
" Safa antar ini ke meja nomor sebelas , dia tamu istimewa layani dia dengan baik "
" Dia sudah buat pesanan kan !? "
" Ya , tapi tadi dia hanya pesan minum . Dia pesan makanan setelah minumannya datang dan anehnya dia hanya mau di layani sama kamu "
" Cck .... nggak ada istilah istimewa . Dulu kan Nyonya Aira sudah pernah brieving sama kita semua !! Beliau bilang kalau semua tamu harus dirajakan tanpa kecuali "
" Ya ... semua tamu istimewa tapi anggap saja dia lebih istimewa . Dia orang berpengaruh di kota ini "
Meja sebelas sebenarnya sama seperti meja yang lain , tapi karena letaknya persis di sisi dinding kaca besar yang langsung menghadap area taman bunga dan taman bermain anak maka meja itu banyak yang mereservasi .
Safa membawa nampan yang berisi jus buah itu ke meja yang dimaksud . Dan dia sedikit terkejut ketika melihat seorang pria duduk sendiri di meja itu . Pria yang jelas jelas tidak menyukainya dari awal mereka bertemu .
" Pesanan anda tuan ... "
Safa meletakkan jus buah itu di depan Zahid yang tampaknya juga sedang melamun .
" Apa anda ingin memesan makanan juga ?? Kami punya menu menu istimewa yang pasti tuan suka "
Gadis itu tersenyum dan meletakkan buku menu yang tadi ia bawa , walau tidak suka dengan kehadiran pria itu tapi ia berusaha bersikap profesional .
__ADS_1
" Kau gadis pintar ... kau bahkan mempunyai dua pekerjaan sekaligus hanya untuk mengkamuflase pekerjaan yang lain . Nama baikmu terjaga , tapi kau bisa menghasilkan uang banyak dalam waktu bersamaan " sinis Zahid dengan pandangan meremehkan , pandangan yang sangat di benci oleh gadis itu .
" Anda sangat jeli tuan , anda terlalu pintar melihat dan menganalisa suatu keadaan . Saya tidak akan menyangkalnya jika itu membuat anda senang "
" Apa malam ini kau ada waktu ?? Aku ingin kau menemaniku malam ini , jangan khawatir soal bayaran !! Aku membayarmu lima kali lipat dari yang biasa kau dapatkan "
Safa memejamkan matanya , tapi ia tetap bersikap biasa . Ia benar benar memendam amarahnya jauh di dalam hatinya , dia sudah biasa melakukan hal itu .
" Saya punya tanggung jawab dengan pekerjaan saya , maaf ... "
" Malam ini kau off , aku tahu kau off setiap seminggu sekali . Dan kau akan off sebelum weekend .. malam ini "
Safa menggerutu dalam hati , bisa bisanya Zahid menyelidiki waktu off nya . Tapi dia tidak heran jika pria berkuasa seperti Zahid akan tahu segalanya .
" Aku tunggu jam 8 malam , nanti aku akan mengirimkan pesan dimana tempat pertemuan itu "
Tanpa menjawab Safa segera pergi dari meja itu , dia segera pergi untuk menyelesaikan tugasnya yang lain . Berapapun bayarannya ia sudah bertekad untuk tidak datang , dia tidak akan meladeni pria pendiam itu .
Safa akui dia sangat membutuhkan uang untuk biaya hidupnya , tapi tidak dengan mengencani pria pendiam yang membencinya itu . Ada banyak gadis di luar sana yang bisa meladeni pria kaya itu .
Tak lama setelah Safa pergi datang seorang pemuda ke meja itu . Raut wajah pria itu seperti sedang tertekan sekali .
__ADS_1
" Zahid ... sudah lama !!? Maaf tadi sedikit macet jalannya "
" Hai Fred , santai saja tidak apa apa . Duduklah "
Sejenak ada keheningan di antara mereka sebelum Fred membuka suaranya terlebih dahulu .
" Maaf , malam itu aku lepas kendali . Dan itu bukan yang pertama untuk.kami . Aku dan Evita pernah juga melakukannya saat kau ke Amerika menemani Violetta . Dia kesepian karena seminggu kau pergi tanpa kabar . Kau tidak membalas telpon dan pesannya "
Zahid tertawa dan menepuk pelan bagi temannya itu .
" Kenapa kau menceritakan semua itu padaku Fred ? Kalian punya hak untuk menjalin hubungan , kalian sama sama single "
" Tapi dia .... "
" Kau tahu dari dulu aku hanya menganggapnya sebagai teman . Tidak lebih "
" Tapi dia tergila gila padamu Za "
" Dan bercinta denganmu !! Ha ... ha ....terdengar lucu ketika mengetahui seseorang mencintaimu tapi bercinta dengan orang lain "
" Ckk sama sekali tidak lucu Za !! Dia menderita karenamu "
__ADS_1
" Dan sekarang tugasmu adalah merebut hatinya dan membuat dia bahagia . Dan aku sangat mendukungmu !! Kalian akan tetap menjadi sahabatku "