
Hiro terlihat sedang berada di dapur untuk menyiapkan sarapan untuk istrinya . Mayleen sedang membersihkan diri setelah pagi panas mereka . Sang istri tidak mengijinkan dia untuk mandi bersama karena Hiro selalu tak bisa mengendalikan dirinya ketika melihat tubuh polos istrinya .
Pria itu tersenyum lebar ketika dua tangan mungil sudah melingkar di perutnya saat ia sedang membuat tamagoyaki ( sejenis telur dadar ala Jepang ) untuk sarapan mereka .
" Kau bisa memasak ?? "
" Jika hanya menggoreng telur seperti ini aku masih bisa . Kau ingin sarapan lain ?! "
" Tidak , aku pemakan segala "
Hiro terkekeh dan membawa satu tangan yang masih melingkar di perutnya untuk di kecupnya .
" Duduk di sana atau kau akan menjadi sarapanku jika masih menggodaku seperti ini !! "
" Hissshh ... dasar mesum !! "
Mayleen melepaskan pelukannya dan berjalan menuju lemari pendingin . Diambilnya sekotak besar susu cair untuk menemani sarapan mereka .
Hiro senang melihat istrinya makan telur buatannya dengan lahap , sepertinya pagi itu adalah pagi terindah untuknya karena pagi itu adalah hari pertamanya sebagai suami sejati untuk istrinya . Mereka benar benar sudah terikat satu sama lain .
" Kakiku sudah tidak apa apa , ehmmm.... besok aku bolehkan mulai bekerja di klinik pengobatan anak anak itu ? "
Hiro seketika meletakkan sendoknya saat mendengar pertanyaan istrinya itu .
" Sudah dari awal aku katakan bahwa hidupmu adalah tanggung jawabku jadi aku mohon mulai sekarang jangan berpikir tentang biaya hidup "
__ADS_1
" Ini bukan cuma tentang uang , ini tentang tujuan hidup ... kau tahu bahwa dunia pengobatan adalah spirit hidupku ! Jadi ini bukan cuma tentang uang , ini tentang hidupku "
" Jadi kau sedang menduakan aku sayang ? Aku pikir setelah semalam kau menjadikan aku hidupmu "
" Kau tidak salah !! Kau adalah hidupku , tapi konsepnya berbeda .... "
Sebelum menyelesaikan kata katanya May melihat Hiro sudah beranjak membawa piring kotornya ke kitchen sink . Dia tahu pria itu sedang kecewa dan marah , tapi dia benar benar bingung untuk menjelaskan tentang apa yang ada di hatinya .
" Apa kau marah ?? " cicit May yang melihat kebungkaman suaminya .
Sang suami masih terlihat sibuk mencuci piringnya , pria itu bahkan tak menoleh ketika mendengar pertanyaan darinya . Mayleen yang sudah menyelesaikan sarapannya akhirnya berjalan ke arah suaminya , dia tidak suka suasana seperti ini .
Dikecupnya lengan kekar suaminya yang memang tidak mengenakan atasan pagi itu . Wanita itu merangsek hingga kini berada di depan suaminya yang masih menggunakan sarung tangan yang dikenakan khusus ketika mencuci piring kotor .
CUPPP ...
" Ckk minggir gadis nakal !Aku tidak marah "
" Bohong ... "
Hiro melepas sarung tangan plastiknya dan kemudian mengangkat istrinya untuk di bawa ke sofa yang ada di balkon penthousenya . Dia berharap sejuknya udara pagi bisa menjernihkan pikirannya .
Setelah duduk dengan masih memangku istrinya Hiro mulai bicara ...
" Aku pencemburu sayang , aku tidak suka di duakan "
__ADS_1
" Aku tahu .. dan aku tidak akan pernah melakukannya . Kau suamiku itu artinya kau adalah segalanya untukku . Tapi dari dulu aku sudah tertarik dengan dunia pengobatan , aku ingin kemampuanku bisa membantu orang banyak "
" Ada Kenichi di sana , dan aku tidak suka ... amat sangat tidak suka !! "
Mayleen tertawa kecil ketika mendengar kata suaminya , di gigitnya lembut ujung hidung pria di bawahnya .
" Kukira kau cemburu pada pekerjaanku , ternyata kau khawatir jika aku kembali bertemu dengan dokter tampan itu "
" Dia tidak tampan !! "
" Ya .... ya .... ya kau adalah priaku yang paling tampan . Dengar ini ! Aku sudah memilihmu jadi tidak ada pria manapun yang akan mampu mengambil hatiku karena hatiku sudah aku serahkan seutuhnya untukmu "
" Aku pegang kata katamu Nyonya Yoshida !! " sahut Hiro yang langsung menyambar bibir candunya itu . Mereka kembali saling memagut dan mencecap dengan penuh gairah .
Dan tautan lidah mereka terlepas ketika mendengar suara ponsel Hiro yang ada di saku celana training panjangnya . Setelah mengusap.bibir suaminya yang basah dengan jari jari lentiknya Mayleen turun dari pangkuan suaminya .
" Angkat saja , aku ke dalam untuk ganti baju . Aku mencintaimu ... "
Hiro tersenyum lebar mendengar pernyataan cinta dari wanita yang sudah berlari kecil menuju kamar mereka . Setelah itu ia mengambil ponsel yang ada di sakunya . Dia melihat nama ibunya di layar ponsel .
" Ya Bu ?? "
" Cepat pulang , ada tamu yang menunggu kalian ... "
" Tamu ?? Tapi aku tidak ada janji untuk bertemu siapapun pagi ini Bu . Memang siapa yang pagi pagi begini datang ke rumah kita ? "
__ADS_1
" Tuan Barnett ... "