Hurt

Hurt
50


__ADS_3

Seperti biasa pagi hari Anna disibukkan dengan kegiatannya untuk menyiapkan makanan untuk bayi besar calon suaminya . Tapi ketika sudah menyelesaikan semuanya Abbio tidak juga turun dari kamarnya .


Anna menata makan pagi yang sudah ia siapkan ke dalam sebuah nampan , ia berpikir mungkin pria itu sedang tidak enak badan karena akhir akhir ini Abbio terlihat semakin sibuk .


TOKK ... TOKKKKK


Ternyata pintu kamar Abbio tidak terkunci , dan dia melihat pria itu masih meringkuk di ranjangnya . Setelah meletakkan nampannya Anna segera melihat keadaan calon suaminya .


" Panas .... " lirihnya setelah menyentuh dahi Abbio .


" Akkkhhhh ... lepasss !!! "


Anna menjerit ketika dua tangan kekar meraih dan memeluknya , kini gadis itu terbaring seperti sebuah guling disisi pria yang masih memejamkan matanya itu .


" Diamlah ... jangan bergerak !! Aku hanya ingin seperti ini sebentar saja " ujar pria itu masih dengan mata terpejam .


" Tapi kau harus makan tuan ... " cicit Anna dengan tubuh merinding karena bisa merasakan hangatnya nafas Abbio di belakang tengkuknya .


" Panggil aku dengan sebutan itu lagi dan aku pastikan aku akan memakanmu sekarang juga " ujar Abbio dengan mengeratkan rengkuhannya .


Ternyata hanya dengan memeluk tubuh mungil itu keluhannya sedikit membaik . Rasa pusingnya berangsur mulai menghilang . Mungkin aroma sabun yang menguar dari tubuh Anna membuatnya rileks .


" Ehmmm sayang .... "


" Terdengar bagus , aku tidak apa apa jika kau memang memaksa untuk memanggilku dengan sebutan itu "


" Hisshhhh ... dasar pria menyebalkan !! " batin Anna yang sebal karena malah dituduh dialah yang memaksakan panggilan yang baginya menggelikan itu .

__ADS_1


" Jangan mengumpatku Ann , aku bisa mendengarnya walau bibirmu tidak mengucapkannya "


" Apa yang kau rasakan sayang ? Apa aku perlu panggil dokter ?? " tanya Anna dengan menekan kata sayang agar pria itu lebih mendengarnya .


Abbio tersenyum senang ketika gadis yang masih dalam rengkuhannya ternyata mengkhawatirkan dirinya . Dikecupnya kepala gadis itu bertubi tubi dengan gemas .


" Hanya pusing dan badanku sedikit menggigil , aku kedinginan makanya aku memelukmu "


" Sepertinya kau masuk angin , ya sudah lepaskan aku dulu setelah itu lepaskan bajumu "


" Apa sayang ??!! "


" Lepaskan bajumu .... "


" Tapi kita belum menikah sayang ... "


" Apa hubungannya !? Apa susahnya sih jika menurut !!? lni juga biar kamu cepat sembuh "


" Tunggu sebentar aku mau pergi ke kamar , kau bisa berbaring dulu disini " kata Anna lega karena pria itu sudah melepaskan rengkuhannya .


Abbio terlihat sudah duduk dipinggir ranjang dengan menatap sayu padanya . Dan Anna segera bergegas ke kamarnya untuk mengambil minyak gosok yang dulu pernah dia bawa . Sebenarnya ibunya yang menaruhnya di koper karena khawatir jika cuaca Dubay terlalu dingin . Selain minyak gosok ia juga membawa koin yang biasa ia gunakan untuk mengerok ketika masuk angin .


" Sekarang kau bisa lepas bajumu ... "


" Apa kau yakin ... ini akan sakit "


" Yang penting kamu sembuh , cepatlah !!! "

__ADS_1


Dengan bersemangat Abbio melepas kaos rumahan yang ia kenakan , Anna yang melihat pahatan sempurna itu hanya bisa memalingkan wajahnya .


" Sudah ... "


" Sekarang berbaring tengkurap " ucap Anna tanpa melihat ke arah pria yang saat ini terlihat sangat bahagia itu . Hanya membayangkan roti sobek yang sempat ia lihat saja sudah mampu membuat tubuhnya merinding .


" Tengkurap ? Kau ingin gaya apa sayang ?? Jika untuk pertama kali mungkin gaya klasik lebih nyaman untuk kita "


" Hisshh tidak perlu ada aturan .... "


" AAAAAAA ... dasar mesum !!!! Tadi aku minta kau lepas bajumu kenapa jadi kau lepas semua !!! Tutupi dengan selimut itunya " teriak Anna kaget karena melihat pria itu tengkurap hanya menggunakan kain segitiga penutup terakhirnya .


Untung saja pria itu berbaring tengkurap jika tidak maka matanya akan ternoda karena melihat sesuatu yang tidak ingin ia lihat .


" Bawel sekali ... haisshhh kukira untuk saat pertama kalinya kau akan malu malu . Bersiaplah aku kurung sampai malam ... jangan harap kau bisa lepas dengan mudah " gerutu Abbio dalam hati sambil menyeringai . Dia kemudian yang menutupi bagian pinggang ke bawahnya dengan selimut sesuai dengan perintah pemilik hatinya .


Setelah itu gadis itu mendekat dan duduk di pinggir ranjang , tangan mungilnya mulai mengoles punggung kekar dan liat itu dengan minyak gosok . Perlahan Anna mulai mengerok punggung Abbio yang saat ini tidak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya .


Berkali kali ia mengetuk kepalanya dengan menggeleng gelengkan kepalanya . Pria itu sedang mengusir pikiran kotor yang tadi sempat menguasai otaknya . Seharusnya dia tahu gadis sederhana itu tidak akan pernah melakukan hal seperti apa yang ada di pikirannya .


" Kau masih pusing ?? Apa kepalamu sakit ? Setelah ini aku akan memijat kepalamu . Kata ibu aku pandai memijat "


" Kepala atas dan kepala bawahku sakit semua .... ini menyiksaku " lirihnya sambil meremas rambutnya .


Sementara itu seorang pelayan yang tadi diminta membuat jahe hangat oleh Anna terlihat enggan mendekati pintu kamar tuan mudanya yang terlihat terbuka separuh itu . Terdengar suara suara yang membuat mereka bergidik ngeri .


" Aaaarrggghhh .... jangan terlalu keras sayang , itu sedikit sakit !! "

__ADS_1


" Kau pikir tidak pegal , lebih cepat lebih cepat selesai !!! Maka dari itu diamlah biar aku cepat menyelesaikannya !! Setelah aku selesai kau pasti akan merasa lebih baik "


" Tapi ini ... Aaaarrggghhh sayaaaanngg !! "


__ADS_2