Hurt

Hurt
120


__ADS_3

" Schat kau mau kemana ?? " tanya Rose yang melihat Bryan membawa bantal ke arah balkon kamar mereka .


" Tidur di bawah langit dan bintang sepertinya akan menyenangkan " jawab Bryan dengan mengerlingkan satu matanya ke arah kekasihnya .


" Angin pantai pasti terlalu dingin Schat , aku tidak mau kau sakit setelahnya . Ranjang ini cukup luas untuk kita berdua , jika kau tidak leluasa aku bisa tidur di sofa itu"


" Lebih baik badanku sakit daripada harus sakit hati karena kehilanganmu " jawab Bryan sekenanya .


" Apa maksudmu ? Aku di sini , aku tidak akan meninggalkanmu "


" Tidak , aku tidak punya maksud apa apa ! Mungkin mataku sudah terlalu ngantuk jadi bicaraku sedikit ngawur "


Gadisnya memang mengenakan piyama panjang , tapi itu pun tak menjamin ia akan berada dalam kewarasannya ketika ada di dekatnya . Gadis manis itu selalu saja membuatnya gemas dengan semua tingkahnya .


" Ya sudah jika begitu aku menemanimu , susah senang bersama ! Masa aku tidur di hangatnya ranjang empuk kau malah sengaja tidur di luar begini " gerutu Rose dengan membawa bantal dan selimutnya menuju Bryan yang sudah lebih dulu berbaring di kursi santai yang memanjang .


" Geser Schat ... aku juga mau tidur di sini !! "


" Lieve !! "


Refleks Bryan menggeser tubuhnya kesamping ketika Rose mendorong tubuhnya dan tidur di sampingnya begitu saja . Kursi itu memang bentuknya memanjang tapi cukup sempit jika mereka berdua tidur di kursi itu secara bersamaan .


Menghirup aroma wangi buah dan bersentuhan langsung skin to skin dengan gadisnya begini membuat kepala Bryan terasa sangat pening . Dan otaknya benar benar mau meledak ketika gadis itu malah meletakkan kepalanya di atas dadanya .


" Lieve ... disini terlalu dingin , tidurlah di dalam ! "


" Kau benar , disini sangat indah ! Selain pantai kita juga bisa melihat langit penuh bintang "

__ADS_1


" Tapi kita tidak bisa tidur dengan cara seperti ini . Aku bisa jadi monster jika tidur disampingmu begini "


" Kau tidak akan menggigitku . Kau monster baik hati Schat ... "


" Jangan terlalu yakin padaku !! "


sejenak mereka menikmati suasana malam yang hanya dihiasi suara deburan ombak yang terdengar dari arah pantai yang terbentang di depan mereka .


" Lieve ... seberapa besar rasa cintamu padaku ? "


" Lebih besar dari rasa cintamu padaku "


Dan dua tangan kekar itu perlahan melingkar diperut rata gadisnya , menyelusup di balik atasan piyama hingga bisa menyentuh langsung kulit lembut pinggangnya .


" Schat ... "


Bryan meraih bibir sang kekasih dan bermain sangat lembut disana , dan kecupan itu berubah sedikit liar ketika merasa Rose dapat mengimbangi alur permainannya .


" Schat ... sudahhhhh !! "


Bryan tidak menjawab tapi bibirnya kembali meraih bibir yang tadi sempat ia lepaskan karena sudah kehabisan nafasnya . Dia tak rela jika secepat itu melepaskan bibir yang membuatnya candu itu .


Dan ketika tangannya mulai menyentuh kulit punggungnya Rose langsung bangkit dan melepaskan tautan bibir mereka .


" Lieve ... "


" Cukup Schat !! Cukup ... "

__ADS_1


Rose membawa bantalnya dan melangkah menuju kamarnya , dia tak mau kegiatan panas mereka akan terlalu jauh jika dia tetap ada di dekat pria itu . Dan dengan segera ia merebahkan tubuhnya ke atas ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut .


Hatinya sedikit kecewa ketika ia tidak melihat kekasihnya mencoba meminta maaf kepadanya . Tapi tak berselang lama ia mendengar suara langkah yang mendekatinya .


" Lieve maaf soal yang tadi , aku kelepasan ! Aku bersalah . Aku akan keluar sebentar , tetap di sini menungguku ! Jangan seperti waktu itu aku sampai kesetanan mencarimu "


Bryan mengecup kepala sang kekasih yang terbalut selimut dan kemudian segera bergegas pergi . Sementara Rose membuka selimutnya ketika sudah mendengar Bryan keluar dari kamar hotelnya .


" Hanya sebatas itu cintamu Bryan O'Donnell ... kau meninggalkanku hanya karena aku tidak mau disentuh olehmu !! " lirih Rose dengan air mata yang sudah membanjiri kedua pipinya .


*


Sementara itu dengan sedikit berlari Bryan berjalan ke arah mobilnya yang ada di basement hotel . Satu tangannya sedang memegang ponsel , sepertinya dia sedang berbicara dengan seseorang .


" Sepertinya kau memang sengaja mengganggu waktu liburanku Boss . Dua hari lagi aku disini kenapa harus aku sendiri yang mengurus soal wanita tua itu ! Ya Tuhan ... kenapa dia harus kembali lagi "


" Orang itu ada di Pulau Serangan , kau harus mengorek keterangan dari dia soal.Gracia !! Yang kudengar dia adalah salah satu teman dari pacar wanita ular itu . Aku hanya ingin memastikan kematian Gracia sesuai dengan cerita Dwayne .... "


" Sebenarnya mudah Bos , kau tinggal buang wanita tua itu ke kutub Utara ! Disana pasti ada beruang beruang kutub lucu yang mau menjadi temannya "


" Aku biarkan dia disini agar aku lebih mudah mengusut peristiwa sebenarnya . Sudah kuselidiki tidak ada pemakaman dengan nama Gracia di tanggal ia terbunuh "


" Ok ... aku.ke Pulau Serangan sekarang , tapi tambah cutiku sehari lagi ... aku masih butuh waktu bersamanya Bos "


" Ckk kelamaan , nikahi dia sepulang kalian dari Bali !! "


" lde bagus !!! Aku akan langsung menikahinya pulang dari sini "

__ADS_1


__ADS_2