
" Ckk .. sayang bisakah kau mengerjakan tugas kuliahmu besok , aku ingin berdua denganmu " rengek Hiro seperti anak kecil yang sedang meminta permennya .
" lni kan lagi berdua ! Dari awal sudah aku bilang jika hari ini tugas kuliahku sedang banyak sekali " sahut Mayleen dengan masih fokus pada layar laptopnya .
Hiro hanya bisa berdecak kesal , dari pagi ia menunggui sang istri berkutat dengan laptop untuk mengerjakan tugas tugasnya . Padahal ia ingin bermanja manja memadu kasih karena kerinduannya belum terobati sepenuhnya .
Jika saja tugas itu tentang bisnis mungkin dia dengan mudah akan membantunya , tapi istrinya mempunyai keahlian yang jauh berbeda dengan dirinya . Hiro sama seksli tidak mengerti dengan dunia belahan jiwanya .
Jika ibunya pulang mungkin dia tidak berkesempatan.lagi berdekatan dengan istrinya karena semalam ia sudah mendapat ultimatum untuk tidak mendekati Mayleen .
" Sekali saja ... ya ... ya ... kamu mau kan ?! "
Mayleen sebenarnya ingin tertawa melihat kelakuan suaminya itu . Para anggota klan pasti tak akan percaya jika pemimpin mereka yang terkenal garang dan sadis saat ini berperilaku seperti kucing manis di depannya .
" Kau tidak akan pernah cukup sekali Boo !!! Jika aku menurutimu pasti tugasku tidak akan selesai hari ini "
" Aku janji .... ya sayang ! Mau ya " Hiro mulai menelusuri tengkuk istrinya dengan kecupan kecupan basah .
__ADS_1
" Boo .... awas ihhh !! Gigit nih ya ... kita masih di taman ! Malu kalau di lihat orang " lirih Mayleen yang mulai terpancing gairahnya .
" Kita ke kamar ya sayang .... biar tidak ada yang melihat "
Sepertinya Hiro tak peduli lagi dengan sekitarnya , saat ini dunia adalah milik mereka berdua . Dua tangan pria itu sudah menyelusup masuk ke dalam kaos istrinya dan meremas dua bukit yang masih mengenakan penutupnya itu .
" Tapi tugasnya .... "
" Aku bersumpah aku akan ledakkan kampusmu jika mereka berani mempermasalahkan hal itu .... awwwwsshh "
Mayleen mencubit gemas lengan suaminya ysng selalu semaunya sendiri .
" Ckk .... udah on banget ini !! Lagian nanti malam pasti ibu tidak akan mengijinkanmu tidur bersamaku "
Tanpa bertanya lagi Hiro menutup laptop dan mengangkat tubuh istrinya , seperti seekor koala tubuh mungil itu bergelayut di depan tubuh kokoh suaminya . Bibir mereka bertaut dengan panasnya meski Hiro masih berjalan untuk segera membawa sang istri ke kamarnya .
" Emmmpphhhtt ... jangan cium dulu , malu di lihat pelayan dan penjaga . Kamu juga jadi nggak bisa lihat jalan kan ! Turunin aku Boo ..."
__ADS_1
" Aku hafal tiap jengkal istana ini dengan baik sayang !! Aku rasa mereka masih sayang dengan nyawa mereka sendiri , tak akan ada yang berani melihat kita ... "
Hiro kembali meraih bibir kemerahan yang sudah sangat ia rindukan itu , ia sudah tak sabar mendengar suara indah istrinya saat ada di bawahnya .
" Kau masih ingat janjimu kan Boo ?? "
" Yang mana !?? "
" Cuma sekali .... " cicit Mayleen dengan pandangan sebal ke arah suaminya , ia tahu pria itu tak akan pernah cukup sekali menyentuhnya .
" Aku lupa !! Aarrgghhhhh ... sayang "
Bukannya merasa kesakitan tapi nalurinya malah semakin menggebu ketika sang istri menggigit lehernya hingga deretan giginya membekas di kulitnya . Pandangannya semakin berkabut karena wajah cantik itu semakin terlihat menggemaskan untuknya .
" Mayleen Lee ... aku mencintaimu " bisik Hiro dengan mata berbinar karena kamar mereka hanya beberapa langkah lagi di depan mereka . Sebentar lagi cinta mereka akan melebur menjadi satu .
" Kau menyebalkan Boo !! " sungut Mayleen sambil memukul dada kekar itu berulang kali .
__ADS_1
" Apa yang sudah kau lakukan pada menantuku Tuan Akihiro , turunkan dia !!! "
" lbu ..... "