
Tak ada persiapan khusus yang Anna lakukan untuk pernikahannya hari ini . Bahkan dia dan Abbio masih melakukan aktivitasnya seperti biasa . Pernikahan itu akan dilaksanakan pada sore hari di halaman samping mansion dengan tema gardening .
Akan ada layar besar yang ada di halaman yang menampilkan seluruh keluarga yang mengikuti acara sakral itu . Dan hanya akan ada makan malam dengan beberapa relasi lama yang sudah benar benar dipercaya oleh keluarga Al Shamma .
" Nona muda masih kuliah hari ini Bos ? " tanya Bryan pada calon pengantin yang masih sibuk dengan urusan kantornya .
Abbio tak menjawab , ia hanya mendengus kesal karena tadi pagi Zahid menelponnya bahwa hati ini tidak bisa ke kantor . Alhasil rencana santai hari ini gagal total .
" Sudah kau tanya kenapa dia tiba tiba tidak bisa datang ke kantor !? "
" Tadi aku sempat menelponnya , katanya sih lagi enggak enak badan ! Maklum sih semenjak CEO Al Shamma jatuh cinta dia jadi lebih sibuk dari biasanya " sahut Bryan sambil terkekeh ketika mendapat lemparan pulpen dari bosnya .
TOKK ... TOKKK
" Mira ?? Ada apa !? " tanya Bryan yang melihat sang sekretaris masuk keruangan .
" Ada kurir yang mengantar ini tadi , kata resepsionis di bawah ini sebuah paket untuk tuan Abbio "
Bryan menghampiri Mira dan mengambil sebuah amplop besar berwarna coklat dari tangannya . Dan tangan kanan Al Shamma itu langsung memberikan amplop itu pada Abbio yang tampak tak peduli dengan paket yang diletakkan di depannya itu .
" Buka dulu Bos siapa tahu itu laporan penting dari salah satu klien kita "
__ADS_1
" Aku harus menyelesaikan ini semua Bry , aku tidak mau malam pertamaku harus memikirkan tentang pekerjaan yang belum selesai . Lagipula tidak ada nama pengirimnya , pasti hanya kerjaan orang iseng !! "
" Ya sudah , setelah ini aku ada meeting dengan divisi keuangan tentang pembiayaan proyek baru kita . Sebentar lagi siang , jemput calon istrimu sebelum dia lari ... "
" Sepertinya mulutmu tidak pernah aku sumpal dengan tisu toilet .... "
Bukannya takut Bryan malah keluar kantor dengan tawa renyahnya . Setelah selesai dengan pekerjaannya Abbio meminta OB untuk membuatkannya kopi , ia ingin melepas penatnya sebentar dengan secangkir kopi pahit kesukaannya .
Sambil menunggu kopinya datang Abbio meraih amplop besar yang dari tadi tergeletak di depan mejanya . Dan ternyata isi amplop itu hanyalah beberapa lembar foto , tapi raut putra sulung Al Shamma itu seketika berubah merah padam ketika melihat semua gambar gambar itu .
BRAKKKKK .....
*
Sementara itu Safa terlihat gelisah menunggu calon suaminya untuk menjemputnya .
" Kak Safa jadi menemaniku kan sore ini !? " tanya Anna pada Safa yang terlihat membawa kotak besar berisi barang batang pribadinya yang biasa ia letakkan di loker kampus .
" Aku ucapkan selamat menempuh hidup baru Ann , tapi sepertinya aku tidak bisa menemanimu . Sore nanti aku akan pergi ... "
" Kakak mau kemana ?? Bukannya itu barang barang Kakak yang biasa ditaruh di loker !? "
__ADS_1
" Aku ada sedikit pekerjaan , mungkin dalam beberapa waktu kita tidak bisa bertemu . Tapi kita akan tetap menjaga komunikasi kita , ok !!.Hei ... jangan menangis . Suatu saat kita pasti akan bertemu ! Jadilah istri dan ibu yang baik untuk anak anakmu kelak . Berbahagialah dengan hidupmu "
Dua wanita yang sudah seperti saudara itu saling berpelukan . Bagi Anna , Safa adalah sosok kakak ysng selalu bisa membust hatinya tenang . Safa selalu bisa memberikan solusi sekaligus kekuatan ketika ia sedang menghadapi masalahnya .
" Kak Safa juga jaga diri , berjanjilah kakak selaku ada jika aku membutuhkan "
" Pasti ... Ngomong ngomong mana jemputanmu Ann ? Bukannya sebentar lagi kau akan menikah ??! "
" Dari tadi dia tidak memberikan kabar Kak , tajkutnya dia masih sibuk dengan pekerjaannya "
" Ya sudah pulang bareng kakak saja kebetulan ada teman yang hari ini menjemputku " kata Safa sambil melambaikan tangan pada seorang pria muda yang baru keluar dari mobilnya .
" Itu pacar Kakak !? "
Safa hanya tertawa mendengar pertanyaan lugu dari seorang Anna , gadis yang sebentar lagi menjadi nyonya besar klan mafia .
" Dia salah satu adikku , dulu kami besar di panti asuhan yang sama . Kami sempat terpisah sebentar karena ada sebagian dari kami yang di adopsi . Tapi hubungan kasih sayang kami ternyata sangat kuat . Dari media sosial kami menemukan saudara saudara kami yang dulu senasib tinggal di panti . Setidaknya aku tidak sendiri lagi kini Ann "
" Baik , aku pulang bareng kalian saja . Lagipula aku juga belum mencoba baju untuk akad nanti "
Tanpa mereka tahu setelah kepergian mereka dari pelataran parkir kampus seorang pemuda tampan sibuk mencari keberadaan gadis bartendernya .
__ADS_1