" Aku lelah menjadi sempurna ... dia pikir dia siapa ?? Kau lihat mereka semua kan ?? Mereka pasti bisa mencintai aku seoerti aku mencintainya .... "
" Dari dulu sudah aku bilang Ev , yang kau rasakan bukan cinta tapi hanyalah obsesimu padanya . Hentikan gerakanmu itu !! Atau aku sendiri yang terpaksa membawamu pulang sekarang juga "
Pria bernama Fred itu menarik tangan Evita yang menari dengan meremas dua bongkahan padat berukuran 36b miliknya yang terbalut baju minim itu . Jujur saja gerakan gerakan wanita didepannya mampu membangkitkan jiwa laki lakinya .
" Bawa aku pulang , kita habiskan malam ini bersama ... seperti waktu itu ! Aku suka sentuhanmu , aku suka aroma tubuhmu ... aku mohon bawa aku pulang ! Kita habiskan malam ini bersama ... "
" Kau tidak pernah berkhianat pada siapa pun Fred !! Aku bukan milik siapa siapa ... aku milik diriku sendiri "
Sambil tertawa wanita itu kembali meliukkan badannya hingga seorang pria kemudian mendekat padanya . Tak bisa dipungkiri setiap adam di tempat itu sangat tergiur dengan tubuh indah Evita .
" Jangan dekati dia , atau kuhajar kau !!! " geram Fred yang tidak suka pandangan mesum pria itu .
" Bagaimana jika kita nikmati dia bersama sama , itu cukup menguntungkan bukan !? " sahut pria asing itu dengan mata yang tak bisa lepas dari Evita .
" Kurang ajar !!! Kau pikir siapa dirimu !! "
__ADS_1
BUGGHHH ... BUGGHHH
Fred dan pria asing itu saling baku hantam hingga sedikit mengacaukan suasana bar yang tadinya sangat tenang . Hingga seorang petugas keamanan bar itu turun tangan untuk memisahkan mereka .
Mengingat Evitalah yang menjadi pemicu keributan akhirnya Fred membawa Evita pulang ke apartemennya yang kebetulan tidak jauh dari bar itu .Fred tidak ingin terjadi keributan yang lebih besar lagi .
" Ckk ... tubuhmu berat juga . Sekarang diam.dsn beristirahatlah disini ! Aku akan menelpon Zahid agar langsung ke sini saja !! "
" Tidak ... aku tidak mau pulang dengannya , aku ingin bersamamu "
Fred menepis lembut tangan Evita yang mulai menggerayangi perut dan dadanya .
" Kau berkata seperti itu karena sedang mabuk Ev ... kau masih sangat mengharapkan Zahid . Dia cinta pertamamu "
Evita tak peduli walau Fred sudah mencoba menghindarinya , ia tetap saja berusaha menggoda pria itu , bahkan wanita itu sudah melucuti semua kain yang menempel di tubuhnya .
" Ev .... please jangan begini "
" Apa tubuhku kurang indah ?? Kenapa tidak mau menyentuhku !? "
" Jangan biarkan aku jadi b*jingan lagi ... Oh God kau "
Dan pertahanan pria itu runtuh juga ketika bibir ranum itu ******* bibirnya , godaan di depannya terlalu indah untuk dilewatkan . Apalagi sudah dari dulu ia memang diam diam mencintai Evita .
Mereka menghabiskan malam itu dengan penuh gairah , bahkan Fred seakan lupa bahwa tadi ia sempat meminta Zahid untuk datang ke bar itu .
__ADS_1
Pria itu benar benar ingin menikmati malam ini bersama pemilik hatinya , mereka berpacu untuk meraih kepuasan dan kenikmatan bersama . Walau pria itu tahu mungkin pada pagi harinya Evita akan marah besar padanya karena menuruti ketidakwarasannya saat mabuk malam ini .