
" Hebat kamu Ann , kau sudah membuat pria arogan itu bertekuk lutut padamu "
" Hissshhh ogahh banget Anna sama dia Kak , belum apa apa aja Anna udah di buat puyeng sama aturan aturannya . Mana semua aturan yang dia buat konyol semua !! Masa iya tiap makan Anna harus suapin dia sih !! "
Safa tertawa mendengar gadis itu berkeluh kesah , ia hanya pernah melihat pria itu di televisi atau majalah majalah tapi tidak pernah melihatnya secara langsung . Jika dilihat dari luar semua pasti mengira tuan arogan itu ' mengerikan ' . Tapi ketika mendengarkan cerita cerita Anna ternyata pria itu pria yang romantis walau kadang caranya menunjukkan cintanya berbeda dari pria lain .
Anna memang tidak pernah bisa menyembunyikan apapun darinya , termasuk dua kali ciuman yang pernah dialaminya . Ciuman tiba tiba yang membuatnya sesak nafas jika mengingatnya , apalagi Abbio sedikit menggigit bibirnya ketika ciuman keduanya pagi tadi .
" Nanti Kak Safa ikut kita kan ? Kita ke restoran bersama sama "
" Tidak usah terimakasih , siang nanti aku ada janji sana orang . Biasa , kau tahu pekerjaan sampingan Kakak kan ?? "
" Kak Safa tidak merasa khawatir jika ada orang yang akan memandang buruk pekerjaan Kakak itu ?? Ehhmm jujur saja pas pertama kali Anna lihat , Anna kira Kak Safa lagi kencan sama om om "
Safa tertawa mendengar pertanyaan itu sambil menggelengkan kepalanya pelan .
" Mereka hanya bisa menilai , tapi mereka tidak akan pernah bisa merasakan kesulitan yang kakak hadapi setiap harinya . Di kejar kejar tagihan sewa apartemen , bayar kuliah , makan .... Aku tahu batasanku Ann , aku bisa menjaga diriku sendiri "
" Aku percaya , selama ini Kakak yang menjadi panutanku selama tinggal di negara yang masih asing bagiku ini . Ibu dan kedua adik adikku yang menjadi sumber kekuatanku untuk meraih mimpiku "
" Sudah siang , tuan arogan itu belum juga muncul ??!! "
" Mungkin sedang sibuk , Kakak pergi saja kalau memang ada janji dengan orang lain . Tidak apa apa jika kakak ingin pergi dulu ! Masih banyak orang disini "
" Beneran tidak apa apa ? "
" Aku sudah besar Kak , aku bisa menjaga diriku sendiri "
Safa mengacak rambut gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu , dari pertama bertemu dia suka dengan sifat Anna yang sederhana dan apa adanya .
__ADS_1
Safa segera pergi ke sebuah restoran dimana seseorang sudah menunggunya . Seorang pria parubaya yang sering memakai jasanya . Dengan sabar Safa akan mendengar semua cerita tentang hidup pria itu dan kadang ia menanggapi dengan sebuah nasehat atau kata lain yang akan menenangkannya .
" Hei Uncle George !! Maaf lama menunggu , tadi aku berbicara dengan temanku sebentar "
" Tidak apa apa sayang , Uncle tahu kau juga sangat sibuk . Uncle dengar kau bekerja paruh waktu di sebuah restoran milik pengusaha dari London "
Safa hanya tersenyum dan mengambil buku menu yang disodorkan waiters padanya . Tidak ia pungkiri ia memang sudah sangat lapar .
" Uncle ingin makan apa !? "
" Wine saja ... Uncle sudah makan tadi "
George selalu senang jika melihat gadis yang seusia putrinya itu makan dengan lahap . Entah kenapa dia merasa nyaman ketika berbicara dengan gadis itu . Dengan Safa dia bisa menumpahkan semua keluh kesah dalam hidupnya . Dan hanya dengan melihat wajah gadis itu George merasa hidupnya bisa tenang kembali .
" Jangan terus terusan merasa bersalah Uncle , kejadian malam itu bukan sepenuhnya salah Uncle . Mereka menjebakmu dengan obat laknat itu . Lagipula kenapa gadis itu langsung pergi ! Harusnya dia meminta pertanggung jawaban dari Uncle ... "
" Uncle menyesali itu semua ... itu menandakan bahwa Uncle orang baik "
" Tuan George !!?? "
Suara seorang pria membuat mereka menoleh bersamaan , terlihat seorang pria muda datang menghampiri mereka .
" Tuan Zahid Al Shamma ... senang bertemu denganmu disini . Apa kita ada jadwal bertemu ?? "
" Tidak Tuan , tadi aku ada meeting di lantai atas . Sepertinya anda sedang ada kencan , apa saya mengganggu !? "
Zahid mengernyit ketika melihat dengan seksama gadis yang ada disamping pengusaha itu . Gadis cantik itu adalah gadis yang sama yang ia sempat kagumi . Seorang bartender di sebuah bar kecil .
" Kita bertemu lagi Nona !! "
__ADS_1
" Hai ... senang bertemu dengan anda lagi Tuan Zahid "
" Kalian saling mengenal !? "
" Tentu saja tidak , kebetulan aku pernah membuatkan jus jeruk untuknya . Gadis pinggiran sepertiku mana mungkin mengenal milyader seperti dia Uncle "
" Anda hebat Nona , anda memang tidak mengenal milyader sepertiku ! Tapi kau mengenal milyuner seperti Tuan George "
" Milyuner !!?? "
" Jangan dengarkan dia , Tuan Zahid memang pandai memuji orang ! Jika aku milyuner maka kau adalah raja dari semua milyuner , aku bukan apa apa jika di bandingkan denganmu tuan Zahid "
Safa hanya tersenyum hambar , dia tahu Zahid sedang memandangnya dengan pandangan yang ia sangat tahu artinya , pandangan yang tidak pernah ia sukai . Pandangan yang diberikan oleh semua orang yang menganggap rendah dirinya .
*
Sementara itu Abbio yang hari itu meeting sampai malam terlihat sangat tidak tenang . Tidak tahu kenapa tapi selama meeting berlangsung hatinya merasa tidak tenang .
Setelah meeting selesai ia melihat jam sudah menunjukkan jam delapan malam , Abbio segera melesat pulang ke mansion . Sampai di mansion ia segera bertanya pada Rose yang kebetulan berpapasan dengannya di ruang depan . Wajah maid itu terlihat sedikit gelisah .
" Rose apa Anna sudah makan malam !? "
" Ehmm ... sampai sekarang Nona belum pulang ke mansion , ponselnya malah tertinggal di dapur tadi pagi " jawab Anna dengan menunjukkan sebuah ponsel ditangannya .
" Ckk ... gadis ceroboh !!! Kali ini buat ulah apa lagi dia , menyusahkan saja !! "
Tapi sesaat kemudian Rose melihat tuan mudanya berlari kesetanan keluar mansion menuju garasi mobilnya . Rose bahkan mendengar tuan mudanya itu memanggil sebuah nama .
" Oh God ... Anna sayang !!!!! "
__ADS_1