
" Selamat pagi semua ! Pagi yang indah karena aku dikelilingi oleh pria pria tampan seperti kalian semua " sapa Bu Sri.yang pagi itu sengaja bangun pagi untuk membuat sarapan .
Walau sempat merasa tidak nyaman dengan sikap kepala pelayan yang sedikit ketus padanya tapi dia menganggap masih wajar . Semua pekerja di mansion itu mungkin belum terbiasa keberadaannya sebagai istri Gaffar Al Shamma , tuan besar mereka .
" Hanya aku yang tampan sayang ... " ralat Gaffar yang tak suka istrinya memuja pria lain walaupun itu adalah putranya sendiri .
" Ya ... ya ... ya Daddy pria tertampan di dunia. ! Kami juga tahu itu " sahut Abbio malas .
" Kuatkan hatimu Bu , pria tua itu ternyata terlalu posesif " kelakar Zahid sambil tertawa .
Tapi sejurus kemudian pandangan dua pria muda itu tertuju pada semua makanan yang disiapkan oleh ibu mereka di meja makan . Semua makanan yang asing itu masih asing bagi mereka .
" lni apa Bu !?? " tunjuk Zahid pada makanan berwarna kuning keemasan berbentuk kecil yang berada tepat di depannya .
" ltu risoles dengan isian kentang dan wortel , sangat sehat untuk sarapan pagi.kalian . lbu juga buat roti gulung jika kalian memang terbiasa sarapan dengan roti "
" Kami pemakan segala Bu jadi semua makanan itu pasti masuk ke dalam perut kami . Dan sepertinya perut kami akan sama dengan pria buncit yang ada di samping kami " kata Zahid dengan melirik Gaffar ysng sudah terlebih dahulu menikmati dua iris roti gulung dan dua iris roti gulung di depannya .
" lni enak sekali ! Ya Tuhan pantas saja Daddy menjadi gembul seperti itu , tiap pagi ia harus makan ' racun ' seperti ini "
Menyadari ada sesuatu yang kurang Zahid kemudian menghentikan makannya dan memanggil Dwayne yang dari tadi berdiri membisu di sudut ruangan .
__ADS_1
" Dwayne !! Tolong panggilkan Anna untuk sarapan bersama kami , dia pasti lapar karena semalam dia pasti pulang larut " kata Zahid .
Dwayne terlihat sedikit gugup ketika menyadari Zahid sedang berbicara padanya .
" Ya Tuan muda , tadi Rose sudah memberikan sarapan untuk Nona Anna ! Dia bilang nona sedang sakit "
" Sakit apa ??? " tanya Abbio yang sukses membuat adiknya langsung melihat ke arahnya sambil tersenyum penuh arti.
" Hei kenapa kalian semua melihatku seperti itu !? Aku hanya bertanya sesuatu yang sudah seharusnya bukan ?? Dwayne bilang ada yang sakit dan aku menanyakan dia sakit apa . Masih wajar kan !? "
" Gadis itu sangat keras kepala , padahal dia hanya pekerja paruh waktu tapi semalam dia berkeras ingin menyelesaikan pekerjaannya seperti pekerja lainnya yang waktu itu shift siang . lbu baru tahu itu pagi tadi , maaf karena putri lbu juga baru mengetahui jika salah seorang dari bagian mansion ini bekerja untuknya . Dan itu adalah gadis yang disekolahkan Violetta di sini " kata Bu Sri .
" Tidak apa apa Bu , itu bukan salah Kak Aira "
Kecuali Zahid yang masih tetap ada di mansion . Saat ini dia sudah ada di dalam kamar Anna di antar oleh Rose , pria itu ingin melihat keadaan Anna yang dikabarkan sedang sakit .
" Sudah aku katakan kan jangan terlalu lelah bekerja kan ? Tugas utamamu adalah belajar "
" Maaf ... "
" Sebentar lagi ada dokter datang . Aku harap hal seperti ini tidak terjadi lagi , Vio akan sedih jika mendengar kau sakit hanya karena terlalu lelah bekerja . Dia akan berpikir bahwa kami tidak bisa menjagamu . Tunggu sebentar ... dahimu terluka !!?? " Zahid baru melihat aga goresan luka di dahi gadis yang masih terbaring tersebut .
__ADS_1
" Hanya luka kecil , tidak apa apa kok ! Pohon di depan menghalangi jalanku semalam "
" Rose tolong ambilkan kotak obat di atas nakas itu "
" Ya Tuan ... " jawab Rose dengan kepala terus saja menunduk , hatinya berdebar kencang karena sedari tadi ia bisa ada di dekat pria yang sudah lama mencuri hatinya .
Tapi Rose sadar diri , dia hanya menyimpan sendiri perasaannya tanpa ada seorang pun tahu . Dia kagum pada Zahid karena pria itu sangat baik dan rendah hati .
" lni tuan .. "
Zahid menerima kotak itu kemudian membukanya , ia bersiap untuk membersihkan dulu luka di dahi Anna .
" Lukanya sudah di bersihkan Kak , kak Zahid tidak usah repot repot "
" Di bersihkan !? Kau membersihkan semua ini sendiri ?? "
" Tentu saja tidak , aku mana bisa ! Ehhmm ... Rose yang semalam membantuku , iya kan Rose ?? "
" Lhohh ehhh ... ehmm iyaaa " jawab Rose gugup karena tidak pandai berbohong .
Zahid terpaku , dia berpikir mungkin kakaknya sudah masuk ke kamar ini dan merawat Anna semalam . Walau ada sedikit rasa sakit mengetahui kedekatan antara Abbio dan Anna tapi dia sudah bertekad untuk bisa melepas Anna .
__ADS_1
Dia akan menjaga gadis itu sebagai sahabat ... ya sebagai seorang sahabat . Mungkin hubungan seperti itu akan sedikit membuatnya kecewa tapi hubungan seperti itulah yang akan membuat mereka lebih nyaman ke depannya .