Hurt

Hurt
119


__ADS_3

" Sepertinya baru tadi kau bilang hanya akan membeli sedikit oleh oleh , kenapa jadi banyak banget begini Lieve " kata Bryan yang saat ini sedang menaruh barang belanjaan Rose yang memenuhi bagasi mobilnya .


Dan Rose hanya menjawabnya dengan sebuah tawa , dia sempat kalap belanja tadi karena semua terlihat menarik di matanya . Harganya pun terhitung sangat murah jadi walaupun terlihat banyak ia tidak perlu mengeluarkan banyak uang .


" Kita ke kafe depan dulu untuk makan malam , sepertinya sedang ada live music di sana . Lumayan sambil makan kita bisa terhibur .... "


Akhirnya setelah selesai menata barang belanjaannya mereka menuju sebuah kafe yang ada tak jauh dari tempat itu .Bryan memanggil seorang pelayan untuk menanyakan tempat duduk untuk mereka .


Mereka beruntung ternyata masih mendapat meja walau terletak di lantai dua kafe itu . Sepertinya mereka hanya bisa mendengar tanpa bisa melihat live music seperti rencana mereka .


" Konsep kafenya sederhana tapi sangat menarik ... " kata Rose yang duduk sambil menatap suasana sekelilingnya .


Ruangan yang kental dengan etnic Bali tapi dengan penataan minimalis yang membuat siapapun akan betah berlama lama duduk ditempat itu .


" Kau benar Lieve , dan kata kata cinta yang tertulis di dinding itu seperti ungkapan patah hati seseorang " tunjuk Bryan pada dinding dinding kafe yang bertuliskan puisi puisi cinta atau ungkapan hati seseorang .


*Tentang rindu yang tertahan


Tentang cinta terbuang


Menyebut namamu di antara doa doaku


Gundah gelisah, air mata, dan lara

__ADS_1


Jika ada satu suara yang bisa menenangkan hatiku


Maka hanya ada gema yang bisa melantunkan nyanyi jiwaku* ...


Rose membaca salah satu tulisan dinding yang ada tepat di sebelahnya . Tulisan itu sepertinya menggambarkan kerinduan seseorang , tapi ada sesuatu yang membuat mereka tidak bisa bertemu .


Dan anehnya ketika membaca tulisan tulisan patah hati itu mereka seperti bisa merasakan betapa tersiksanya sang penulis . Makna tulisan tulisan itu sangat mengena di hati para pembacanya yang sebagian besar adalah kaum muda .


Tak lama dua orang waiter datang mengantar pesanan mereka , ya mereka baru saja sadar semua pegawai di kafe itu sepertinya adalah laki laki .


" Boleh aku bertanya ?! " tanya Bryan pada salah seorang waiter yang sedang menata makanan di mejanya .


" Tentu saja Tuan "


" Apa kalian yang membuat atau menulis puisi puisi di dinding kafe ini ?! "


" Wow sepertinya dia adalah wanita yang sangat cerdas .. " celetuk Rose .


" Bukan Nona , pemilik kafe ini adalah seorang pria ! Jika malam hari seperti ini beliau biasanya ada di kafenya yang ada di pinggir pantai "


" Wow pria misterius rupanya ! Sepertinya dia adalah pria yang menarik ... "


Dua pelayan itu hanya tersenyum.ketiks mendengar wanita cantik di depan mereka terlihat sangat antusias mengetahui sosok pemilik kafe ini .

__ADS_1


" Lieve , jangan buat aku cemburu dengan wajah penasaranmu itu ! " lirih Bryan memperingatkan .


" Pria itu yang harusnya cemburu karena aku bisa mendapatkan pria tampan kaya raya pujaan semua gadis di dunia ini ... "


" Ckk berlebihan !!! Tapi kau benar , aku memang tampan " sahut Bryan sambil mencubit kecil pipi kemerahan gadisnya .


Setelah selesai makan Bryan langsung melajukan mobilnya menuju ke hotel mereka , dia hanya geleng geleng kepala melihat gadis yang duduk disampingnya sudah memejamkan mata saking ngantuknya .


Setelah memarkirkan mobilnya ia tak langsung turun melainkan menatap wajah damai sang kekasih yang masih menutup matanya .


" Kau sangat cantik Lieve , aku beruntung bisa memilikimu "


Sekitar lima belas menit Bryan dengan setia menunggu gadisnya terbangun . Dia hanya tak ingin mengganggu istirahat Rose yang terlihat sangat lelah itu . Bisa saja ia membopong tubuh kekasihnya itu menuju ke kamar tapi ia tak ingin menjadi pusat perhatian para tamu di hotel itu .


" Schat ... "


" Kau sudah bangun ? "


" Kenapa tidak membangunkan aku jika sudah sampai di hotel ?! "


" Kau terlihat sangat lelah Lieve "


" Ya sudah , apa bisa kita ke kamar sekarang ? Aku ingin melanjutkan tidurku di sebuah ranjang empuk agar aku bisa bermimpi denganmu di sana "

__ADS_1


" Aku juga tak sabar sayang ... tidur di samping wanita cantik dengan lingerie warna hitam ! Kau bawa lingerie dengan warna itu kan Lieve !!? Aawww ... "


Rose memuntir perut liat Bryan yang sedang tergelak melihat wajah sebal kekasihnya .


__ADS_2