Hurt

Hurt
54


__ADS_3

Tak ada persiapan khusus yang Anna lakukan untuk pernikahannya hari ini . Bahkan dia dan Abbio masih melakukan aktivitasnya seperti biasa . Pernikahan itu akan dilaksanakan pada sore hari di halaman samping mansion dengan tema gardening .


Akan ada layar besar yang ada di halaman yang menampilkan seluruh keluarga yang mengikuti acara sakral itu . Dan hanya akan ada makan malam dengan beberapa relasi lama yang sudah benar benar dipercaya oleh keluarga Al Shamma .


" Nona muda masih kuliah hari ini Bos ? " tanya Bryan pada calon pengantin yang masih sibuk dengan urusan kantornya .


Abbio tak menjawab , ia hanya mendengus kesal karena tadi pagi Zahid menelponnya bahwa hati ini tidak bisa ke kantor . Alhasil rencana santai hari ini gagal total .


" Sudah kau tanya kenapa dia tiba tiba tidak bisa datang ke kantor !? "


" Tadi aku sempat menelponnya , katanya sih lagi enggak enak badan ! Maklum sih semenjak CEO Al Shamma jatuh cinta dia jadi lebih sibuk dari biasanya " sahut Bryan sambil terkekeh ketika mendapat lemparan pulpen dari bosnya .


TOKK ... TOKKK


" Mira ?? Ada apa !? " tanya Bryan yang melihat sang sekretaris masuk keruangan .


" Ada kurir yang mengantar ini tadi , kata resepsionis di bawah ini sebuah paket untuk tuan Abbio "


Bryan menghampiri Mira dan mengambil sebuah amplop besar berwarna coklat dari tangannya . Dan tangan kanan Al Shamma itu langsung memberikan amplop itu pada Abbio yang tampak tak peduli dengan paket yang diletakkan di depannya itu .


" Buka dulu Bos siapa tahu itu laporan penting dari salah satu klien kita "

__ADS_1


" Aku harus menyelesaikan ini semua Bry , aku tidak mau malam pertamaku harus memikirkan tentang pekerjaan yang belum selesai . Lagipula tidak ada nama pengirimnya , pasti hanya kerjaan orang iseng !! "


" Ya sudah , setelah ini aku ada meeting dengan divisi keuangan tentang pembiayaan proyek baru kita . Sebentar lagi siang , jemput calon istrimu sebelum dia lari ... "


" Sepertinya mulutmu tidak pernah aku sumpal dengan tisu toilet .... "


Bukannya takut Bryan malah keluar kantor dengan tawa renyahnya . Setelah selesai dengan pekerjaannya Abbio meminta OB untuk membuatkannya kopi , ia ingin melepas penatnya sebentar dengan secangkir kopi pahit kesukaannya .


Sambil menunggu kopinya datang Abbio meraih amplop besar yang dari tadi tergeletak di depan mejanya . Dan ternyata isi amplop itu hanyalah beberapa lembar foto , tapi raut putra sulung Al Shamma itu seketika berubah merah padam ketika melihat semua gambar gambar itu .


BRAKKKKK .....


*


Sementara itu Safa terlihat gelisah menunggu calon suaminya untuk menjemputnya .


" Kak Safa jadi menemaniku kan sore ini !? " tanya Anna pada Safa yang terlihat membawa kotak besar berisi barang batang pribadinya yang biasa ia letakkan di loker kampus .


" Aku ucapkan selamat menempuh hidup baru Ann , tapi sepertinya aku tidak bisa menemanimu . Sore nanti aku akan pergi ... "


" Kakak mau kemana ?? Bukannya itu barang barang Kakak yang biasa ditaruh di loker !? "

__ADS_1


" Aku ada sedikit pekerjaan , mungkin dalam beberapa waktu kita tidak bisa bertemu . Tapi kita akan tetap menjaga komunikasi kita , ok !!.Hei ... jangan menangis . Suatu saat kita pasti akan bertemu ! Jadilah istri dan ibu yang baik untuk anak anakmu kelak . Berbahagialah dengan hidupmu "


Dua wanita yang sudah seperti saudara itu saling berpelukan . Bagi Anna , Safa adalah sosok kakak ysng selalu bisa membust hatinya tenang . Safa selalu bisa memberikan solusi sekaligus kekuatan ketika ia sedang menghadapi masalahnya .


" Kak Safa juga jaga diri , berjanjilah kakak selaku ada jika aku membutuhkan "


" Pasti ... Ngomong ngomong mana jemputanmu Ann ? Bukannya sebentar lagi kau akan menikah ??! "


" Dari tadi dia tidak memberikan kabar Kak , tajkutnya dia masih sibuk dengan pekerjaannya "


" Ya sudah pulang bareng kakak saja kebetulan ada teman yang hari ini menjemputku " kata Safa sambil melambaikan tangan pada seorang pria muda yang baru keluar dari mobilnya .


" Itu pacar Kakak !? "


Safa hanya tertawa mendengar pertanyaan lugu dari seorang Anna , gadis yang sebentar lagi menjadi nyonya besar klan mafia .


" Dia salah satu adikku , dulu kami besar di panti asuhan yang sama . Kami sempat terpisah sebentar karena ada sebagian dari kami yang di adopsi . Tapi hubungan kasih sayang kami ternyata sangat kuat . Dari media sosial kami menemukan saudara saudara kami yang dulu senasib tinggal di panti . Setidaknya aku tidak sendiri lagi kini Ann "


" Baik , aku pulang bareng kalian saja . Lagipula aku juga belum mencoba baju untuk akad nanti "


Tanpa mereka tahu setelah kepergian mereka dari pelataran parkir kampus seorang pemuda tampan sibuk mencari keberadaan gadis bartendernya .

__ADS_1


__ADS_2