
Hari ini Lirie tengah bersiap untuk pergi ke kantor. Hari pertama masuk kerja sebagai model cukup membuat jantungnya berdebar tak karuan.
Sebelum pergi Lirie menyempatkan untuk menemui Nesya sang kaka yang berada di apartemen untuk mengajaknya pergi bersama.
Ya Nesya memang selelu tinggal di apartemen miliknya. Dia hanya akan pulang seminggu sekali atau bahkan sebulan sekali.
Mempunyai seorang kaka yang cukup sibuk membuat Lirie merasa sepi.
Dia merasa hidupnya hanya sendiri. Hoseok sibuk dengan kerjanya begitupun dengan Nesya.
" Ka.. Aku datang" Lirie masuk kedalam apartemen milik Nesya.
" Ya..masuklah"
" Ka..kenapa kau belum bersiap? Aku ingin pergi bersamamu" Tanya Lirie yang melihat Nesya masih berbaring di tempat tidurny.
"Kaka..kenapa wajahmu pucat sekali? Apa kau sakit? " Tanya Lirie heran karena Nesya terlihat seperti orang sakit. Dia menghampiri Nesya dan langsung memegang kening Nesya.
Nesya terlihat lemah.
" Ya...aku sedang tidak enak badan.. Aku tidak pergi ke kantor, aku akan mengambil cuti untuk beberapa minggu ke depan" Ucap Nesya.
"Apa..? Jadi kaka akan cuti? Yaahh padahal aku ingin belajar menjadi model bersamamu.
Aku nanti disana sendiri donk ka?"
" Kau tidak sendiri, nanti ada Park Jimin yang akan membantumu, dia akan mengarahkan semuanya. Dan jika kau ada sesuatu kau bisa berbicara dengan Suga. Dia pasti akan membantumu juga". Jelas Nesya.
Sejujurnya Nesya merasa sangat bingung dengan kehamilanya.
Apakah dia akan menceritakan kepada adiknya atau tidak. Dia takut adiknya kecewa dan dia juga takut bagaimana jika Hoseok mengetahui kehamilanya.
Bisa jadi dia menjadi orang yang paling terpukul mengetahui adik kesayanganya tengah hamil. Dan yang menghamilinya adalah pria yang sudah beristri.
Hoseok pasti akan merasa jika dirinya kaka yang tidak becus mengurus adiknya sampai adiknya hamil di luar nikah.
Nesya benar-benar bingung. Namun pada akhirnya Nesya menceritakan semuanya kepada Lirie. Nesya tau Lirie akan bisa menjaga rahasianya. Dan Lirie akan membantunya nanti.
Lirie sangat terkejut mendengar pengakuan sang kaka. Awalnya Lirie cukup kecewa dan tak habis fikir bagaimana bisa Nesya masih tetap berhubungan dengan mantan kekasihnya yang sudah menikah.
Namun setelah Nesya menceritakan semuanya Lirie juga merasa kasihan kepada Nesya.
Akhirnya Lirie menerima dan akan membantu kakanya menjaga rahasianya dan tidak memberi tau siapapun termasuk Hoseok.
Dia juga berjanji akan bersungguh-sungguh menjalankan profesinya sebgai model karena Nesya memintanya untuk bersungguh-sungguh supaya dirinya bisa menggantikan Nesya sebagai model terkenal dari agensi yang kini menjadi kantornya.
**
Setelah kembalinya dari rumah sakit.
Setelah kejadian itu saat Mengetahui bahwa Nesya hamil anak Namjoon yang berstatus sebagai suaminya Lova lebih memilih berdiam diri dan tidak banyak berbicara.
Dia mendiamkan Namjoon, berbicara seadanya. Dan sebisa mungkin dirinya menghindari bertemu dengan Namjoon.
Entah mengapa rasanya masih sakit dan melihat Namjoon hatinya akan semakin sakit.
Namjoon menyadari perubahan sikap Lova terhadapnya.
Biasanya Lova selalu membangunkanya, memasakn sarapan untuknya dengan penuh semangat dan selalu menyapanya.
Namun setelah kejadian itu Lova berubah dia tak banyak berbicara dan acuh tak acuh terhadapnya.
Namjoon merasa ada yang hilang dalam dirinya. Di diamkan oleh istri bayanganya ternyata cukup menggangu fikiranya.
Kini terlihat Lova sedang menata hasil masakanya. Namjoon datang menghampiri Lova.
" Va kau masak apa? " Tanya Namjoon berbasa basi.
" Sop daging" Jawab Lova singkat.
" Va..aku ingin berbicara sesuatu yg penting bisakah kau fokus padaku". Ucap Namjoon yang melihat Lova acuh kepadanya. Lova menjawab namun tidak melihat ke arah Namjoon. Dia terfokus pada apa yang di kerjakanya.
" Bicaralah!" Lova masih seadanya.
Namjoon menghela nafas.
" Va..aku ingin membawa Nesya tinggal disini" Ucap Namjoon membuat Lova menoleh kepadanya.
" Kau tidak keberatan kan?kau tau sendri Nesya sedang hamil dan kandunganya masih sangat rentan dan lemah. Jadi aku ingin dia
__ADS_1
Tinggal disini agar aku bisa menjaganya"
Ucapan Namjoon sontak membuat Lova cukup tersulut emosi. Dia tidak habis fikir mengapa Namjoon melakukanya.
Apa tidak cukup menyiksa hati dan perasaamya? Dengan dirinya masih berhubungan dengan Nesya, mengetahui Nesya hamil itu sudah sangat membuat hatinya sakit.
Mengapa harus di tambah lagi dengan membiarkan Nesya tinggal satu atap denganya?
Apa Namjoon sudah gila? apa dia sama sekali tidak punya hati? Entahlah yang pasti Lova sangat kesal. Namjoon pun tidak meminta maaf kepadanya terkait kehamilan Nesya.
Oh ia Lova baru sadar jika dirinya hanya sebagai istri bayangan yang tidak akan pernah terlihat sama sekali.
Ingin rasanya dia protes dan melarang Namjoon, tapi apa hak dirinya?
Perjanjian itu, yaa perjanjian awal yang membuat Lova tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa pasrah dan mengikuti alur Namjoon.
" Terserah" Lova kembali menjawab dengan singkat.
Lova menyantap makananya dengan tenang dan santai seolah tidak ada perasaan apa-apa.
Selesai menghabiskan makananya Lova langsung bergegas pergi ke kamar meninggalkan Namjoon yang masih dalam posisinya.
Namjoon memperhatikan kepergian Lova.
Setelah sampai di kamar Lova langsung mengunci pintu dan perlahan tubuhnya merosot hingga terduduk lemas di lantai.
Dia memegang bagian dadanya yang terasa sakit. Bukan sakit fisik melainkan sakit hati.
Dirinya menangis, air matanya terus mengalir.
"Sampai kapan va...sampai kapan kamu akan terus seperti ini?" Lova berbicara sendiri sembari meremas dadanya.
Sakit...hatinya sungguh sakit.. Namjoon begitu tega terhadapnya.
Lova menyadari jika sebenarnya Ini bukan salah Namjoon melainkan salah dirinya sendiri mencintai seseorang yang sama sekali tidak mencintainya.
Dia Salah karena memendam perasaan kepada Namjoon.
Jika seandainya Namjoon tau tentang perasaan Lova apakan Namjoon akan terus bersikap seperti ini? Terus menyakiti hatinya.?
***
Dan benar saja Lova melihat dari jendela kamarnya Namjoon sudah kembali. Namun dia datang tidak sendiri. Namjoon membawa Nesya yang akan tinggal bersamanya.
Lova tersenyum miris.
Namjoon dan juga Nesya bergegas masuk ke dalam rumah.
"Apa tidak masalah?" Tanya Nesya yang sedikit ragu akan tinggal di rumah ini bersama dengan Lova. Biar bagaimanapun Nesya masih punya sedikit hati memikirkan perasaan Lova yang dulu pernah menjadi sahabat dekatnya.
Namun dia tetap mengikuti egonya untuk tinggal bersama Namjoon karena Namjoon memintanya.
Tempo hari sebelum berangkat ke kantor Namjoon mengunjungi Nesya di apartemenya. Dia melihat Nesya terbaring lemah tak berdaya. Namjoon sangat khawatir.
Maka dari itu Namjoon memutuskan untuk membawa Nesya tinggal bersamanya agar dia bisa menjaganya. Setidaknya jika Nesya tinggal di rumahnya dia tidak sendiri ada maid dan juga Lova yang akan membantunya.
Namjoon sangat khawatir terhadap janin yang di kandung Nesya. Dia sangat menginkan anaknya lahir dengan baik. Dia sangat menantikanya. Namjoon akan menjaga Nesya dan juga buah hatinya.
"Kemana Lova tidak terlihat?" Tanya Nesya mengedarkan pandanganya.
Dia begitu takjub dengan rumah Namjoon yang mewah. Jika saja dirinya tidak menolak lamaran Namjoon saat itu mungkin sekarang dirinyan lah yang menjadi Nyonya di rumah ini bukan Lova.
" Dia selalu berada kamarnya" Tungkas Namjoon.
" Sudahlah..kau harus banyak beristrhat"
Namjoon membawa Nesya ke lantai atas menuju kamarnya.
Ya Namjoon membiarkan Nesya untuk tinggal di rumahnya dan tidur satu kamar denganya.
Semenyara Lova istri sah nya tidur terpisah berbeda kamar dengan nya. Sungguh aneh bukan?
Lova berdiri di depan kamar yang berdampingan dengan kamar Namjoon.
Sungguh hatinya kembali tersuat tatkala melihat kebersamaan Namjoon dan Nesya.
Hati nya selalu sakit melihat mereka berdua. Melihat perlakuan Namjoon kepada Nesya yang cukup membuat Lova merasa iri.
Terlebih saat ini Namjoon akan tinggal bersam Nesya dalam satu kamar.
__ADS_1
Oh tuhan jika saja hati ini diciptakan oleh tangan manusia mungkin saat ini juga sudah sangat hancur lebur berkeping-keping. Untung saja hati ini diciptakan oleh tuhan jadi masih utuh dan tidak terlihat kehancuranya namun sangat terasa akan perihnya.
Lova berusaha tegar menghampiri Namjoon dan juga Nesnya. Bersikap seolah tidak merasakan apa-apa.
" Selamat datang di rumah kami Nesya, semoga kau betah tinggal disini " Tungkas Lova.
Nesya maupun Namjoon hanya melihat ke arah Lova. Namjoon berfokus pada penampilan Lova yang rapih dan fokus terhadap tas yang di bawa Lova.
Sepertinya Lova akan pergi. Tidak seperti biasanya Lova keluar di jam seperti ini.
" Kau mau kemana?" Tanya Namjoon yang melihat Lova beranjak menuruni tangga.
"Aku ingin keluar sebentar" Jawab Lova tanpa melihat Namjoon. Dirinya berlalu pergi meninggalkan pasangan kekasih yang tidak tahu diri itu.
Lova berhasil keluar dari rumah yang mulai menjadi neraka baginya.
Rasanya ingin pergi sejauh mungkin dari kehidupan Namjoon.
Tapi itu sangat tidak mungkin mengingat keluarga mereka.
Pasti mereka akan kecewa jika dirinya pergi.
Lova melajukan mobilnya. Entah dia tidak tau harus pergi kemana? Dia tidak mempunyai tujuan yang pasti. Dia pergi hanya untuk menghindari Namjoon dan juga Nesya.
Akhirnya dia memutuskan pergi berkunjung ke rumahnya menemui ayah dan ibunya.
Lova beralasan merindukan ayah dan ibunya serta adiknya. Dan dia juga bilang jika dirinya datang untuk mengambil sesuatu yang penting yang harus di bawanya.
Lova tidak melihat keberadaan Jungkook adik bungsunya. Dia mengedarkan pandangan ke setiap sudut rumahnya.
Sungguh dia sangat merindukan rumah ini. Dia sangat merindukan kebersamaan dirinya dengan Laras dan Juga Jungkook adiknya.
Lova rindu akan canda tawa di rumah ini.
Dirinya selalu bahagia tatkala bersama dengan kedua adiknya, melihat tingkah Laras dan juga Junkook yang selalu bertengkar membuatnya gemas. Sungguh dia sangat merindukan moment itu.
Dia tidak pernah merasakan sakit seperti saat ini.kehidupanya saat ini sudah berubah drastis. Tidak ada kehangatan, tidak ada kebersamaan, tidak ada canda tawa dan tidak ada cinta. Dia ingin kembali ke masa dimana dirinya tidak terlalu memikirkan masalah cinta.
Lova menanyakan keberadaan Jungkook kepada ibunya. Nyonya Kim menceritakan semuanya jika saat ini Jungkook sedang fokus merintis perusahaanya. Dan sontak membuat Lova terharu dan merasa bangga.
Ternyata adik kecilnya, bayinya kini sudah dewasa. Dia tidak menyangka Jungkook semandiri dan sehebat itu. Mendirikan perusahanya sendiri. Sunggu menurutnya adiknya itu luar biasa.
Lama Lova berada di rumah orang tuanya. Tidak terasa waktu sudah menunjukan pukul. 23.00. Dirinya harus segera pulang ke rumahnya.
" Ibu aku pamit pulang dulu, sudah sangat larut" Ucap Lova.
"Baiklah sayang..Namjoon pasti khwatir..dia pasti menunggu istrinya pulang. Lain kali kau harus mengajak suamimu agar bisa menginap disini". Senyum ibu Kim.
Lova tersenyum miris mendengar ucapan ibunya. Namjoon sama sekali tidak akan khawatir karna di sampingnya kini ada Nesya.
Dia matipun mungkin Namjoon tidak akan peduli.
**
Lova beranjak masuk kedalam rumahnya. Rumah besarnya sangat sepi mungkin penghuninya sudah pada terlelap.
Saat ingin memasuki kamarnya terdengar dari kamar Namjoon suara Nesya sedang tertawa.
Dan di iringi dengan ******* manja Nesya.
Apa mereka sedang melakukanya?
Lova bertanya dalam hatinya. Jika saja ia..
Ya tuhan kesakitan lagi yang dia dapatkan.
Sepertinya rumah ini memang akan menjadi neraka baginya.
Dan benar saja saat Lova kembali mendengar suara Namjoon mendesah dia yakin jika mereka sedang bercinta.
Lova menutup kupingnya dan langsung masuk kedalam kamar menguncinya rapat.
Tentu saja Lova kembali menangis.
Cukup..sudah cukup..kali ini dia tidak bisa lagi menahan dirinya. Dia tidak bisa lagi memendam kesakitanya sendiri.
Dia menginginkan seseorang yang akan mengobati luka hatinya. Mendengar keluh kesahnya dan juga menenangkanya.
Namjoon...Nesya... Kalian sungguh tidak berperasaan. Meskipun Namjoon tidak mencintai aku. Setidaknya kalian hargai aku yang bestatus sebagai istri Namjoon.
__ADS_1