Hurt

Hurt
114


__ADS_3

Rose memandang takjub kamar hotel yang baru ia masuki . Kamar yang cukup.luas dengan satu ranjang king size di dalamnya , bernuansa minimalis modern dengan hiasan hiasan kamar khas daerah Bali . Ada balkon yang langsung menghadap ke pantai , jadi ia bisa berjemur tanpa takut orang mengganggunya .


" Kau suka !? "


Rose berjengit kaget karena suara bariton itu terdengar seperti tepat di belakang telinganya .


" Aku suka .... ini indah sekali , maksudku pantainya indah sekali "


" Kenapa jadi gugup begitu , kau khawatir aku berbuat di luar batasku !? "


" Sedikit ... hanya sedikit " cicit Rose yang langsung membuat Bryan tertawa mendengarnya .


Tanpa gadis itu tahu kamar super mewah itu memang sudah ia booking sebelum mereka sampai di pulau indah itu . Tak ada maksud jahat di dalamnya , Bryan hanya ingin lebih dekat dengan gadisnya .


Mungkin dengan tinggal satu kamar dalam beberapa hari bisa membuat Rose untuk bisa lebih terbuka padanya . Ada banyak hal yang belum ia ketahui tentang gadisnya .


" Bagaimana kalau kita jalan jalan di pantai , mungkin bisa sekalian sambil mencari makan siang . Kudengar banyak makanan eksotis di sini "


" Tunggu aku ganti baju dulu ... "


Bryan senang ketika melihat gadisnya sangat antusias dengan rencananya . Sebagian besar waktu gadis itu hanya dihabiskan dengan bekerja dan belajar . Hidup sebatang kara tidak memupuskan niatnya untuk meraih cita citanya .


Kehidupan menempanya menjadi sosok yang lebih kuat , tapi tak menghilangkan sifat rendah hatinya . Dan itu salah satu sebab dia sangat mengagumi gadisnya .


__ADS_1


Bryan terpaku ketika melihat gadisnya keluar dari kamar mandi . Mengenakan tank top warna hitam dengan bawahan hot pant pendek warna senada di balut outer tipis warna putih . Rambut panjangnya pun tergerai hingga kecantikan gadisnya terasa berkali kali lipat .


" Cantik .... "


" Kau bilang apa Schat ?! Aku tidak membawa banyak baju , jadi aku pakai yang kira kira pantas saja untuk jalan jalan ke pantai "


" Apapun yang kau pakai sangat pantas Lieve , pada dasarnya kau memang sangat cantik "


Rose berjalan menghampiri kekasihnya dan kemudian melingkarkan dua tangannya di perut rata milik Bryan .


" Kau juga tampan , sepertinya aku harus berhati hati pada gadis diluaran sana jika kau sedang berjalan jalan bersamaku .... "


" Jangan terlalu lama memelukku seperti ini , sudah aku bilang jika kau terlalu menggoda untuk dilewatkan . Bisa bisa aku bukan membawamu ke pantai , tapi ke ranjang itu !! "


" Kau tak akan berani ... kau terlalu baik Schat !! "


Tanpa di duga Rose berjinjit dan mencium kedua pipi Bryan bergantian .


" Bukan yang itu ... yang ini ! " ujar Bryan menunjuk bibirnya sendiri .


Dan sekali lagi dengan mengejutkan gadis itu mengecup bibirnya , hanya mengecup .... tapi dengan sigap Bryan menahan tengkuk gadisnya hingga ia bisa leluasa merasai bibir kemerahan yang selalu saja membayangi harinya itu .


" Euugghhh .... mmpptthh !!


Bryan tidak membuang waktunya ketika bibir itu sedikit terbuka , dia mengeksplore semua yang ada di sana . Bertukar saliva dengan saling membelitkan lidah , atau kadang menggigit lembut bibir gadisnya . Rose memukul dada kekar itu ketika merasakan sudah kehabisan nafasnya , sungguh bibir Bryan membuatnya kewalahan hingga ia lupa untuk bernafas .

__ADS_1


" Breathe Lieve .... "


" Kau menyebalkan , tadi aku hanya ingin mengecupmu bukan menciummu !! " pekik Rose dengan dua pipi yang sudah memerah .


" Itu tak ada bedanya ... aku suka bibirmu , rasanya manis ! Kau harus terbiasa menciumku , bukannya sudah aku bilang kau wajib menciumku jika bertemu atau akan pergi ?? "


" Ckk ... aku mau ke pantai sekarang . Tidak ada habisnya jika berdebat denganmu "


" As you wish my Lieve ... jangankan ke pantai ke bulan pun aku antar "


" Gombal !!! "


Dan ketika di pantai Bryan harus menghadapi kenyataan pahit jika gadisnya malah menjadi pusat perhatian kaum adam yang ada di tempat itu . Sepanjang pantai pria itu tak pernah melepas rengkuhannya dari pinggang ramping gadisnya .


Wajah Rose tampak sangat bersemangat ketika merasakan hangatnya air laut yang menerpa kakinya . Sekali kali ia berjongkok ketika menemukan hewan laut kecil yang ada di pinggir pantai .


" Lieve ... kau haus ? "


Rose mengangguk , tapi selanjutnya dia berlari kecil ketika melihat hewan menyerupai keong kecil yang bergerak cepat di pinggir pantai .


" Tunggu aku disini Lieve aku beli minum sebentar ... "


Rose mengacungkan jempolnya ke atas tanpa melihat ke arah mana kekasihnya pergi . Dia terlalu asyik mengamati hewan kecil yang menarik perhatiannya .


Sampai suara seorang pria membuatnya menoleh .

__ADS_1


" Hai cantik bisa kita berkenalan ?? Sungguh baru kali ini aku bertemu gadis semanis dirimu .... "


__ADS_2