
" Tuan Hiro ada undangan dari Nyonya Dila untuk pembukaan butik barunya nanti malam di pusat kota "
Salah seorang kepercayaannya pagi itu membawa sebuah undangan dari Dila Brown , ibu dari sahabatnya . Padahal rencananya sore ini Hiro akan pulang ke Jepang karena perusahaan tidak bisa lama lama ia tinggalkan .
Sudah dua hari sejak Mayleen memintanya untuk menjauhinya dia tak bisa melihatnya , bahkan Hiro tak menemukan istrinya di kampusnya . Kadang dia mengirimkan pesan untuk sekedar berbasa basi . Jangankan di balas ... tak ada satu pesan pun yang di baca .
" Undur rencana kepulanganku menjadi besok pagi , aku tidak bisa mengabaikan undangan dari bibi . Kau atur semuanya ! "
Setelah orangnya pergi Hiro menyibukkan dirinya dengan melihat beberapa laporan dari kantor yang dikirim ke laptopnya . Dia harus membuat dirinya sibuk karena jika tidak maka dia akan menghabiskan waktu dengan memandangi gambar istrinya .
Setelah malam tiba Hiro segera berangkat untuk menghadiri acara yang diadakan oleh istri dari pengusaha kaya raya itu . Pria itu tampak sangat tampan dengan menggunakan setelan formal berwarna hitam .
Suasana sudah ramai saat ia tiba disana , tiba tiba dirasakannya seseorang memanggil namanya . Dahinya sedikit berkerut ketika tahu siapa yang sedang ada di belakangnya .
" Tuan Akihiro ? Kau suaminya Mayleen kan ?! Kita tempo hari bertemu di halte tapi kita belum sempat berkenalan waktu itu "
Akihiro sedikit membungkukkan badannya begitupun gadis yang ada di depannya . Walau tidak begitu ingat Hiro yakin gadis itu adalah salah satu teman istrinya .
" Senang bertemu dengan anda , apa anda salah satu teman istri saya di kampus ?! "
" Ya , saya yang menggantikan tugas Mayleen di klinik menjadi asisten Dokter Ken . Beliau yang ditunjuk Dokter Val untuk memimpin sementara klinik miliknya "
Hiro berusaha tersenyum walau hatinya serasa diremas , ternyata tanpa ia ketahui istrinya mundur dari tugasnya untuk menjaga perasaannya .
Setelah sedikit berbasa basi Hiro meninggalkan gadis di depannya untuk segera menuju wanita yang saat ini menjadi pusat acara .
__ADS_1
Terlihat beberapa pengusaha besar menyalami Dila Brown yang didampingi oleh suaminya . Pandangannya berputar mengelilingi ruangan berharap wajah cantik pemilik hatinya ada di salah satu sudut tempat itu .
" Bibi Dila selamat atas pembukaan butiknya , aku rasa Bibi bisa menyaingi usaha Paman "
Dua parubaya terlihat tersenyum lebar menyambutnya . Hiro memeluk satu persatu orang yang sudah ia anggap sebagai kedua orang tuanya itu .
" Terimakasih Akihiro ! Kau terlihat semakin tampan , pantas jika putri kami sangat mencintaimu ! Mayleen selalu bersemangat sekali ketika bercerita tentang dirimu . Bibi tak menyangka gadis nakal itu berjodoh denganmu "
" Iya Bibi ... "
Hiro hanya tersenyum , dia berpikir mungkin bibinya belum mengetahui kisah sebenarnya antara dirinya dan istrinya . Mungkin Barnett tidak ingin membuat istrinya bersedih dengan kabar perpisahannya dengan istrinya .
" Bibi minta jaga dia baik baik ... "
" Baik Bibi " jawab Hiro dengan sopan .
Sepertinya sofa itu disediakan khusus untuk Barnett dsn istrinya karena terlihat beberapa penjaga mengelilinginya .
" Duduklah ... Paman ingin bicara sebentar "
" Baik "
Hiro mengatur nafasnya ketika bahunya sudah bersandar di sofa , dia tahu sang paman ingin membicarakan tentang masalahnya dengan sang istri .
" Paman tahu dari tadi pandanganmu gelisah mencarinya ... "
__ADS_1
Hiro tersenyum dengan menundukkan kepalanya , nyatanya setiap saat ia amat sangat merindukan istrinya .
" Paman tahu masalah kalian belum selesai , beri dia waktu untuk sendiri dulu . Paman yakin hatinya lama lama akan luluh karena dia sangat mencintaimu ... "
" Dia tak ingin bertemu denganku lagi Paman , bukannya Paman dan Deniel setuju dengan perpisahan kami . Mayleen bilang kalian yang akan mengurus perpisahan kami ... "
Pria parubaya itu tertawa dengan menggelengkan kepalanya pelan .
" Dasar gadis nakal ! Sepertinya ia berhasil memberimu pelajaran kali ini . Kami semua sudah mendengar masalahmu dan waktu itu dia datang kepada kami . Dia meminta agar aku dan piutraku tidak ikut campur dalam masalahnya kali ini . Putraku memang sempat murka waktu itu , dia tidak akan tinggal diam jika salah satu keluarga kami tersakiti . Kau sangat tahu jika Mayleen sudah kami anggap sebagai bungsu di keluarga Brown "
" Jadi kalian tidak sedang mengurus perpisahan seperti yang dia katakan !?? "
" Bibimu dan Vallery bisa memenggal kepala kami jika itu terjadi . Bukankah sudah dari awal aku katakan ?? Aku tidak akan membuat gadis nakal itu menjadi janda "
" Tapi ibu sudah ... "
" Setiap malam Nanami akan menelpon menantu kesayangannya itu walaupun hanya sekedar menanyakan kabar . Kau bisa lihat kehebatan gadis nakal itu bukan ?? Dia bahkan bisa meluluhkan hati ibumu yang sekeras batu . Dia sudah mengatakan pada kami bahwa untuk sementara ingin memberi kalian waktu , dia merasa dua bulan ini tidak cukup . Dia ingin kalian lebih introspeksi diri masing masing "
Tiba tiba Hiro berdiri dengan pandangan nyalang mengitari ruangan .
" Tenanglah ... Paman tahu kau ingin menemuinya . Tapi dia tidak sedang ada di tempat ini "
" Aku mohon Paman ijinkan aku bertemu dengannya .... " lirih Hiro dengan hati yang sudah bergejolak . Gadis nakalnya sudah berhasil menjungkir balikkan dunianya .
" Dua hari yang lalu dia terbang ke Jepang , Nanami meminta menantunya untuk segera pulang karena merasa sangat kesepian . Sepertinya ibumu mulai terbiasa dengan ulah nakal istrimu "
__ADS_1
" Ya Tuhan ... jadi ?? "