
" Sepertinya baru tadi kau bilang hanya akan membeli sedikit oleh oleh , kenapa jadi banyak banget begini Lieve " kata Bryan yang saat ini sedang menaruh barang belanjaan Rose yang memenuhi bagasi mobilnya .
Dan Rose hanya menjawabnya dengan sebuah tawa , dia sempat kalap belanja tadi karena semua terlihat menarik di matanya . Harganya pun terhitung sangat murah jadi walaupun terlihat banyak ia tidak perlu mengeluarkan banyak uang .
" Kita ke kafe depan dulu untuk makan malam , sepertinya sedang ada live music di sana . Lumayan sambil makan kita bisa terhibur .... "
Akhirnya setelah selesai menata barang belanjaannya mereka menuju sebuah kafe yang ada tak jauh dari tempat itu .Bryan memanggil seorang pelayan untuk menanyakan tempat duduk untuk mereka .
Mereka beruntung ternyata masih mendapat meja walau terletak di lantai dua kafe itu . Sepertinya mereka hanya bisa mendengar tanpa bisa melihat live music seperti rencana mereka .
" Konsep kafenya sederhana tapi sangat menarik ... " kata Rose yang duduk sambil menatap suasana sekelilingnya .
Ruangan yang kental dengan etnic Bali tapi dengan penataan minimalis yang membuat siapapun akan betah berlama lama duduk ditempat itu .
" Kau benar Lieve , dan kata kata cinta yang tertulis di dinding itu seperti ungkapan patah hati seseorang " tunjuk Bryan pada dinding dinding kafe yang bertuliskan puisi puisi cinta atau ungkapan hati seseorang .
*Tentang rindu yang tertahan
Tentang cinta terbuang
Menyebut namamu di antara doa doaku
Gundah gelisah, air mata, dan lara
__ADS_1
Jika ada satu suara yang bisa menenangkan hatiku
Maka hanya ada gema yang bisa melantunkan nyanyi jiwaku* ...
Rose membaca salah satu tulisan dinding yang ada tepat di sebelahnya . Tulisan itu sepertinya menggambarkan kerinduan seseorang , tapi ada sesuatu yang membuat mereka tidak bisa bertemu .
Dan anehnya ketika membaca tulisan tulisan patah hati itu mereka seperti bisa merasakan betapa tersiksanya sang penulis . Makna tulisan tulisan itu sangat mengena di hati para pembacanya yang sebagian besar adalah kaum muda .
Tak lama dua orang waiter datang mengantar pesanan mereka , ya mereka baru saja sadar semua pegawai di kafe itu sepertinya adalah laki laki .
" Boleh aku bertanya ?! " tanya Bryan pada salah seorang waiter yang sedang menata makanan di mejanya .
" Tentu saja Tuan "
" Apa kalian yang membuat atau menulis puisi puisi di dinding kafe ini ?! "
" Wow sepertinya dia adalah wanita yang sangat cerdas .. " celetuk Rose .
" Bukan Nona , pemilik kafe ini adalah seorang pria ! Jika malam hari seperti ini beliau biasanya ada di kafenya yang ada di pinggir pantai "
" Wow pria misterius rupanya ! Sepertinya dia adalah pria yang menarik ... "
Dua pelayan itu hanya tersenyum.ketiks mendengar wanita cantik di depan mereka terlihat sangat antusias mengetahui sosok pemilik kafe ini .
__ADS_1
" Lieve , jangan buat aku cemburu dengan wajah penasaranmu itu ! " lirih Bryan memperingatkan .
" Pria itu yang harusnya cemburu karena aku bisa mendapatkan pria tampan kaya raya pujaan semua gadis di dunia ini ... "
" Ckk berlebihan !!! Tapi kau benar , aku memang tampan " sahut Bryan sambil mencubit kecil pipi kemerahan gadisnya .
Setelah selesai makan Bryan langsung melajukan mobilnya menuju ke hotel mereka , dia hanya geleng geleng kepala melihat gadis yang duduk disampingnya sudah memejamkan mata saking ngantuknya .
Setelah memarkirkan mobilnya ia tak langsung turun melainkan menatap wajah damai sang kekasih yang masih menutup matanya .
" Kau sangat cantik Lieve , aku beruntung bisa memilikimu "
Sekitar lima belas menit Bryan dengan setia menunggu gadisnya terbangun . Dia hanya tak ingin mengganggu istirahat Rose yang terlihat sangat lelah itu . Bisa saja ia membopong tubuh kekasihnya itu menuju ke kamar tapi ia tak ingin menjadi pusat perhatian para tamu di hotel itu .
" Schat ... "
" Kau sudah bangun ? "
" Kenapa tidak membangunkan aku jika sudah sampai di hotel ?! "
" Kau terlihat sangat lelah Lieve "
" Ya sudah , apa bisa kita ke kamar sekarang ? Aku ingin melanjutkan tidurku di sebuah ranjang empuk agar aku bisa bermimpi denganmu di sana "
__ADS_1
" Aku juga tak sabar sayang ... tidur di samping wanita cantik dengan lingerie warna hitam ! Kau bawa lingerie dengan warna itu kan Lieve !!? Aawww ... "
Rose memuntir perut liat Bryan yang sedang tergelak melihat wajah sebal kekasihnya .