Hurt

Hurt
74


__ADS_3

" Kau masih mengerjakan tugasmu Ann ?? "


" Ya siang ini harus aku serahkan ke dosen , tinggal dikit kok . Kenapa Kak ?? "


Sejak tinggal di Bali Anna maupun Dafa tetap melanjutkan kuliah walau dengan jalur online . Mereka tetap mengutamakan pendidikan mereka walau kadang sibuk mencari uang untuk hidup mereka .


Violetta kadang mengirim ibu dan dua adiknya jika mereka sedang ada libur sekolah . Anna senang karena bisa tinggal lebih dekat dengan keluarganya . Kebaikan hati orang orang di sekitarnya membuatnya lebih mudah melupakan sakit hatinya .


" Kita sarapan dulu , Kakak bikin roti bakar keju kesukaan kamu "


" Widiihhh enak nih , Anna makan dulu deh kalau begitu " sahut gadis itu kemudian mematikan laptopnya dan bergabung bersama Safa di meja makan .


" Semalam kau bertemu dengannya ?? " tanya Safa pada gadis yang sudah mulai melahap sarapan roti kejunya .


" Ya ... menyebalkan !! Kenapa kita harus melihat wajah mereka lagi "


" Bagaimana perasaanmu ketika melihatnya ? Masih kangen !? "


" Jangan bercanda Kak !!! "


Safa tertawa melihat Anna yang terlihat bersungut sungut karena ia membahas tentang pria yang nyaris saja menjadi suaminya itu . Terlihat sebenci apapun tapi Safa tahu Anna masih menyayangi pria brengsek itu .


" Aku bodoh ya Kak !! Aku bahkan tak bisa membencinya walau dia sudah amat sangat menyakitiku . Aku benci pada diriku sendiri karrna hal itu "


" Tidak ada yang bisa mengatur sebuah hati , hati menjatuhkan pilihan tanpa memandang bahagia atau kesakitan seseorang . Bagaimana perasaanmu pada Hiro ?? Kulihat kau sudah nyaman bersamanya "

__ADS_1


" Dia hanya teman baik Kak ! Dia juga pendengar yang baik "


" Kau masih ingat kata Kak Diva kan ?? Tidak ada persahabatan atau pertemanan murni antara wanita dan pria . Suatu saat hubungan itu akan melibatkan perasaan . Jadi jika hatimu memang tidak bisa menerima Hiro maka jangan memberi harapan padanya "


Anna menghentikan makannya dsn meminum segelas air putih untuk menenangkan pikirannya yang tiba tiba saja berkecamuk setelah mendengar nasehat dari wanita yang sudah ia anggap sebagai kakaknya .


" Ckk ... kita harus menyiapkan diri hari ini "


" Kenapa Kak !? "


" Lihat di luar ... " Safa menunjuk ke arah jendela ruang makan yang langsung mengarah pada pemandangan pantai .


Dua pria bertubuh tinggi besar sedang berjalan ke arah resort mereka . Dan dipastikan dua pria itu akan merecoki kegiatan gadis gadis itu seharian ini .


" Sapu lidi ada di halaman kan Kak ?! "


" Hisshhh bukan untuk menyapu halaman , tapi untuk memukul kepala mereka !! "


" Ha .. ha .. ide bagus !! "


Mereka bisa melihat pria pria Al Shamma itu menunggu di depan rumah , mungkin para pria itu tidak mau mengganggu kegiatan pagi mereka .


Setelah selesai bersiap siap Safa keluar dari rumah karena pagi ini dia harus membuka kafenya . Ada banyak persiapan yang harus dia lakukan dengan beberapa pegawainya .


" Ann kakak ke kafe dulu , selesaikan saja dulu tugasmu ! Nanti aku bilang padanya agar dia pergi "

__ADS_1


" Ya Kak , Anna memang mau menyelesaikan tugas dulu "


Pria pria itu tampak bangkit ketika Safa keluar dari resortnya .


" Selamat pagi sayang ... " Zahid segera menghampiri Safa yang terlihat sudah rapi dan menenteng sling bagnya . Dipastikan bahwa gadis itu ingin pergi .


Safa tak.menjawab , ia tetap berjalan ke arah samping rumah tempat mobilnya terparkir . Salah satu fasilitas yang Adam Adipraja berikan untuk mempermudah mobilitas mereka ke kafe .


" Hei ... kau masih marah padaku , bukannya kita sudah baikan ?? " kata Zahid yang terus membuntuti arah jalan gadisnya .


Zahid meraih pinggang ramping itu ketika Safa sudah membuka pintu mobilnya .


" Baik jika kau belum ingin bicara padaku , setidaknya ucapkan dulu selamat pagi !! "


" Ckk ... Selamat pagi Tuan Zahid Al Shamma yang terhormat , kuharap harimu lebih indah dariku " kata Safa dengan sedikit meronta karena pelukan erat di pinggangnya .


" Selamat pagi juga sayang !! Aku harap harimu juga akan lebih menyenangkan "


" Tidak jika kau selalu mengikutiku !! "


" Ya sudah aku pergi ... tapi jangan merindukan aku "


Wanita cantik itu memejamkan matanya ketika tiba tiba Zahid mencium keningnya cukup lama .


" Tidak akan !! "

__ADS_1


" Aku mencintaimu ... "


" Dan aku membencimu !! "


__ADS_2