
" Nyonya Astika ada tamu untuk anda ! " ujar seorang pegawainya di yayasan .
Siang ini Astika sedang menyelesaikan beberapa pekerjaan yang bersangkutan dengan yayasan amalnya . Pagi tadi ada laporan aliran dana dari donatur dengan nilai cukup besar .
Dana yang cukup untuk menyelesaikan proyek sekolah di pelosok atau bahkan membuka lapangan pekerjaan dengan membangun sebuah usaha yang nantinya bisa membantu mengentaskan kemiskinan di daerah itu .
" Suruh saja masuk ... "
" Baik Nyonya ! "
Astika menutup.laptopnya , tak sopan rasanya jika ia menemui tamu dengan masih bekerja . Dia juga sedikit memperbaiki riasannya agar terlihat lebih segar . Mungkin saja tamu yang akan ditemui bisa menjadi donatur tetap untuk orang orang yang dia bantu .
" Hei honey , selamat siang "
Astika refleks berdiri ketika mendengar suara seseorang masuk ke dalam kantornya , tapi ia membuang pandangannya ketika dilihatnya pria yang kemarin ia bicarakan dengan sahabatnya muncul di depannya .
" Kau ??? "
" Merindukan aku ?? Maaf beberapa hari ini aku sibuk dengan Daddy melihat proyeknya di sekitar Danau "
" Daddy !? "
" Tuan John tidak keberatan jika aku memanggilnya seperti kau memanggilnya . Dia menyetujui lamaranku andai kau menerimaku . Beliau malah ingin kita cepat cepat menikah karena ingin segera menimang cucu "
Astika duduk kembali tanpa mempersilahkan tamunya untuk duduk , karena Oliver sudah membuat dirinya sendiri nyaman dengan duduk di sofa yang ada di depan meja kerja Astika .
__ADS_1
" Memang siapa bilang jika aku ingin menikah denganmu ?? Mau apa kau kemari ?? Jika memang tidak ada kepentingan sebaiknya cepat pergi dari sini . Aku sedang sangat sibuk jika hanya untuk meladeni omong kosongmu "
" Aku sudah membaca proposalmu tentang usaha yang akan kau bangun di desa itu honey ! Dan aku mendukungnya seribu persen "
" Proposal ?? "
Yang Astika ingat dia memang pernah mengajukan proposal untuk seseorang bernama Mr S . Seorang pria yang hanya bekerja di balik layar , tak sekalipun ia muncul di permukaan untuk menunjukkan dirinya sebagai seorang pengusaha .
Astika pernah mengirim proposal pengajuan kerjasama melalui situs wesite pribadi yang di miliki pria misterius itu karena menurut yang ia dengar pria pemilik saham terbesar beberapa perusahaan ternama di luar negeri itu mulai membentangkan sayapnya di lndonesia .
" Beberapa minggu yang lalu kau mengirim proposalmu honey , tentang pembukaan usaha menengah ke bawah di beberapa daerah pelosok "
" Siapa kau ?? Apa kau sudah membajak akunku ? Kenapa kau tahu tentang proposal itu ... "
" Aku mengirimnya pada Mr S !! Bukan padamu ... "
Oliver tertawa kecil , jika saja wanita cantik yang masih angkuh duduk di kursi kerjanya itu ada di dekatnya maka dipastikan ia akan menggigit atau menciumnya . Wajah tak percayanya membuatnya merasa sangat gemas .
" Namaku Oliver Smith honey , S di ambil dari nama belakangku "
" Jadi !? "
" Jadi aku datang untuk membahas soal proposalmu . Sekarang aku butuh penjelasan tentang usaha yang akan kau dirikan itu . Dan aku rasa akan lebih enak jika kau duduk di sampingku karena telingaku sedikit tuli jika mendengarmu berbicara dengan jarak yang sangat jauh ini "
,Astika mengerucutkan bibirnya , tak disangkanya jika pria di depannya adalah Mr S . Pria yang akhir akhir ini menjadi idola barunya , dia pikir sangat keren ketika seorang pria yang mempunyai kemampuan hebat tapi bisa menyembunyikan identitasnya .
__ADS_1
Astika menjerit tertahan ketika pinggang rampingnya diraih oleh dua tangan kekar Oliver hingga kini ia duduk di pangkuan pria muda itu .
" Aku sangat merindukanmu honey , rasa ini sungguh membuatku gila !! Bolehkah aku meminta ciuman selamat siangku ?? "
" Tid ... ehhmmpptttt ... mmmppttt "
Tanpa ampun benda kenyal itu sudah menghisap bibir atas dan bibir bawahnya dengan bergantian dan dua tangan Oliver meraih dua tangan Astika yang tadi sempat meronta .
Entah karena sudah terlalu lama tidak merasakan kasmaran atau pria muda dibawahnya yang terlalu pandai membawanya untuk mengikuti arus permainannya , lama lama Astika mulai menikmati setiap hisapan dan sesapan itu .
" Buka sedikit mulutmu ... bibirmu manis sekali honey !! "
Dan ketika Astika membuka sedikit mulutnya daging tak bertulang itu sudah mengeksplore semua , saling bertukar saliva dengan berlomba menautkan lidah mereka . Sampai akhirnya tautan bibir mereka terlepas setelah keduanya benar benar kehabisan nafas .
" Terima kasih untuk ciuman selamat siangnya ! Sekarang kita bicara tentang bisnis !! "
" Ckk turunkan dulu ... kita tak bisa bicara jika aku masih ada di pangkuanmu begini " rengek Astika yang merasakan tangan Oliver semakin erat merengkuhnya ketika ia mencoba turun dari pangkuannya .
" Dia benar Nak !! Kalian tak akan bisa bicara tentang bisnis jika masih duduk seperti itu !! "
Dua manusia yang masih duduk berpangkuan itu terlonjak kaget , mereka melihat pria parubaya berbadan tegap sudah berada di ambang pintu ruangan kantor Astika .
" Dad ... "
" Dad !!!! "
__ADS_1