
Rose memandang takjub kamar hotel yang baru ia masuki . Kamar yang cukup.luas dengan satu ranjang king size di dalamnya , bernuansa minimalis modern dengan hiasan hiasan kamar khas daerah Bali . Ada balkon yang langsung menghadap ke pantai , jadi ia bisa berjemur tanpa takut orang mengganggunya .
" Kau suka !? "
Rose berjengit kaget karena suara bariton itu terdengar seperti tepat di belakang telinganya .
" Aku suka .... ini indah sekali , maksudku pantainya indah sekali "
" Kenapa jadi gugup begitu , kau khawatir aku berbuat di luar batasku !? "
" Sedikit ... hanya sedikit " cicit Rose yang langsung membuat Bryan tertawa mendengarnya .
Tanpa gadis itu tahu kamar super mewah itu memang sudah ia booking sebelum mereka sampai di pulau indah itu . Tak ada maksud jahat di dalamnya , Bryan hanya ingin lebih dekat dengan gadisnya .
Mungkin dengan tinggal satu kamar dalam beberapa hari bisa membuat Rose untuk bisa lebih terbuka padanya . Ada banyak hal yang belum ia ketahui tentang gadisnya .
" Bagaimana kalau kita jalan jalan di pantai , mungkin bisa sekalian sambil mencari makan siang . Kudengar banyak makanan eksotis di sini "
" Tunggu aku ganti baju dulu ... "
Bryan senang ketika melihat gadisnya sangat antusias dengan rencananya . Sebagian besar waktu gadis itu hanya dihabiskan dengan bekerja dan belajar . Hidup sebatang kara tidak memupuskan niatnya untuk meraih cita citanya .
Kehidupan menempanya menjadi sosok yang lebih kuat , tapi tak menghilangkan sifat rendah hatinya . Dan itu salah satu sebab dia sangat mengagumi gadisnya .
__ADS_1
Bryan terpaku ketika melihat gadisnya keluar dari kamar mandi . Mengenakan tank top warna hitam dengan bawahan hot pant pendek warna senada di balut outer tipis warna putih . Rambut panjangnya pun tergerai hingga kecantikan gadisnya terasa berkali kali lipat .
" Cantik .... "
" Kau bilang apa Schat ?! Aku tidak membawa banyak baju , jadi aku pakai yang kira kira pantas saja untuk jalan jalan ke pantai "
" Apapun yang kau pakai sangat pantas Lieve , pada dasarnya kau memang sangat cantik "
Rose berjalan menghampiri kekasihnya dan kemudian melingkarkan dua tangannya di perut rata milik Bryan .
" Kau juga tampan , sepertinya aku harus berhati hati pada gadis diluaran sana jika kau sedang berjalan jalan bersamaku .... "
" Jangan terlalu lama memelukku seperti ini , sudah aku bilang jika kau terlalu menggoda untuk dilewatkan . Bisa bisa aku bukan membawamu ke pantai , tapi ke ranjang itu !! "
" Kau tak akan berani ... kau terlalu baik Schat !! "
Tanpa di duga Rose berjinjit dan mencium kedua pipi Bryan bergantian .
" Bukan yang itu ... yang ini ! " ujar Bryan menunjuk bibirnya sendiri .
Dan sekali lagi dengan mengejutkan gadis itu mengecup bibirnya , hanya mengecup .... tapi dengan sigap Bryan menahan tengkuk gadisnya hingga ia bisa leluasa merasai bibir kemerahan yang selalu saja membayangi harinya itu .
" Euugghhh .... mmpptthh !!
Bryan tidak membuang waktunya ketika bibir itu sedikit terbuka , dia mengeksplore semua yang ada di sana . Bertukar saliva dengan saling membelitkan lidah , atau kadang menggigit lembut bibir gadisnya . Rose memukul dada kekar itu ketika merasakan sudah kehabisan nafasnya , sungguh bibir Bryan membuatnya kewalahan hingga ia lupa untuk bernafas .
__ADS_1
" Breathe Lieve .... "
" Kau menyebalkan , tadi aku hanya ingin mengecupmu bukan menciummu !! " pekik Rose dengan dua pipi yang sudah memerah .
" Itu tak ada bedanya ... aku suka bibirmu , rasanya manis ! Kau harus terbiasa menciumku , bukannya sudah aku bilang kau wajib menciumku jika bertemu atau akan pergi ?? "
" Ckk ... aku mau ke pantai sekarang . Tidak ada habisnya jika berdebat denganmu "
" As you wish my Lieve ... jangankan ke pantai ke bulan pun aku antar "
" Gombal !!! "
Dan ketika di pantai Bryan harus menghadapi kenyataan pahit jika gadisnya malah menjadi pusat perhatian kaum adam yang ada di tempat itu . Sepanjang pantai pria itu tak pernah melepas rengkuhannya dari pinggang ramping gadisnya .
Wajah Rose tampak sangat bersemangat ketika merasakan hangatnya air laut yang menerpa kakinya . Sekali kali ia berjongkok ketika menemukan hewan laut kecil yang ada di pinggir pantai .
" Lieve ... kau haus ? "
Rose mengangguk , tapi selanjutnya dia berlari kecil ketika melihat hewan menyerupai keong kecil yang bergerak cepat di pinggir pantai .
" Tunggu aku disini Lieve aku beli minum sebentar ... "
Rose mengacungkan jempolnya ke atas tanpa melihat ke arah mana kekasihnya pergi . Dia terlalu asyik mengamati hewan kecil yang menarik perhatiannya .
Sampai suara seorang pria membuatnya menoleh .
__ADS_1
" Hai cantik bisa kita berkenalan ?? Sungguh baru kali ini aku bertemu gadis semanis dirimu .... "