
" Kau masih mengerjakan tugasmu Ann ?? "
" Ya siang ini harus aku serahkan ke dosen , tinggal dikit kok . Kenapa Kak ?? "
Sejak tinggal di Bali Anna maupun Dafa tetap melanjutkan kuliah walau dengan jalur online . Mereka tetap mengutamakan pendidikan mereka walau kadang sibuk mencari uang untuk hidup mereka .
Violetta kadang mengirim ibu dan dua adiknya jika mereka sedang ada libur sekolah . Anna senang karena bisa tinggal lebih dekat dengan keluarganya . Kebaikan hati orang orang di sekitarnya membuatnya lebih mudah melupakan sakit hatinya .
" Kita sarapan dulu , Kakak bikin roti bakar keju kesukaan kamu "
" Widiihhh enak nih , Anna makan dulu deh kalau begitu " sahut gadis itu kemudian mematikan laptopnya dan bergabung bersama Safa di meja makan .
" Semalam kau bertemu dengannya ?? " tanya Safa pada gadis yang sudah mulai melahap sarapan roti kejunya .
" Ya ... menyebalkan !! Kenapa kita harus melihat wajah mereka lagi "
" Bagaimana perasaanmu ketika melihatnya ? Masih kangen !? "
" Jangan bercanda Kak !!! "
Safa tertawa melihat Anna yang terlihat bersungut sungut karena ia membahas tentang pria yang nyaris saja menjadi suaminya itu . Terlihat sebenci apapun tapi Safa tahu Anna masih menyayangi pria brengsek itu .
" Aku bodoh ya Kak !! Aku bahkan tak bisa membencinya walau dia sudah amat sangat menyakitiku . Aku benci pada diriku sendiri karrna hal itu "
" Tidak ada yang bisa mengatur sebuah hati , hati menjatuhkan pilihan tanpa memandang bahagia atau kesakitan seseorang . Bagaimana perasaanmu pada Hiro ?? Kulihat kau sudah nyaman bersamanya "
__ADS_1
" Dia hanya teman baik Kak ! Dia juga pendengar yang baik "
" Kau masih ingat kata Kak Diva kan ?? Tidak ada persahabatan atau pertemanan murni antara wanita dan pria . Suatu saat hubungan itu akan melibatkan perasaan . Jadi jika hatimu memang tidak bisa menerima Hiro maka jangan memberi harapan padanya "
Anna menghentikan makannya dsn meminum segelas air putih untuk menenangkan pikirannya yang tiba tiba saja berkecamuk setelah mendengar nasehat dari wanita yang sudah ia anggap sebagai kakaknya .
" Ckk ... kita harus menyiapkan diri hari ini "
" Kenapa Kak !? "
" Lihat di luar ... " Safa menunjuk ke arah jendela ruang makan yang langsung mengarah pada pemandangan pantai .
Dua pria bertubuh tinggi besar sedang berjalan ke arah resort mereka . Dan dipastikan dua pria itu akan merecoki kegiatan gadis gadis itu seharian ini .
" Sapu lidi ada di halaman kan Kak ?! "
" Hisshhh bukan untuk menyapu halaman , tapi untuk memukul kepala mereka !! "
" Ha .. ha .. ide bagus !! "
Mereka bisa melihat pria pria Al Shamma itu menunggu di depan rumah , mungkin para pria itu tidak mau mengganggu kegiatan pagi mereka .
Setelah selesai bersiap siap Safa keluar dari rumah karena pagi ini dia harus membuka kafenya . Ada banyak persiapan yang harus dia lakukan dengan beberapa pegawainya .
" Ann kakak ke kafe dulu , selesaikan saja dulu tugasmu ! Nanti aku bilang padanya agar dia pergi "
__ADS_1
" Ya Kak , Anna memang mau menyelesaikan tugas dulu "
Pria pria itu tampak bangkit ketika Safa keluar dari resortnya .
" Selamat pagi sayang ... " Zahid segera menghampiri Safa yang terlihat sudah rapi dan menenteng sling bagnya . Dipastikan bahwa gadis itu ingin pergi .
Safa tak.menjawab , ia tetap berjalan ke arah samping rumah tempat mobilnya terparkir . Salah satu fasilitas yang Adam Adipraja berikan untuk mempermudah mobilitas mereka ke kafe .
" Hei ... kau masih marah padaku , bukannya kita sudah baikan ?? " kata Zahid yang terus membuntuti arah jalan gadisnya .
Zahid meraih pinggang ramping itu ketika Safa sudah membuka pintu mobilnya .
" Baik jika kau belum ingin bicara padaku , setidaknya ucapkan dulu selamat pagi !! "
" Ckk ... Selamat pagi Tuan Zahid Al Shamma yang terhormat , kuharap harimu lebih indah dariku " kata Safa dengan sedikit meronta karena pelukan erat di pinggangnya .
" Selamat pagi juga sayang !! Aku harap harimu juga akan lebih menyenangkan "
" Tidak jika kau selalu mengikutiku !! "
" Ya sudah aku pergi ... tapi jangan merindukan aku "
Wanita cantik itu memejamkan matanya ketika tiba tiba Zahid mencium keningnya cukup lama .
" Tidak akan !! "
__ADS_1
" Aku mencintaimu ... "
" Dan aku membencimu !! "