Hurt

Hurt
26


__ADS_3

Dwayne merasa sangat kesal karena belum juga mendapat kesempatan untuk berbicara pada tuan besarnya mengenai putrinya yang sedang dihukum oleh Abbio . Dia merasa istri baru tuan besarnya terlalu sombong hingga ingin selalu menunjukkan bahwa dia sudah menguasai tuan besarnya .


" Hai ... "


Dwayne terperanjat ketika mendengar suara yang sangat ia kenali . Dengan segera ia langsung membalikkan badan agar berhadapan dengan orang tersebut .


Orang yang dia benci sedang berdiri dengan senyum menghias bibirnya , sepertinya wanita itu sedang mengejek dirinya yang hanya mempunyai posisi pelayan di rumah ini .


" Nyonya besar ... "


" Maaf aku mengagetkanmu Dwayne , boleh kita duduk disana dan bicara sebentar !? "


Dwayne sebenarnya sedikit terkejut ketika wanita parubaya yang terlihat masih sangat cantik di depannya ingin bicara tapi kemudian ia mengikuti langkah Bu Sri yang berjalan menuju kursi taman . Ketika wanita itu duduk Dwayne tetap berdiri di tepat disampingnya .


" Duduklah ... "

__ADS_1


" Tidak Nyonya saya sudah terbiasa seperti ini . Apa yang ingin Nyonya bicarakan !? "


Sebelum menjawab pertanyaan kepala pelayan itu Bu Sri terlihat tersenyum sekaligus menghembuskan nafasnya dalam dalam .


" Suamiku sedang ke barak sekarang , dan kau tahu benar apa yang sedang aku bicarakan . Dia ingin melihat keadaan putrimu disana "


DEGGHH ... DEEGGHHH


" Jangan terkejut begitu Dwayne , seharusnya kamu lebih tahu keluarga ini daripada aku . Mereka tahu segalanya termasuk putrimu yang sengaja kau masukkan ke mansion ini dari bayi , kenapa harus kau sembunyikan ? Keluarga ini akan menerimanya walau dia di lahirkan di luar nikah . Bukankah pada dasarnya semua bayi itu murni !? "


Wajah Dwayne seketika pucat pasi ketika mengetahui identitas Gracia yang ternyata sudah di ketahui oleh seluruh keluarga Al Shamma . Padahal ia sudah merencanakan semua dengan matang .


" Suami dan anak anakku diam karena mereka masih menghargaimu sebagai maid kesayangan Mommy mereka dulu . Sampai putra bungsuku Zahid harus keluar dari mansion ini karena putrimu pernah nekat masuk ke kamar mandi saat dia sedang membersihkan dirinya . Dan kau tahu ? Dia masih saja diam agar putra sulungku tidak murka "


Sesaat ada keheningan di antara mereka , Dwayne larut dalam pikirannya . Pantas saja Zahid dengan tiba tiba pernah keluar dari mansion walau tuan besar dan kakaknya sudah membujuknya untuk tetap tinggal .

__ADS_1


Putrinya sudah bertindak sejauh ini dan dia malah tidak tahu sama sekali . Padahal dia sudah mengatakan pada putrinya untuk bicara apapun rencana mengenai menjerat para tuan mudanya .


" Kita sama sama seorang ibu Dwayne , pasti sakit rasanya ketika harus melepasnya di tempat yang buruk seperti di barak Al Shamma . Aku tidak mengatakan mereka kesana untuk membebaskan Gracia ! Tapi jika putrimu kembali kesini aku harap kau lebih bisa mengajarinya dengan baik layaknya seorang ibu mengajari putrinya . Karena jika ia melakukan hal buruk pada putra putraku lagi maka aku sendiri yang akan membawanya ke neraka yang lebih buruk dari barak Al Shamma . Jadi jangan pernah berpikir untuk mencelakai putra putraku ... kau mengerti ??!!! "


" Mengerti Nyonya ... " jawab Dwayne dengan tubuh yang bergetar .


Dia kira nyonya besarnya yang baru adalah sosok yang lembut , ramah dan baik hati . Tapi nyatanya malaikat itu bisa berubah menjadi iblis jika itu menyangkut suami dan anak anaknya .


Setelah merasa selesai bicara , Bu Sri melangkah meninggalkan sang kepala pelayan yang masih berdiri termangu . Dwayne baru menyadari bahwa tuan besarnya ternyata menemukan wanita yang sama menakutkan dengannya . Wanita yang benar benar pantas berada di sisi tuan besar Al Shamma .


Sedang Bu Sri langsung berjalan menuju ke kamarnya , ia lega sudah menyampaikan semua yang mengganjal di hatinya . Semalam memang ia sempat membahas hal ini dengan Aira , dan putrinya menyarankan agar dia berbicara langsung dengan kepala pelayan menyangkut hal yang sudah mengganggu kenyamanan suami dan anak anaknya .


Mungkin terdengar sedikit kejam untuk Dwayne tapi mau tidak mau Bu Sri harus memberi peringatan agar hal yang serupa tidak terjadi kembali . Dwayne harus bisa mendidik Gracia dengan baik .


Dan di taman terlihat Dwayne masih berdiri di tempatnya semula . Ada air mata mengalir di pipi perempuan parubaya itu .

__ADS_1


" Gracia ... maafkan ibu , mereka harus membawamu kembali !! Jika mereka membuatmu hancur maka aku juga akan melakukan hal yang sama dengan keluarga ini . Ibu tak peduli jika harus berhadapan dengan malaikat pencabut nyawa sekalipun "


__ADS_2