Hurt

Hurt
42


__ADS_3

" Hebat kamu Ann , kau sudah membuat pria arogan itu bertekuk lutut padamu "


" Hissshhh ogahh banget Anna sama dia Kak , belum apa apa aja Anna udah di buat puyeng sama aturan aturannya . Mana semua aturan yang dia buat konyol semua !! Masa iya tiap makan Anna harus suapin dia sih !! "


Safa tertawa mendengar gadis itu berkeluh kesah , ia hanya pernah melihat pria itu di televisi atau majalah majalah tapi tidak pernah melihatnya secara langsung . Jika dilihat dari luar semua pasti mengira tuan arogan itu ' mengerikan ' . Tapi ketika mendengarkan cerita cerita Anna ternyata pria itu pria yang romantis walau kadang caranya menunjukkan cintanya berbeda dari pria lain .


Anna memang tidak pernah bisa menyembunyikan apapun darinya , termasuk dua kali ciuman yang pernah dialaminya . Ciuman tiba tiba yang membuatnya sesak nafas jika mengingatnya , apalagi Abbio sedikit menggigit bibirnya ketika ciuman keduanya pagi tadi .


" Nanti Kak Safa ikut kita kan ? Kita ke restoran bersama sama "


" Tidak usah terimakasih , siang nanti aku ada janji sana orang . Biasa , kau tahu pekerjaan sampingan Kakak kan ?? "


" Kak Safa tidak merasa khawatir jika ada orang yang akan memandang buruk pekerjaan Kakak itu ?? Ehhmm jujur saja pas pertama kali Anna lihat , Anna kira Kak Safa lagi kencan sama om om "


Safa tertawa mendengar pertanyaan itu sambil menggelengkan kepalanya pelan .


" Mereka hanya bisa menilai , tapi mereka tidak akan pernah bisa merasakan kesulitan yang kakak hadapi setiap harinya . Di kejar kejar tagihan sewa apartemen , bayar kuliah , makan .... Aku tahu batasanku Ann , aku bisa menjaga diriku sendiri "


" Aku percaya , selama ini Kakak yang menjadi panutanku selama tinggal di negara yang masih asing bagiku ini . Ibu dan kedua adik adikku yang menjadi sumber kekuatanku untuk meraih mimpiku "


" Sudah siang , tuan arogan itu belum juga muncul ??!! "


" Mungkin sedang sibuk , Kakak pergi saja kalau memang ada janji dengan orang lain . Tidak apa apa jika kakak ingin pergi dulu ! Masih banyak orang disini "


" Beneran tidak apa apa ? "


" Aku sudah besar Kak , aku bisa menjaga diriku sendiri "


Safa mengacak rambut gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya itu , dari pertama bertemu dia suka dengan sifat Anna yang sederhana dan apa adanya .

__ADS_1


Safa segera pergi ke sebuah restoran dimana seseorang sudah menunggunya . Seorang pria parubaya yang sering memakai jasanya . Dengan sabar Safa akan mendengar semua cerita tentang hidup pria itu dan kadang ia menanggapi dengan sebuah nasehat atau kata lain yang akan menenangkannya .


" Hei Uncle George !! Maaf lama menunggu , tadi aku berbicara dengan temanku sebentar "


" Tidak apa apa sayang , Uncle tahu kau juga sangat sibuk . Uncle dengar kau bekerja paruh waktu di sebuah restoran milik pengusaha dari London "


Safa hanya tersenyum dan mengambil buku menu yang disodorkan waiters padanya . Tidak ia pungkiri ia memang sudah sangat lapar .


" Uncle ingin makan apa !? "


" Wine saja ... Uncle sudah makan tadi "


George selalu senang jika melihat gadis yang seusia putrinya itu makan dengan lahap . Entah kenapa dia merasa nyaman ketika berbicara dengan gadis itu . Dengan Safa dia bisa menumpahkan semua keluh kesah dalam hidupnya . Dan hanya dengan melihat wajah gadis itu George merasa hidupnya bisa tenang kembali .


" Jangan terus terusan merasa bersalah Uncle , kejadian malam itu bukan sepenuhnya salah Uncle . Mereka menjebakmu dengan obat laknat itu . Lagipula kenapa gadis itu langsung pergi ! Harusnya dia meminta pertanggung jawaban dari Uncle ... "


" Uncle menyesali itu semua ... itu menandakan bahwa Uncle orang baik "


" Tuan George !!?? "


Suara seorang pria membuat mereka menoleh bersamaan , terlihat seorang pria muda datang menghampiri mereka .


" Tuan Zahid Al Shamma ... senang bertemu denganmu disini . Apa kita ada jadwal bertemu ?? "


" Tidak Tuan , tadi aku ada meeting di lantai atas . Sepertinya anda sedang ada kencan , apa saya mengganggu !? "


Zahid mengernyit ketika melihat dengan seksama gadis yang ada disamping pengusaha itu . Gadis cantik itu adalah gadis yang sama yang ia sempat kagumi . Seorang bartender di sebuah bar kecil .


" Kita bertemu lagi Nona !! "

__ADS_1


" Hai ... senang bertemu dengan anda lagi Tuan Zahid "


" Kalian saling mengenal !? "


" Tentu saja tidak , kebetulan aku pernah membuatkan jus jeruk untuknya . Gadis pinggiran sepertiku mana mungkin mengenal milyader seperti dia Uncle "


" Anda hebat Nona , anda memang tidak mengenal milyader sepertiku ! Tapi kau mengenal milyuner seperti Tuan George "


" Milyuner !!?? "


" Jangan dengarkan dia , Tuan Zahid memang pandai memuji orang ! Jika aku milyuner maka kau adalah raja dari semua milyuner , aku bukan apa apa jika di bandingkan denganmu tuan Zahid "


Safa hanya tersenyum hambar , dia tahu Zahid sedang memandangnya dengan pandangan yang ia sangat tahu artinya , pandangan yang tidak pernah ia sukai . Pandangan yang diberikan oleh semua orang yang menganggap rendah dirinya .


*


Sementara itu Abbio yang hari itu meeting sampai malam terlihat sangat tidak tenang . Tidak tahu kenapa tapi selama meeting berlangsung hatinya merasa tidak tenang .


Setelah meeting selesai ia melihat jam sudah menunjukkan jam delapan malam , Abbio segera melesat pulang ke mansion . Sampai di mansion ia segera bertanya pada Rose yang kebetulan berpapasan dengannya di ruang depan . Wajah maid itu terlihat sedikit gelisah .


" Rose apa Anna sudah makan malam !? "


" Ehmm ... sampai sekarang Nona belum pulang ke mansion , ponselnya malah tertinggal di dapur tadi pagi " jawab Anna dengan menunjukkan sebuah ponsel ditangannya .


" Ckk ... gadis ceroboh !!! Kali ini buat ulah apa lagi dia , menyusahkan saja !! "


Tapi sesaat kemudian Rose melihat tuan mudanya berlari kesetanan keluar mansion menuju garasi mobilnya . Rose bahkan mendengar tuan mudanya itu memanggil sebuah nama .


" Oh God ... Anna sayang !!!!! "

__ADS_1


__ADS_2