Hurt

Hurt
25


__ADS_3

" Selamat pagi semua ! Pagi yang indah karena aku dikelilingi oleh pria pria tampan seperti kalian semua " sapa Bu Sri.yang pagi itu sengaja bangun pagi untuk membuat sarapan .


Walau sempat merasa tidak nyaman dengan sikap kepala pelayan yang sedikit ketus padanya tapi dia menganggap masih wajar . Semua pekerja di mansion itu mungkin belum terbiasa keberadaannya sebagai istri Gaffar Al Shamma , tuan besar mereka .


" Hanya aku yang tampan sayang ... " ralat Gaffar yang tak suka istrinya memuja pria lain walaupun itu adalah putranya sendiri .


" Ya ... ya ... ya Daddy pria tertampan di dunia. ! Kami juga tahu itu " sahut Abbio malas .


" Kuatkan hatimu Bu , pria tua itu ternyata terlalu posesif " kelakar Zahid sambil tertawa .


Tapi sejurus kemudian pandangan dua pria muda itu tertuju pada semua makanan yang disiapkan oleh ibu mereka di meja makan . Semua makanan yang asing itu masih asing bagi mereka .


" lni apa Bu !?? " tunjuk Zahid pada makanan berwarna kuning keemasan berbentuk kecil yang berada tepat di depannya .


" ltu risoles dengan isian kentang dan wortel , sangat sehat untuk sarapan pagi.kalian . lbu juga buat roti gulung jika kalian memang terbiasa sarapan dengan roti "


" Kami pemakan segala Bu jadi semua makanan itu pasti masuk ke dalam perut kami . Dan sepertinya perut kami akan sama dengan pria buncit yang ada di samping kami " kata Zahid dengan melirik Gaffar ysng sudah terlebih dahulu menikmati dua iris roti gulung dan dua iris roti gulung di depannya .


" lni enak sekali ! Ya Tuhan pantas saja Daddy menjadi gembul seperti itu , tiap pagi ia harus makan ' racun ' seperti ini "


Menyadari ada sesuatu yang kurang Zahid kemudian menghentikan makannya dan memanggil Dwayne yang dari tadi berdiri membisu di sudut ruangan .

__ADS_1


" Dwayne !! Tolong panggilkan Anna untuk sarapan bersama kami , dia pasti lapar karena semalam dia pasti pulang larut " kata Zahid .


Dwayne terlihat sedikit gugup ketika menyadari Zahid sedang berbicara padanya .


" Ya Tuan muda , tadi Rose sudah memberikan sarapan untuk Nona Anna ! Dia bilang nona sedang sakit "


" Sakit apa ??? " tanya Abbio yang sukses membuat adiknya langsung melihat ke arahnya sambil tersenyum penuh arti.


" Hei kenapa kalian semua melihatku seperti itu !? Aku hanya bertanya sesuatu yang sudah seharusnya bukan ?? Dwayne bilang ada yang sakit dan aku menanyakan dia sakit apa . Masih wajar kan !? "


" Gadis itu sangat keras kepala , padahal dia hanya pekerja paruh waktu tapi semalam dia berkeras ingin menyelesaikan pekerjaannya seperti pekerja lainnya yang waktu itu shift siang . lbu baru tahu itu pagi tadi , maaf karena putri lbu juga baru mengetahui jika salah seorang dari bagian mansion ini bekerja untuknya . Dan itu adalah gadis yang disekolahkan Violetta di sini " kata Bu Sri .


" Tidak apa apa Bu , itu bukan salah Kak Aira "


Kecuali Zahid yang masih tetap ada di mansion . Saat ini dia sudah ada di dalam kamar Anna di antar oleh Rose , pria itu ingin melihat keadaan Anna yang dikabarkan sedang sakit .


" Sudah aku katakan kan jangan terlalu lelah bekerja kan ? Tugas utamamu adalah belajar "


" Maaf ... "


" Sebentar lagi ada dokter datang . Aku harap hal seperti ini tidak terjadi lagi , Vio akan sedih jika mendengar kau sakit hanya karena terlalu lelah bekerja . Dia akan berpikir bahwa kami tidak bisa menjagamu . Tunggu sebentar ... dahimu terluka !!?? " Zahid baru melihat aga goresan luka di dahi gadis yang masih terbaring tersebut .

__ADS_1


" Hanya luka kecil , tidak apa apa kok ! Pohon di depan menghalangi jalanku semalam "


" Rose tolong ambilkan kotak obat di atas nakas itu "


" Ya Tuan ... " jawab Rose dengan kepala terus saja menunduk , hatinya berdebar kencang karena sedari tadi ia bisa ada di dekat pria yang sudah lama mencuri hatinya .


Tapi Rose sadar diri , dia hanya menyimpan sendiri perasaannya tanpa ada seorang pun tahu . Dia kagum pada Zahid karena pria itu sangat baik dan rendah hati .


" lni tuan .. "


Zahid menerima kotak itu kemudian membukanya , ia bersiap untuk membersihkan dulu luka di dahi Anna .


" Lukanya sudah di bersihkan Kak , kak Zahid tidak usah repot repot "


" Di bersihkan !? Kau membersihkan semua ini sendiri ?? "


" Tentu saja tidak , aku mana bisa ! Ehhmm ... Rose yang semalam membantuku , iya kan Rose ?? "


" Lhohh ehhh ... ehmm iyaaa " jawab Rose gugup karena tidak pandai berbohong .


Zahid terpaku , dia berpikir mungkin kakaknya sudah masuk ke kamar ini dan merawat Anna semalam . Walau ada sedikit rasa sakit mengetahui kedekatan antara Abbio dan Anna tapi dia sudah bertekad untuk bisa melepas Anna .

__ADS_1


Dia akan menjaga gadis itu sebagai sahabat ... ya sebagai seorang sahabat . Mungkin hubungan seperti itu akan sedikit membuatnya kecewa tapi hubungan seperti itulah yang akan membuat mereka lebih nyaman ke depannya .


__ADS_2