
Zahid tersenyum sinis ketika melihat gadis yang di undangnya makan malam telah datang walau sudah sangat terlambat . Hampir satu jam lebih ia duduk di restoran itu .
Dengan langkah yang tenang terlihat gadis seksi itu mendekat ke arahnya . Penampilan yang jauh berbeda dari saat pertama kali melihatnya . Saat ini Safa mengenakan dress pendek warna merah dengan tas dan heels warna senada .
Warna yang sangat berani menurutnya , tapi malah membuat wanita itu terkesan bertambah cantik . Ya , wanita yang sedang berdiri didepannya itu tampak begitu sangat cantik !
" Kau benar !! Aku butuh uang untuk menyambung hidupku . Jadi kau mau bayar berapa untuk malam ini !? "
" Lima kali lipat dari yang biasa kau dapat " kata Zahid melempar uang di atas meja .
Safa tersenyum ketika melihat itu semua , bahkan pria pendiam itu sudah menyiapkan hal seperti ini hanya untuk menghinanya . Semua pelanggannya biasa mentransfer bayaran yang ia dapat langsung ke rekening hingga tak perlu adegan melempar uang seperti saat ini . Pria pria yang ia temani masih sangat menghargainya sebagai seorang wanita .
Wanita itu kemudian duduk dan meraih uang yang tadi di lempar oleh Zahid . Dilihatnya segepok uang itu kemudian ia letakkan kembali di pinggir meja .
" Kau sudah makan Tuan !? "
" Aku sudah tak berselera makan lagi "
" Tapi butuh tenaga untuk menghadapiku . Karena tidak akan semudah itu untuk menjatuhkan aku " kata Safa sambil melihat sebuah buku menu yang baru saja di sodorkan oleh seorang waitress padanya .
" Apa kau alergi makanan laut ?? "
" Kau ingin meracuniku dengan makanan ? Usaha yang bagus "
" Aku pesan dua medium tenderloin steak dan mojito peach tanpa alkohol "
__ADS_1
Setelah waitress itu pergi Safa kembali menatap Zahid yang saat ini juga sedang melihat ke arahnya . Dua pandangan yang beradu tapi Zahid yang terlebih dulu membuang pandangannya ke arah lain .
Ada sesuatu di mata gadis itu yang membuatnya merasa ingin selalu ada di dekatnya . Tapi Zahid berpikir itu wajar karena tak ada seorang pria yang tidak suka jika disuguhi wanita cantik dan seksi seperti wanita yang saat ini duduk di depannya .
" Racun bukanlah style ku tuan , sparing partner di atas ring terdengar lebih menyenangkan !! Kenapa kau berkeras untuk membuatku datang ke tempat ini !? Apa kau tidak malu jika ada media yang mengetahui kencan kita dan membuat buruk citramu ?? "
" Tidak perlu kau cemaskan hal itu . Sudah berapa kali kau kencan dengan pria seperti ini !? "
" Seperti ini ??!!! Tidak pernah .... "
" Kau pikir aku percaya !? "
" Kau mau percaya atau tidak itu tidak berpengaruh untukku Tuan ! Baru sekali ini aku di bayar mahal untuk menemani makan seseorang dan itupun dari keluarga terpandang seperti dirimu . Baru kali ini aku merasa sangat terhina dengan menerima uang yang di berikan untuk jasaku !! "
" Pekerjaanmu memang hina "
" Mereka bisa berbagi dengan istri mereka , bukan denganmu !! Selain cerita apalagi yang mereka minta darimu ? Tubuhmu !!? "
" Mereka hanya ingin terlihat sempurna didepan pasangan mereka . Tidak semua bisa mereka utarakan pada pasangan mereka dan ya ... tak jarang dari mereka meminta hal itu . Tapi aku di bayar hanya untuk mendengarkan mereka , bukan untuk hal lain "
" Jika aku membayarmu untuk hal lain apa kamu mau melayaniku ? "
Safa kembali tertawa renyah , ternyata pria terhormat yang pendiam itu sama saja dengan pria lainnya . Pria itu juga menginginkan tubuhnya untuk sekedar menghiburnya .
" Kita makan dulu , mungkin kita bisa berpikir lebih jernih ketika perut kita sudah terisi "
__ADS_1
Safa mulai memakan hidangan yang ada di depannya sedangkan Zahid belum menyentuh sedikitpun makanan yang ada di depannya .
" Hei ... makanlah dulu , tidak enak jika dimakan dalam keadaan dingin . Setidaknya hargai makanan yang ada di depanmu , kau adalah orang yang beruntung karena di limpahi kekayaan yang bisa membuatmu makan tiap hari "
Gadis itu melanjutkan makannya dengan senyum tersungging karena melihat pria itu mulai mengambil pisau dan garpu yang ada di depannya . Mereka makan dalam diam , Zahid melihat Safa sama sekali tidak menyentuh uang yang tadi ia lemparkan di atas meja . Wanita itu hanya sempat menyingkirkan uang itu ke pinggir meja .
Setelah menghabiskan makanannya Zahid segera menenggak segelas minuman yang ada di depannya .
" Pelan pelan , kau bisa tersedak Tuan "
Zahid tak menjawab , pria itu terlihat memejamkan kedua matanya .
" Kau menaruh alkohol di minumanku , dasar wanita licik "
Safa terkejut mendengarnya , tadi ia memesan minuman tanpa alkohol karena ia tahu Zahid tidak pernah minum minuman keras . Dia raih gelas di depannya dan ternyata minuman didepannya memang mengandung alkohol dengan kadar sangat tinggi . Sepertinya waitress tadi salah menulis pesanannya .
" Hanya segelas tidak akan membuatku mabuk ... "
" Tuan jangan !! "
Zahid menyambar gelas yang di tangannya kemudian menenggaknya hingga habis . Dua gelas minuman yang ternyata beralkohol tinggi sudah terminum oleh Zahid .
" lni kan yang kau mau ?? Pantas saja dari tadi kau memaksaku untuk makan . Trik murahan !! Apa sehabis ini kau akan membawaku ke hotel dan mengaku sudah aku sentuh !?? Apa kurang uang yang aku berikan padamu "
" Kau mulai meracau , sebaiknya kau pulang !! Aku pesankan taksi untuk mengantarmu ... "
__ADS_1
Tapi dia kembali berpikir , dia tidak tahu alamat pria itu . Hari juga sudah malam tidak mungkin ia membiarkan pria itu terus berada di restoran dengan keadaan seperti ini .
" Ckk ... hanya dua gelas saja sudah meracau ! Pria kaya memang merepotkan . Sesuai permintaanmu Tuan kita akan ke hotel terdekat .... "